Masjid Salman ITB Jadi Masjid Pertama Gelar Vaksinasi COVID-19


Share

Masjid Salman ITB menjadi masjid pertama yang melakukan vaksinasi untuk petugas rumah ibadah. Tidak hanya bagi petugas masjid, vaksinasi massal ini pun ditujukan untuk petugas rumah ibadah lintas agama, para lansia, pra-lansia, alumni ITB & keluarga, dan masyarakat umum, Sabtu (26/6) dan Ahad (27/6).

Ketua Panitia Vaksinasi COVID-19 Masjid Salman ITB, Jam’ah Halid mengatakan vaksinasi ini digelar atas kerjasama Masjid Salman ITB dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung.

“Secara khusus, vaksinasi juga ditujukan untuk para petugas rumah ibadah karena mereka menjadi pengelola dari tempat publik yang rentan menjadi titik penyebaran virus. Kita gelar di Salman karena Masjid Salman adalah masjid inklusif yang rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

Vaksinasi massal pertama pada Sabtu (26/6) dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Peserta yang telah mendapatkan undangan berupa SMS atau pesan Whatsapp dapat memasuki kawasan vaksinasi untuk melakukan pendaftaran hingga mendapatkan suntikan dosis pertama Vaksin Coronavac.

Setelah melakukan proses pendaftaran dengan memberikan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP), peserta dapat memasuki kawasan penyaringan di lapangan rumput. Penyaringan dilakukan dengan mengecek tensi dan wawancara perihal kesehatan diri. Setelah dinyatakan boleh mendapatkan vaksinasi, peserta memberikan data kesehatannya kepada petugas untuk menunggu panggilan.

Peserta lansia sedang diwawancarai oleh petugas screening sebelum diizinkan melakukan vaksinasi COVID-19 di Masjid Salman ITB, Sabtu (26/6/).

Petugas akan memanggil nama lengkap peserta untuk memasuki tenda vaksin di halaman rumput di pinggir lapangan futsal. Peserta laki-laki mendapatkan vaksinasi di bilik kanan, sedangkan perempuan mendapatkan vaksinasi di biliki kiri yang tertutup tirai hitam.

Setelah selesai, peserta diarahkan menuju ruang observasi untuk menunggu selama 15 menit guna mengamati reaksi setelah divaksin. Jika tidak ada yang mengganggu, peserta dapat kembali pulang.

Salah satu peserta vaksinasi massal Masjid Salman ITB, Adi Kartiwa (23) mengatakan program ini sangat membantu para petugas ibadah dan masyarakat umum. Petugas rumah ibadah satu ini mengaku sangat terkesan dengan alur yang telah disusun oleh panitia karena tidak ada kerumitan dan kerumunan yang terlalu padat.

“Alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkan vaksin di Masjid Salman. Setelah divaksin, tidak ada reaksi apapun. Saya dapat beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Tiko Reza (22). Meskipun ia mendapatkan reaksi pegal di tangannya, hal itu tidak berlangsung lama dan ia bisa beraktivitas seperti sedia kala.

“Alhamdulillah saya bisa vaksin gratis di Salman. Pelaksanaannya tersusun dan menerapkan protokol kesehatan. Mantap,” katanya.

Jumlah total vaksin yang disalurkan dalam vaksinasi massal ini sebanyak 2000 dosis. Pada hari Sabtu, sekitar 600 dosis telah tersalurkan. Pada hari Ahad, 1600 dosis disalurkan hingga pendaftaran langsung ke tempat bagi masyarakat umum pun telah ditutup.

Acara ini terselenggara atas kerjasama berbagai pihak seperti Jabar Quick Response, IA-ITB Jawa Barat, Dekade 90 ITB, HIPMI Jawa Barat, Dewan Masjid Indonesia, Forum Bandung Sehat, dan D/JOOM.

Vaksinasi dosis kedua dapat dilakukan pada 24 Juli 2021 mendatang. Peserta akan mendapatkan informasi undangan melalui SMS yang disertai sertifikat elektronik vaksinasi ke-1. Sertifikat vaksinasi dapat diunduh atau diakses melalui aplikasi PeduliLindungi di PlayStore dan AppStore.
[fathia uqim]