Kisah Kang Yayat, Sahabat Rumah Amal yang Bangkit dari Keterpurukan


Share

Tidak ada yang mau memiliki nasib buruk dalam kehidupannya, tapi bila itu “terlanjur” menimpa, bisa jadi Allah sedang mempersiapkan nasib baik di kemudian hari, asalkan kita tidak menyerah. 

"Kekurangan itu bisa jadi kelebihan, asalkan jangan pantang menyerah," demikian penggalan kalimat yang diucapkan Yayat Supriyatna, salah satu penerima manfaat lengan palsu prostetik yang ditemui di kegiatan “Salman Techno Fest” Rumah Amal Salman, Minggu, 21 Agustus 2022. 

Kang Yayat, begitu ia akrab disapa merupakan salah seorang difabel tuna daksa yang sudah tidak memiliki tangan secara utuh. Semuanya bermula saat Kang Yayat mengalami kecelakaan kerja di tahun 2019 silam. Kala itu, kondisi fisiknya masih normal, kedua tangannya juga masih aktif untuk menunjang pekerjaan Kang Yayat sebagai teknisi pemasangan Wi-Fi di salah satu perusahaan telekomunikasi di Kota Bandung.

Kang Yayat bercerita mengenai kronologis kejadian yang menimpannya, kala itu dirinya mendapat permintaan dari salah satu customer untuk mencabut tiang Wi-Fi. Pekerjaan itu pun sudah biasa dia lakukan karena memang telah berulang kali melaksanakan tugas yang sama.

Namun kondisi saat itu tugasnya terbilang cukup berbahaya. Sebab, di atas tiang Wi-Fi yang akan dicabutnya, terdapat kabel listrik yang terpasang di sutet. "Atasan juga sudah sampaikan, untuk hati-hati karena di atasnya ada kabel sutet," tuturnya. 

Tak disangka, hal yang dikhawatirkan pun terjadi. Kang Yayat yang saat itu sudah berusaha mencopot tiang Wi-Fi dengan melewati kabel listrik pun tetap tak bisa menghindari takdir yang harus diterima. Seketika, Kang Yayat terkena aliran listrik bertegangan tinggi saat mencoba mencabut tiang Wi-Fi tersebut. Tubuhnya langsung kaku begitu aliran listrik menyambar. 

Kang Yayat mengungkapkan penuturan temannya yang berada di lokasi kejadian, bahwa dirinya baru bisa terlepas dari sengatan listrik bertegangan tinggi saat gardu listrik meledak. Ia yang tak sadarkan diri langsung ditolong rekan kerjanya dan dilarikan ke rumah sakit. 

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Kang Yayat harus menerima kenyataan yang memilukan. Hampir seluruh bagian tangan kirinya mengalami pembusukkan dan harus diamputasi oleh dokter untuk menghindari terjadinya kelumpuhan total di tangan Kang Yayat.

Selain tangan kirinya, tangan kanan Kang Yayat juga terkena imbasnya. Kang Yayat memang masih beruntung karena tangan kanannya itu tidak turut diamputasi. Namun, karena tendon atau jaringan yang menempelkan tulang ke otot dari tangan kanannya hanya tersisa satu untuk aliran oksigen saja, tangan kanan Kang Yayat tidak bisa digerakkan secara normal.

"Tangan kanan tendonnya sudah habis, hanya ada satu untuk oksigen, jadi enggak diamputasi. Tetapi jari jadi tidak bisa digerakkan, dokter menyampaikan bahwa tangannya hanya bisa menarik barang, menggaruk dan makan," ucapnya.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Kang Yayat mengaku depresi berat. Dia sudah tidak punya semangat hidup lagi setelah kehilangan satu tangannya akibat kecelakaan kerja tersebut. Meskipun begitu, kantor tempat Kang Yayat bekerja menanggung semua pengobatannya, Kang Yayat bahkan masih bisa menikmati gaji dari kantornya tersebut, walau sekarang sudah tidak berstatus sebagai pegawai.

"Stress, depresi, nggak ada semangat hidup. Hidup juga nggak karuan, mikirnya ini gimana untuk anak istri. Apalagi sudah diamputasi, saya sudah merasa hidup nggak berguna, apa-apa harus minta tolong. Dipikir bisa kerja apa sih tangan ini, jadi kayaknya ngerepotin banyak orang," kenang Kang Yayat.

Namun dibalik kesedihan dan musibah yang didapat, di tahun 2019 Allah pertemukan Kang Yayat dengan Wildan Trusaji, dosen Fakultas Teknik Industri ITB yang saat itu sedang menggarap inovasi tangan dan kaki palsu bersistem bionik dan prostetik untuk disalurkan ke kaum difabel. Wildan juga menjadi inovator yang tergabung bersama Rumah Amal Salman.

Begitu ditawarkan tangan bionik, semangat Kang Yayat pun langsung tumbuh kembali. Dibantu oleh istri dan kedua anaknya, Kang Yayat lalu mencoba bangkit dari keterpurukan usai mengalami kecelakaan tersebut. "Alhamdulillah, support dari istri, anak, teman-teman, keluarga, hingga psikiater, sekarang bisa semangat lagi. Karena ternyata, setidaknya saya masih berguna," ucapnya.

Melalui tangan bionik tersebut, kepercayaan diri Kang Yayat kini sudah muncul kembali. Ia kini mulai menjajal bisnis kaos di marketplace untuk menghidupi keluarganya, dan mulai menggarap channel YouTube yang dia isi dengan konten drum cover beberapa lagu bergenre rock yang dia gemari.

Di tahun ini, Kang Yayat juga punya kebanggaan yang akan terus dia ceritakan. Dirinya berhasil menyabet juara ketiga di ajang lomba bertaraf Internasional Cybathlon 2022 pada Mei lalu di Zurich, Swiss. Cybathlon sendiri merupakan acara multi olahraga dan kompetisi internasional yang menjadi wadah untuk para tuna daksa bersaing satu sama lain menyelesaikan tugas sehari-hari dengan menggunakan sistem bantuan teknis yang canggih.

"Tangan bionik ini sangat membantu, bisa genggam barang dan meningkatkan kepercayaan diri. Walaupun sudah takdir kita amputasi, tetap jika kita keluar rumah, apalagi perjalanan jauh, kita butuh ini, walaupun nggak menyerupai tangan sebenarnya," tuturnya.

Sementara dari pihak penyelenggara, Direktur Rumah Amal Salman, Agis Nurholis menjelaskan tahun ini pihaknya menggelar Salman Techno Fest untuk mengapresiasi para inovator-inovator dalam negeri untuk mendedikasikan ilmunya kepada masyarakat. 

Ketua Pelaksana Salman Techno Fest, Abdul Aziz juga menambahkan ada sekitar 30 produk teknologi yang dipamerkan. Pameran dibagi menjadi empat kategori, yakni teknologi ramah bencana, teknologi ramah difabel, teknologi ramah lingkungan, dan teknologi ramah pangan. 

“Mudah-mudahan dengan adanya pameran ini bisa menjadi cikal bakal munculnya inovasi-inovasi teknologi yang dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat umum,” pungkasnya. ***

 

---

Rumah Amal Salman adalah lembaga pengelola zakat, infak, sedekah dan lainnya yang berfokus pada pendidikan dan teknologi. 

 

Alamat: Jalan Gelap Nyawang nomor 4, Bandung | Call Center +62 811-2228-333 |www.rumahamal.org| instagram.com/rumahamalsalman/