Rumah Amal Hadiri The 6th ICONZ Indonesia Conference of Zakat


Share

Rumah Amal Salman menghadiri kegiatan Baznas yang menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-6 atau The 6th Indonesian Conference of Zakat (ICONZ) pada Rabu (30/11). Kegiatan ini mengangkat tema seputar "Eskalasi Pemulihan Ekonomi untuk Pertumbuhan Sosio-Ekonomi yang Tangguh dan Berkelanjutan melalui Pengelolaan Zakat yang Lebih Inklusi". 

Konferensi diselenggarakan di Main Auditorium UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada 30 November-1 Desember 2022. The 6th ICONZ dibuka oleh Wakil Menteri Agama Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi (hadir secara online), Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, serta Wakil Gubernur Jawa Tengah HE. Taj Yasin Maimoen.  

"Kegiatan The 6th ICONZ ini dilakukan sebagai wadah pertemuan antara praktisi, akademisi, serta profesional dalam merumuskan strategi pengentasan kemiskinan dan pembangunan yang berkelanjutan melalui dana zakat," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, sebagaimana disadur dari webiste Baznas. 

Noor mengatakan, upaya Pemulihan Ekonomi untuk Pertumbuhan Sosio-Ekonomi yang Tangguh dan Berkelanjutan menjadi penting untuk dilakukan pasca ketidakstabilan ekonomi global yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

"Pendalaman isu mengenai langkah-langkah yang perlu untuk diambil serta tantangan dan hambatan seperti apa saja yang akan dihadapi dalam mengelola dampak sosial dan langkah-langkah ekonomi dan untuk pemulihan yang berkelanjutan dan inklusif," jelasnya.

Oleh karena itu, Noor berharap, hasil diskusi The 6th ICONZ dapat menjadi rekomendasi yang mampu diterapkan dalam manajemen LPZ (Lembaga Pengelola Zakat) agar pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan dana zakat sehingga dapat membangun ketahanan masyarakat khususnya mustahik di tengah pandemi dan juga membuka peluang kesejahteraan bagi mustahik.

"Usaha-usaha yang kita lakukan untuk membuat kekuatan ekonomi dari zakat tentu harus kita kembangkan terus menerus. Saya berharap melalui konferensi ini bisa menghasilkan bagaimana kita bisa mengelaborasi dan memperkuat bagaimana zakat di Indonesia lebih kuat lagi," pungkasnya. 

Wakil Menteri Agama Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, kegiatan ICONZ ini sangat tepat. Menurutnya, zakat telah berperan dalam pembangunan, praktik zakat telah secara nyata menjadi bagian dari sistem sosial menjadi pelengkap langkah pembangunan nasional.

"Kita perlu mendiskusikan bagaimana tata kelola zakat ini. Sinergi dan kerja sama menjadi sebuah keniscayaan guna mendukung optimalisasi pengelolaan zakat. Di sinilah urgensi kerja sama perlu kita kembangkan baik di level nasional maupun internasional," jelasnya.

Dia berharap, ICONZ 2022 semakin meneguhkan visi dakwah yang sejalan dengan visi pemerintah. "Kesatuan akan semakin meneguhkan langkah kita dalam dakwah dan pembangunan. Oleh karena itu kita harus terus bekerja sama dan bersinergi,” tutur Zainut.

The 6th ICONZ turut mengundang para menteri, akademisi dan peneliti terkemuka di Indonesia. Selain itu terdapat sesi yang menghadirkan regulator dan praktisi di bidang pengelolaan zakat, baik berasal dari regulator, operator dan Lembaga Pengelola Zakat baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Konferensi zakat bergengsi ini terselenggara atas kerja sama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI), Kementerian Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Universitas Wahid Hasyim Semarang, serta Universitas Islam NU Jepara.

Pada kesempatan tersebut Rumah Amal yang diwakilkan oleh Marchiana Aulya (Public Relation Rumah Amal) menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya The 6th ICONZ 2022. Selaras dengan tema kegiatan bahwa untuk menumbuhkan eskalasi pemulihan ekonomi serta pertumbuhan sosio-ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan dalam hal ini salah satu fokus Rumah Amal berkontribusi pada aspek pengembangan pendidikan. Dimana pendidikan merupakan pilar yang krusial yang bisa berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi suatu bangsa. 

“Bila pendidikannya baik, maka ekonominya juga akan ikut membaik. Hal tersebut bisa terjadi karena intelektualitas yang dimiliki oleh seseorang dapat mengubah mindset suatu negeri, dimulai dari kesadarannya menunaikan zakat,” pungkas Marchiana. **