Syukuran Beasiswa Perintis 2021


Share

Ahad, 26 September 2021, Beasiswa Perintis melaksanakan syukuran bersama para penerima beasiswa. Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas diterimanya 105 peserta Beasiswa Perintis sebagai mahasiswa ITB, serta 112 peserta yang diterima masuk PTN lainnya.

Acara ini diselenggarakan secara blended dengan 17 peserta hadir secara luring dan 133 peserta hadir secara daring. Syukuran ini mengangkat topik "Berjuang di Kampus ITB."

Syukuran ini dihadiri oleh banyak tokoh penting, di antaranya adalah Asisten Daerah I; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Dewi Sartika, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng., Ketua Majelis Pembina YPM Salman ITB, Prof. H. Hermawan K. Dipojono, Ph.D., Ketua Umum YPM Salman ITB, Prof. Dr. H. Suwarno, serta Ketua Umum Ikatan Alumni ITB, Ir. Gembong Primadjaja, MBA, yang masing-masing memberikan sambutannya.

Selain itu, turut hadir pula Dr. (H.C.) Dra. Nurhayati Subakat, Apt., Komisaris Utama PT. Paragon Technology and Innovation, yang memberikan Keynote Speech-nya kepada seluruh peserta Beasiswa Perintis 2021.

Pada sesi siang, diselenggarakan sesi talkshow yang menghadirkan dua pembicara, yaitu Alif Hijriah M,Si., Direktur PT Cerebrum Edukanesia Nusantara, yang juga seorang Alumni Beasiswa Perintis 2014, serta Atika Rahmawati Yulianto Putri, M.T., Senior Product Manager at Decacorn Tech Company. Keduanya menyelesaikan studi S1 dan S2 di ITB.

Alif dan Atika berbagi banyak hal dengan para peserta Beasiswa Perintis 2021, mulai dari tips dan trik berjuang di kampus ITB, suka-duka kuliah di ITB, hingga kiat-kiat sukses menjadi mahasiswa berprestasi. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan juga doa penutup.


Beasiswa Perintis merupakan program pembinaan bagi siswa SMA/sederajat dari kalangan dhuafa untuk dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama. Keterbatasan fasilitas belajar, fasilitator, informasi perkuliahan, biaya, dan lainnya membuat sebagian lulusan SMA/sederajat dari kalangan dhuafa memilih untuk tidak melanjutkan studinya ke perguruan tinggi meskipun memiliki potensi akademik yang memadai. Beasiswa-beasiswa yang ada pun, umumnya diberikan justru setelah seseorang dinyatakan lulus ke perguruan tinggi. Padahal, pembinaan (meliputi akademik, mental, spiritual, motivasi, karakter, dan lainnya) dan fasilitasi (meliputi pendukung pembelajaran, akses informasi, biaya pendaftaran, dan lainnya) agar seseorang dapat melanjutkan studi adalah hal yang tidak kalah penting.

Beasiswa Perintis merupakan salah satu program yang didanai dari dana zakat yang masyarakat tunaikan. Beasiswa Perintis merupakan upaya dalam memutuskan rantai kemiskinan melalui pendidikan.