Gelaran CEO OPZ Forum 2022 Diapresiasi Kemenag RI, Rumah Amal Ikut Hadir Bahas Komitmen Kuatkan Peran Zakat dalam Pembangunan Negara


Share

Akun resmi Direktoral Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia (@literasizakatwakaf) pada Selasa, 8 November 2022 mengapresiasi kegiatan  CEO OPZ Forum 2022. Kegiatan tersebut merupakan sarana diskusi dan ruang bagi seluruh pimpinan OPZ anggota FOZ untuk memberikan gagasan serta masukan mengenai isu-isu strategis gerakan zakat dan kesejahteraan zakat.

Pada gelaran tersebut, Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) anggota Forum Zakat berkomitmen menguatkan peran zakat dalam pembangunan negara. Disampaikan oleh Ketua Umum FOZ, Bambang Suherman pada Rabu, 2 November 2022 di Hotek Millenium, Jakarta, lembaga zakat perlu memperbanyak program nyata  untuk pemberdayaan masyarakat dengan berbasis dana zakat yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan. Program ini selaras dengan indikator SDGs dan RPJMN serta membuka lebar kolaborasi lintas stakeholder agar manfaat semakin meluas.

Setelah pandemi, Indonesia masih menghadapi isu kemiskinan ekstrem yaitu kondisi dimana pendapatan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan ekstrem, dimana garis kemiskinan ekstrem setara dengan USD1.9 pada PPP (Purchasing Power Parity) 2011 dengan target capaian di angka 0% pada tahun 2024. “Belum lagi ancaman resesi global di tahun 2023. Resesi ekonomi bisa memicu kebangkrutan ekonomi yang ditandai dengan lemahnya daya beli akibat kesulitan finansial,” jelas Bambang Suherman.

Sejumlah dampak resesi yang berisiko dialami masyarakat di antaranya kenaikan harga kebutuhan sehari-hari termasuk makanan, pemutusan kerja, kenaikan harga pasokan energi, dan naiknya angka kemiskinan. Hal ini tentu menjadi tantangan baru bagi setiap negara untuk menjaga angka kemiskinan dari peningkatan jika terjadi resesi global tahun 2023. 

“Dalam meluaskan manfaat program dan penerima manfaat OPZ di Indonesia di tengah tantangan kemiskinan ekstrem yang diperparah dengan resesi, Forum Zakat melakukan transformasi digital untuk mengintegrasi data, memudahkan pembayaran ZIS dan mempercepat proses layanan OPZ melalui digitalisasi,” beber Bambang. 

Jadi, selain peningkatan tatakelola, penguatan distribusi program yang berdampak, transformasi digital menjadi upaya untuk mempercepat proses layanan OPZ. Berdasarkan survei terdapat enam tantangan transformasi digital. Tantangan tersebut antara lain terdiri atas kurangnya kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), isu kebijakan dan regulasi, isu keamanan dan perlindungan privasi, isu infrastruktur teknologi informasi (TI), integrasi sistem dan layanan, serta resistensi organisasi. “Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, perlu disusun strategi dan solusi bersama dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan zakat melalui perwujudan transformasi digital dalam gerakan zakat,” lanjutnya. 

Terakhir, Forum Zakat senantiasa menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga. “Kami dorong aspek legalitas perijinan, akuntabilitas lembaga, hingga peningkatan kompetensi dan sertifikasi amil, misi dalam memperkuat OPZ dan mewujudkan cita-cita ideal zakat di Indonesia,” tandasnya. 

Di sisi lain, Rumah Amal Salman yang diwakilkan oleh Direktur, Agis Nurholis dalam menanggapi CEO OPZ Forum 2022 kemarin tentu saja Rumah Amal Salman akan terus melanjutkan program-program yang mendukung pembangunan negara. Sejauh ini Rumah Amal Salman melalui peran serta donatur mencetuskan program-program berbasis pendidikan. Pendidikan adalah salah satu sektor yang dapat memperbaiki kualitas sumber daya manusia, sehingga para penerima manfaat dalam hal ini bisa memiliki visi dan misi yang luas untuk bisa membantu mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.

"Selain program pendidikan Rumah Amal Salman juga berkontribusi pada program-program teknologi dan pemberdayaan ekonomi. Mudah-mudahan hal ini bisa ikut serta menekan angka kemiskinan yang terjadi di Indonesia," kata Agis.


CEO OPZ Forum 2022 turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bimas Islam Kementerian Agama, Drs. H. Tarmizi Tohor, MA., Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr. Ashabul Kahfi, M.Ag, Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A., Pimpinan BAZNAS RI, Drs. KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA., dan seluruh Pimpinan/CEO OPZ se Indonesia. **