Gerhana Bulan Total, YPM Salman Laksanakan Salat Khusuf


Share

YPM Salman ITB mengadakan salat gerhana bulan (Khusuf) pada Selasa (08/11), di Masjid Salman ITB.  Salat khusuf dilaksanakan bakda magrib yang dipimpin langsung oleh  Dr. H. Asep Zaenal Ausop, M. Ag, kemudian dilanjutkan dengan khutbah mengenai “Gerhana Bulan, Antara mitologi dan Saintifik Humanistik”. 

Asep Zaenal mengungkapkan pada abad klasik yang lekat dengan mitos seperti di India, gerhana bulan dianggap sebagai portal kehidupan yang lebih baik. “Saat gerhana, ibu yang mengandung harus bersembunyi dan tidak diperbolehkan mandi agar terhindar dari kutukan. Namun saat ini dengan perkembangan ilmu sains dan agama, gerhana bulan merupakan akibat dari dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan,” tuturnya.

Asep Zaenal berkisah,  pada zaman Rasulullah s.a.w, ketika gerhana bulan terjadi, masyarakat mengaitkan gerhana bulan tersebut dengan kematian seseorang. Kemudian Rasulullah mengingatkan bahwa gerhana bulan dan matahari adalah tanda kekuasaan Allah. 

“Maka, saat melihat gerhana kita diperintahkan hendaknya umat muslim berdoa, berdzikir serta salat dan menginfakkan hartanya di jalan Allah. Pada zaman Rasulullah, orang-orang kurang mampu berkumpul ketika terjadi gerhana. Kemudian sebagian yang lain akan berinfak secara langsung pada mereka,” jelasnya. 

Asep Zaenal menambahkan bahwa infak saat gerhana bisa dititipkan melalui lembaga pengumpul zakat atau wakaf. Bagi jamaah salman yang ingin bersedekah, berzakat atau berwakaf infornasinya  dapat dilihat diinstagram @rumahamalsalman atau @wakafsalmanitb