skip to Main Content

Oleh: Darmawan Aji

(Alumni Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB dan Unit Mata’ Salman)

Saya pertama kali membaca aturan dua menit ini dari bukunya David Allen yang berjudul Getting Things Done. Kemudian ketemu konsep yang serupa di beberapa buku lain. Aturan dua menit ini bermanfaat untuk mengatasi penundaan.

Aturannya sederhana:

1. Jika sesuatu bisa dituntaskan hanya dalam dua menit, segera kerjakan. Apa pekerjaan yang hanya memerlukan dua menit? Menjawab chat dari kolega? Membagikan artikel menarik untuk calon konsumen? Menuliskan ide-ide tema postingan? Jangan tunda dan tidak perlu masukkan ke to-do list Anda. Langsung kerjakan saja.

2. Jika sebuah pekerjaan sangat kompleks, mulailah dengan dua menit pertama dulu.Membayangkan diri kita mengerjakan tugas yang kompleks itu melelahkan dan membuat kita merasa malas mengerjakannya. Akhirnya kita menunda.

Maka, saat dihadapkan pekerjaan yang kompleks, tanyakan ke dalam diri: “Apa yang bisa saya lakukan dalam dua menit agar saya mengalami kemajuan?”(a) Mengerjakan laporan. Apa yang bisa saya lakukan dalam 2 menit ke depan? Oh, membuat kerangkanya. Kerjakan. (b) Membangun hubungan dengan reseller. Apa yang bisa saya lakukan 2 menit ke depan? Menyapa mereka. Lakukan. (c) Memasarkan produk baru. Apa yang bisa saya lakukan dalam 2 menit ke depan? Cari ide dengan searching promo produk sejenis. Lakukan.

3. Untuk membangun kebiasaan, mulailah dengan kebiasaan 2 menit. Apa kebiasaan ideal yang ingin Anda bentuk? Buat versi 2 menitnya. Ini akan memudahkan Anda. (a) Ingin berolahraga rutin? Mulailah dengan melakukan jumping jack selama 2 menit. (b) Ingin menulis 1000 kata setiap hari? Mulailah dengan menulis 50 kata terlebih dulu. (c) Ingin meditasi 30 menit? Mulailah dengan meditasi 2 menit. (d) Rutin membaca? Mulailah dengan membaca 1 halaman (hanya 2 menit).

Buat kebiasaan awal Anda sangat mudah dilakukan sehingga Anda tidak perlu menundanya.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top