Tipe Perempuan Dalam Al-Qur’an Bersama Ustaz Adi Hidayat

Bagikan: WhatsApp Facebook

Monday, 02 June 2025

Dibaca 344 kali

Tipe Perempuan Dalam Al-Qur’an Bersama Ustaz Adi Hidayat

Bandung, (17/05/25) - Sabtu (17/05), suasana Masjid Salman ITB terasa berbeda. Langit Bandung sore itu tampak mendung. Namun cuaca tidak menyurutkan semangat para jamaah yang datang dengan hati penuh antusiasme untuk menimba ilmu. Jamaah memenuhi ruang utama dengan hati yang siap menyimak ilmu, dalam sebuah kajian bertema “Tipe Perempuan dalam Al-Qur’an” bersama Ustaz Adi Hidayat.

Kajian dibuka dengan sebuah pengingat mendalam: “Ketika mata dimiliki oleh insan yang beriman, maka imannya akan mendorong pandangannya pada hal-hal yang baik.” Inilah ciri keimanan, bahwa hati bergetar kala mendengar nama Allah, dan hidup menjadi penuh arah serta berkah. Bukan seberapa banyak ayat yang dibaca, bukan pula seberapa banyak juz yang dihafal. Tapi, seberapa banyak ayat yang berdampak nyata dalam hidup. Sebab standar utama seorang pembaca Al-Qur’an adalah bagaimana ia mengamalkan ayat-ayat yang ia baca.

Dari sinilah pembahasan mulai menyoroti bagaimana Al-Qur’an memotret sosok perempuan. Tercatat ada 19 tipe perempuan yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yang masing-masing mengemban peran luar biasa: 16 di antaranya berstatus sebagai istri, beberapa lainnya sebagai ibu (secara genetik dan adopsi), serta beberapa sosok perempuan single. Gambaran ini memperlihatkan bahwa Al-Qur’an memuliakan perempuan dalam fungsinya yang luas, sebagai istri, ibu, dan anak.

Lalu, apa makna menjadi seorang istri menurut Al-Qur’an?

Merujuk pada Surat Al-Baqarah: 35, ketika seorang perempuan menikah, maka sesungguhnya derajatnya tengah diangkat. Namun keistimewaan itu bisa runtuh jika tidak digunakan untuk hal-hal yang baik. Kata yang digunakan dalam Al-Qur’an untuk menyebut pasangan adalah zauj, yang berarti pasangan yang saling melengkapi. Artinya, dalam rumah tangga, tidak mungkin dua insan hadir tanpa kekurangan. Justru dengan kekurangan itulah, mereka saling menguatkan.

Padahal, dalam kenyataan rumah tangga hari ini, banyak yang justru fokus pada mencari celah dan kesalahan satu sama lain. Sejatinya, rumah tangga adalah ladang untuk melengkapi, bukan ajang untuk saling membandingkan kelemahan.

Tema ini diangkat bukan tanpa alasan. Di tengah berbagai fenomena yang merugikan perempuan, kita diingatkan kembali bahwa Al-Qur’an sejatinya telah memberikan arahan yang sangat aplikatif dan memuliakan untuk para muslimah.

Berita Lainya

Pusat Halal Salman ITB Dampingi 15 UMKM Raih Sertifikasi Halal, Zona KHAS Rest Area Karangkamulyan Ciamis Resmi Diluncurkan

Pusat Halal Salman ITB Dampingi 15 UMKM Raih Sertifikasi Halal, Zona KHAS Rest Area Karangkamulyan Ciamis Resmi Diluncurkan

09 June 2026

Kisah Relawan Kurban, Arifando Menembus Pelosok Nangela Sukabumi Demi Menyalurkan Kurban Terbaik

Kisah Relawan Kurban, Arifando Menembus Pelosok Nangela Sukabumi Demi Menyalurkan Kurban Terbaik

04 June 2026

Kisah Penyaluran Kurban Rumah Amal di Pelosok NTT dan Papua

Kisah Penyaluran Kurban Rumah Amal di Pelosok NTT dan Papua

04 June 2026

Rumah Amal bersama Masjid Salman ITB Salurkan Hewan Kurban Tidak Hanya ke Pelosok Tetapi juga ke Wilayah Bencana

Rumah Amal bersama Masjid Salman ITB Salurkan Hewan Kurban Tidak Hanya ke Pelosok Tetapi juga ke Wilayah Bencana

04 June 2026

Pusat Halal Salman ITB Bekerja Sama Dengan DKPP Jabar Tingkatkan Kapasitas Juru Sembelih Halal Melalui Pelatihan JULEHA

Pusat Halal Salman ITB Bekerja Sama Dengan DKPP Jabar Tingkatkan Kapasitas Juru Sembelih Halal Melalui Pelatihan JULEHA

19 May 2026

Kembali ke Daftar Berita