Kisah Relawan Kurban, Arifando Menembus Pelosok Nangela Sukabumi Demi Menyalurkan Kurban Terbaik
Thursday, 04 June 2026
Dibaca 13 kali
(Rumah Amal Salman, Bandung) — Semangat menjangkau wilayah minim akses kurban menjadi fokus Rumah Amal Salman dalam program Kurban Terbaik tahun ini. Salah satu penyaluran yang meninggalkan kesan mendalam bagi para relawan dilakukan di Kampung Sukarsina, Desa Nangela, Kecamatan Sukasirna, Kabupaten Sukabumi, sebuah wilayah pelosok yang selama beberapa tahun terakhir sangat jarang menerima hewan kurban.
Salah satu kisah menarik datang dari relawan Rumah Amal, Dian Arifando Rusyadi yang mengatakan perjalanan menuju lokasi menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama mengikuti program kurban. Tidak hanya karena medan yang berat, tetapi juga karena antusiasme masyarakat yang begitu tinggi saat menerima distribusi daging kurban.
"Pengalaman ini sangat berkesan dan unik. Ada rasa capek, tegang, takut, tetapi semuanya terbayar ketika melihat kebahagiaan masyarakat saat menerima kurban," kata Fando.
Arifando bersama tiga rekannya melakukan perjalanan yang dimulai dari Kota Bandung menuju Desa Nangela. Mereka berangkat sekitar pukul 11.00 WIB dan baru tiba sekitar pukul 20.30 WIB setelah menempuh perjalanan hampir delapan jam. Memasuki wilayah desa, kondisi jalan mulai didominasi tanjakan, tikungan tajam, hutan, serta beberapa ruas yang rusak dan berbatu.
Namun tantangan sesungguhnya terjadi saat proses distribusi daging kurban menuju Kampung Sukarsina. Setelah penyembelihan sapi kurban dilakukan di Kampung Sukamuda, relawan harus melanjutkan perjalanan sekitar 8,5 kilometer menuju kampung tersebut menggunakan kendaraan khusus yang dikenal warga sebagai motor angkrek.
Motor ini dimodifikasi dengan rantai pada roda agar mampu melewati jalur tanah merah yang licin dan berlumpur. Meski jaraknya tidak terlalu jauh, perjalanan menuju Sukarsina memakan waktu hingga dua jam karena kondisi medan yang ekstrem.
"Kanan kiri jalan banyak jurang. Jalurnya menanjak, licin, dan di beberapa titik kami harus turun karena motor tidak kuat melewati tanjakan. Kami juga melewati sungai dan jalan yang cukup berbahaya," ujar Fando.
Dalam perjalanan, salah satu kendaraan bahkan sempat terjatuh saat melintasi sungai akibat kondisi jalur yang licin. Relawan juga beberapa kali harus berhenti untuk memindahkan batu yang menghalangi jalan agar kendaraan dapat melintas dengan aman.
Menurut Fando, Kepala Desa Nangela sebelumnya sempat menyarankan agar relawan tidak ikut menuju Sukarsina karena kondisi akses yang cukup berat. Apalagi beberapa waktu sebelumnya hujan deras menyebabkan jembatan penghubung mengalami kerusakan akibat banjir.
Namun relawan tetap memilih ikut mengantarkan distribusi secara langsung agar dapat melihat kondisi masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
Keputusan itu memberikan pengalaman yang berharga. Setibanya di Kampung Sukarsina, relawan disambut hangat oleh warga. Masyarakat menyambut kedatangan tim dengan penuh antusias dan rasa syukur.
Antusiasme warga tidak lepas dari kondisi kampung yang selama ini sangat jarang menerima distribusi hewan kurban. Menurut keterangan warga dan pemerintah desa, Kampung Sukarsina sudah sekitar tiga tahun tidak merasakan pelaksanaan kurban secara memadai. Bahkan penyembelihan sapi kurban di wilayah tersebut terakhir kali dilakukan sekitar empat tahun lalu.
