Muzammil Hasballah : Jadilah Pemuda Hebat Versi Al-Quran


Share

Muzammil Hasballah menjadi pengisi kajian Inspirasi Ramadhan (Irama) pada Kamis (14/4) di Masjid Salman ITB. Kajian Irama dilaksanakan secara offline dan live streaming melalui YouTube Salman TV. Tema kajian Irama yang disampaikan oleh Muzammil adalah “Al-Quran dan Kehidupan: Manajemen Hati dengan Kalam Ilahi.”

Muzammil menyatakan, Al-Quran adalah kalamullah (perkataan Allah) yang diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kenikmatan dalam membaca Al-Quran, tanamkan dalam pikiran kita bahwa ketika kita membaca Al-Quran, kita sedang berbincang dengan Allah. 

Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Quran. Oleh karena itu, bulan ini bisa menjadi momentum kita untuk lebih mencintai Al-Quran. Ramadhan juga merupakan momentum untuk memulai kebaikan yang terasa sulit untuk dilakukan serta meninggalkan perbuatan dosa yang terasa sulit untuk ditinggalkan.

Bulan Ramadhan juga memiliki malam Lailatul Qadar. Pada malam itu, pahala dilipatgandakan. Di momen malam Lailatul Qadar ini, Muzammil mengajak kita untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Quran agar pada akhirnya kita merasakan nikmat dari membacanya.

Dalam kajian Irama tersebut, Muzammil juga membahas mengenai kiat menjadi pemuda hebat menurut Al-Quran. Di dalam QS. Ar-Rum ayat 54, Allah menjelaskan mengenai pengertian dari pemuda yang artinya:

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”

Berdasarkan ayat tersebut, pemuda hebat versi Al-Quran merupakan pemuda yang kuat, terutama kuat dalam keimanan. Untuk menjadi pemuda hebat yang sesuai dengan Al-Quran, kita bisa mempelajari kisah pemuda-pemuda yang Allah abadikan dalam Al-Quran. 

Selanjutnya, Muzammil membahas kisah Nabi Ibrahim, pemuda Ashabul Kahfi, dan kisah Nabi Yusuf sebagai contoh pemuda hebat versi Al-Quran. Kesimpulannya, untuk menjadi pemuda hebat versi Al-Quran, jadilah pemuda yang beriman, tidak egois, mau menyuarakan kebenaran, kreatif, serta mampu menjaga kehormatan serta kesuciannya.