skip to Main Content

(Dikutip dari ‘Kisah-kisah Islam Anti-Korupsi’ karya Nasiruddin Al-Barabbasi)

Alkisah, seorang Yahudi mencuri seekor unta milik seorang Muslim. Namun, dia malah menuduh orang Muslim yang mencuri unta itu. Bahkan dia menghadirkan empat orang munafik sebagai saksi untuk diajukan dalam pengadilan, agar bersedia mendukungnya.

Dalam persidangan, Nabi saw. memutuskan bahwa unta itu milik si Yahudi karena telah diperkuat oleh empat orang saksi tersebut. Tak ayal, hukum potong tangan pun dijatuhkan kepada si Muslim.

Dalam hati, si Muslim seolah-olah tidak bisa menerima keputusan Nabi saw. tersebut, yang sangat membingungkan. Maka dia pun menengadah ke langit seraya berdoa, “Ya Ilahi, Penolongku! Engkau Maha Mengetahui bahwa aku tidak mencuri unta itu.”

Lalu si Muslim itu berkata kepada Nabi saw., “Ya Rasul! Keputusan Anda memang benar, namun aku memohon sudilah kiranya Anda bertanya kepada unta itu?”

Rasulullah saw. pun mengabulkan permintaannya dan langsung bertanya kepada unta itu, “Hai unta! Milik siapakah sebenarnya kau ini?”

Layaknya manusia, unta itu angkat bicara, “Ya Rasulullah! Sebenarnya aku ini milik si Muslim itu. Empat saksi yang dihadirkan si Yahudi itu adalah para pendusta yang jahat!”

Kemudian Rasulullah saw. bertanya kepada si Muslim, “Jelaskanlah amalan apakah yang kau lakukan sehingga Allah swt. menolongmu dengan adanya unta yang bisa bicara ini?”

“Ya Rasulullah! Setiap menjelang tidur, kupastikan untuk bershalawat kepada Anda sebanyak sepuluh kali.” Mendengar pengakuannya, beliau pun bersabda, “Di dunia ini kau selamat dari hukum potong tangan, dan di akhirat kelak kau akan bebas dari siksa. Semua itu berkat shalawatmu atasku.”

Dari kisah ini kita dapat melihat betapa sayangnya Allah terhadap orang yang menyayangi nabinya. Bahkan Rasulullah Saw. pernah bersabda,

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Hendaknya kita membiasakan untuk bershalawat, agar di hari kiamat kelak kita masuk ke dalam golongan yang paling dekat dengan Rasulullah Saw.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top