Selama ini pelaksanaan kurban di Desa Nangela umumnya hanya mengandalkan satu hingga dua ekor kambing yang dibagikan kepada sekitar 140 kepala keluarga. Jumlah daging yang diterima warga sangat terbatas sehingga harus dibagi dalam porsi kecil.
Karena itu, kehadiran sapi kurban yang disalurkan melalui Rumah Amal Salman disambut dengan rasa syukur yang besar. Hampir seluruh warga datang menyaksikan proses penyembelihan dan distribusi daging kurban.
Bagi Rumah Amal Salman, kondisi tersebut menjadi alasan penting mengapa penyaluran kurban perlu diarahkan ke wilayah-wilayah yang selama ini minim akses. Program Kurban Terbaik tidak hanya bertujuan menyalurkan hewan kurban, tetapi juga memastikan manfaat kurban dapat dirasakan oleh masyarakat yang jarang tersentuh distribusi.
Kampung Sukarsina sendiri merupakan salah satu wilayah dengan keterbatasan akses yang cukup tinggi. Kampung yang dihuni 17 kepala keluarga itu berada di kawasan perbukitan dan hutan. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani gula kelapa.
Kendaraan biasa tidak dapat menjangkau wilayah tersebut. Masyarakat hanya mengandalkan motor angkrek atau berjalan kaki untuk beraktivitas. Fasilitas umum juga sangat terbatas. Bahkan listrik baru masuk ke kampung itu pada 2022.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, masyarakat tetap hidup dengan semangat kebersamaan yang kuat. Kehadiran kurban tahun ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga yang selama bertahun-tahun jarang menikmati daging kurban sapi.

Fando mengatakan pengalaman itu menjadi pengingat bahwa masih banyak wilayah pelosok yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
"Saya merasa berharga mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan kurban secara langsung. Melihat kondisi masyarakat di Sukarsina membuat saya semakin memahami pentingnya menghadirkan program kurban hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Karena di tempat seperti inilah manfaat kurban benar-benar sangat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana Kurban 1447 H, Didi Riyadi menyampaikan, melalui program Kurban Terbaik, Rumah Amal Salman terus berupaya menjangkau daerah-daerah pelosok yang minim kurban, sehingga kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain penyaluran di pelosok, Rumah Amal Salman bersama Masjid Salman ITB juga menjangkau penyaluran kurban di wilayah terdampak bencana.
Sebanyak 13 ekor sapi didistribusikan ke Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, sementara dua ekor sapi lainnya disalurkan ke Pasir Langu, Cisarua. Total hewan kurban tembus di angka 119 ekor sapi dan 997 ekor domba.
Ia juga menambahkan, bahkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto juga ikut berkurban di Masjid Salman tahun ini dan berkesempatan menyembelih hewannya sendiri.
“Pelaksanaan kurban tahun ini didukung oleh banyak pihak, mulai dari ITB, BPKH RI, Bank Muamalat, AMKI serta 120 mitra di 26 provinsi. Sehingga sangat bersyukur sekali pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar dan penuh kebermanfaatan bagi warga,” pungkas Didi.
---
Rumah Amal Salman adalah Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) pengelola zakat, infak, sedekah dan lainnya yang berfokus pada pendidikan dan teknologi.
Alamat: Jalan Gelap Nyawang nomor 4, Bandung | Call Center +62 811-2228-333 |www.rumahamal.org| instagram.com/rumahamalsalman/
Berita Lainya
Pusat Halal Salman ITB Dampingi 15 UMKM Raih Sertifikasi Halal, Zona KHAS Rest Area Karangkamulyan Ciamis Resmi Diluncurkan
09 June 2026
Rumah Amal bersama Masjid Salman ITB Salurkan Hewan Kurban Tidak Hanya ke Pelosok Tetapi juga ke Wilayah Bencana
04 June 2026
Pusat Halal Salman ITB Bekerja Sama Dengan DKPP Jabar Tingkatkan Kapasitas Juru Sembelih Halal Melalui Pelatihan JULEHA
19 May 2026