Rumah Amal Bersama Mitra Salurkan MPASI untuk Cegah Stunting di Garut


Share

Sahabat Amal, berdasarkan data Unicef jumlah anak di Indonesia pada tahun 2022 menempati urutan ke-4 dengan jumlah anak terbanyak di dunia. Namun, hal ini tidak ditunjang dengan tingkat kesehatan pada anak. Buktinya anak Indonesia menempati peringkat ke 4 dan 5 untuk kategori wasting dan stunting. Data tersebut didapat dari data survei yang dilakukan ke 24,4 persen anak atau balita di Indonesia. Ini berarti 23 juta balita di Indonesia mengalami stunting. 

Desa Karyasari menempati desa dengan tingkat stunting paling tinggi di Kecamatan Banyuresmi, Garut. Dengan rincian, sebanyak 5 balita usia 0 - 6 bulan, 26 balita usia 6 – 23 bulan, dan 54 balita usia 24 – 59 bulan. Setelah dilakukan 2 kali survei, kesimpulan awal penyebab stunting karena warga mengalami kesulitan untuk mengakses makanan bernutrisi. Selain itu, pemahaman gizi masih rendah dan akses sanitasi masih minim. 

Menanggapi hal tersebut, Rumah Amal Salman melakukan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) kepada anak-anak yang ada di Banyuresmi. Pemberian ini akan dipantau sebanyak 15 kali dalam kurun waktu 1 bulan. Rumah Amal bekerja sama dengan Pandu Mulia Gizi, mitra yang sudah berpengalaman menyediakan MPASI. 

Selain itu, Rumah Amal juga bekerja sama dengan puskesmas dan kader posyandu yang ada di 7 Dusun Banyuresmi. Rumah Amal yang diwakili relawan juga melakukan pendataan terkait kondisi dan evaluasi selama program ini bergulir. Harapannya, Rumah Amal bisa mendapatkan feedback dari permasalahan penanganan stunting yang terjadi di masyarakat. 

Program ini juga dibantu dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Garut, Kecamatan Banyuresmi, Puskesmas Bagendit, IA ITB, IA ITB Jabar, Yayasan Bidan Berbagi Indonesia, dan Ct Scope. Semoga program ini bisa terus berlanjut dan bisa membantu menuntaskan permasalahan stunting terutama yang terjadi di Kecamatan Banyuresmi. ***