Peringati Hari Bumi, Salman Adakan Webinar Dari Masjid Untuk Bumi


Share

Dalam memperingati Hari Bumi, Yayasan Pembina Masjid (YPM) Salman ITB mengadakan Webinar bertajuk “Dari Masjid Untuk Bumi” pada Sabtu (23/4). Kegiatan ini merupakan kerja sama antara YPM Salman ITB, Salman Environment Rangers (Savior), Komunitas Ecodeen ID, dan Ikatan Alumni Teknik Lingkungan ITB. Webinar dilaksanakan secara online melalui zoom meeting dan live streaming di kanal Youtube Salman TV.

Kegiatan webinar dimulai dengan pembacaan Alquran Surah Al-Baqarah ayat 30-32. Ayat ini diangkat sebagai pengingat bahwa manusia diberikan tugas sebagai khalifah di muka bumi, dan oleh karena itu perlu menjaga lingkungan.

Setelah itu, webinar dilanjutkan dengan materi dari pembicara pertama yaitu Vir Katrin, S.Sos., M.Si. yang merupakan Penyuluh Lingkungan Hidup Direktorat Penanganan Sampah KLHK.  Katrin mengungkapkan terdapat 3 prinsip dasar pengelolaan sampah yaitu gaya hidup minim sampah, circular economy dan pelayan serta teknologi. 

Gaya hidup minim sampah bisa diterapkan di masjid dengan praktik penghematan air dengan daur ulang bekas air wudhu untuk menyiram tanaman, membuat sumur resapan, pengumpulan sampah anorganik (keranjang sedekah sampah) dan daur ulang sampah organik, penghematan listrik dengan lampu LED, penghematan energi listrik dengan sensor lampu  serta madding digital.

Dalam upaya pengelolaan sampah, Katrin menekankan perlunya peran serta masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah. Dengan begitu, jumlah sampah dapat dikurangi dari sumbernya, sehingga mengurangi beban pengelolaan sampah di TPA.

Pembicara kedua adalah Dr. Ir. Hayu Prabowo, M.Hum., Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia. Dalam paparannya, Hayu mengungkapkan pentingnya menjaga lingkungan dalam Islam. Urgensi ini mendapat pondasinya dari ayat-ayat qauliyyah dalam Alquran, sekaligus juga ayat-ayat kauniyah yang ditelusuri dengan akal. Berdasarkan ayat kauniyah tersebut, kerusakan lingkungan dapat menyebabkan climate change, potensi mutasi virus penyakit, serta hilangnya keanekaragaman hayati.

Selain itu, Hayu menyatakan masjid selain menjadi sarana ibadah, harus menjadi sarana bersih untuk masyarakat. Dalam konsep eco-masjid yang beliau kembangkan, terdapat sinergi tiga komponen untuk mewujudkan masjid ramah lingkungan. Tiga pilar itu adalah idarah (pengurus masjid), imarah (jamaah), serta riayah (bangunan masjid).

Hayu memaparkan bahwa MUI juga mengeluarkan fatwa-fatwa terkait isu lingkungan, termasuk tentang pengelolaan sampah dengan program sedekah sampah berbasis masjid. Dengan begitu, pengelolaan sampah bisa menjadi bagian ibadah dan membangkitkan perilaku ramah lingkungan. 

Selanjutnya, materi ketiga diberikan oleh Gun Gun Saptari Hidayat, ST., MBA. yang merupakan Ketua Yayasan Waste Cycle Indonesia. Gun Gun mengungkapkan, dalam pengelolaan sampah, inspirasi dari konsep Islam kaffah bisa diterapkan untuk pengelolaan sampah di mana semua elemen harus berbagi peran. 

Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pengangkutan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat. Fakta yang Gun Gun temukan di lapangan, rata-rata warga yang membuang sampah sembarangan adalah yang tidak mendapat pelayanan pengangkutan sampah dari pemerintah.

Adapun masjid dan para da’i berperan dalam memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang baik. Selain edukasi, masjid juga perlu mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang baik. Dalam prosesnya, Gun Gun menyatakan perlunya kesabaran dalam pengembangannya yang merupakan jalan dakwah. 

Pemateri terakhir adalah Salim Rusli selaku Direktur Eksekutif YPM Salman ITB. Salim mengungkapkan dalam pengelolaan sampah, Masjid Salman ITB berkomitmen turut melaksanakan SDGs No.12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab). Salah satu program yang dilakukan adalah pengurangan sampah plastik air kemasan dengan menyediakan instalasi air siap minum. Selain itu, sejak Ramadhan ini Masjid Salman ITB melakukan pemilahan sampah dengan enam jenis tempat sampah. Salim juga mengungkapkan bahwa Salman melakukan pengelolaan limbah kurban dan composting. Langkah-langkah ini merupakan sebagian program yang dapat direplikasi masjid lain dalam upaya menjaga lingkungan.