skip to Main Content
Foto: Syarif Hidayat.

Oleh: Syarif Hidayat

(Warga Negara Indonesia beragama Islam, Dosen ITB yang bergiat di Masjid Salman)

Sahabat sekalian, saya mohon izin berbagi pandangan soal radikalisme.

Hari Selasa kemarin (05/01/2021) beberapa kawan bertanya bagaimana sikap saya sehubungan dengan beredarnya surat terbuka dari kelompok yang menamakan dirinya Gerakan Anti Radikalisme. Ini jawaban saya:

  1. Saya tidak tahu persis apa yang dimaksud kelompok ini dengan radikalisme dan kelompok mana yang dimaksud. Tetapi, bila yang dimaksudkan dengan sikap radikal adalah sikap memaksakan pandangan diri atau kelompoknya kepada publik (baik secara verbal ataupun secara fisik), saya sepenuhnya setuju untuk melawannya.
  2. Saya yakin kita sepakat bahwa sikap radikal memang ada pada kelompok SARA manapun. Tetapi, kendati pun suaranya nyaring, prosentase orang yang bersikap atau menyetujui sikap radikal relatif kecil.
  3. Saya juga yakin kita sepakat bahwa sebagian besar di antara kita adalah insan moderat multi dimensi yang bersyukur atas kebhinekaan kita, mengisinya dengan karya-karya yang memberi manfaat untuk bangsa dan sesama, sambil meniti jalan menuju surga (menurut keyakinan kita masing-masing). Pada saat yang sama kita juga tidak terpikir untuk memaksakan pendapat kita kepada orang lain.
  4. Saya yakin kita sepakat bahwa manusia bukan makhluk sempurna. Walaupun kita telah berniat baik, belum tentuk tindakan  kita tanpa cela, belum tentu pula disetujui orang lain. Akan tetapi adalah bijaksana bila kita  memperbaiki diri dengan mencerna kritikan orang lain, walau pun kadang terasa menyakitkan.
  5. Saya yakin kita sepakat bahwa sikap memberi cap atau stigmatisasi tanpa dasar merupakan sikap kerdil, tidak adil dan tidak produktif. Stigmatisasi tanpa dasar hanya menimbulkan permusuhan dan memancing balasan dari kelompok sasaran.
  6. Saya mengajak kepada sahabat yang merasa telah bersikap moderat tetapi dijadikan sasaran stigmatisasi, untuk tetap ajeg memelihara sikap moderat dan tetap berkarya dengan penuh keyakinan tanpa merasa terganggu atau terpancing untuk membalas tudingan yang memang umumnya tidak cukup berdasar.
  7. Saya mengajak kepada sahabat yang merasa gerah dengan sikap radikal dari kelompok yang “bukan kelompok kita”, apa pun keyakinan kita, apapun ideologi kita, apapun afiliasi kita, untuk terus ajeg memelihara sikap anti radikal tanpa terpeleset untuk bersikap radikal dengan memaksakan  generalisasi cap pada kelompok lain tanpa cukup bukti.
  8. Saya mengajak kita semua untuk memperkuat bangsa kita yang bhineka dengan berbincang secara rileks, meninggikan telinga dan merendahkan suara sehingga kita cukup beruntung untuk mendengar banyak dan memungut serpihan kebajikan bahkan dari musuh kita (bila memang ada).
  9. Saya mengajak kita semua untuk memusatkan energi positif kita, menghabiskan waktu untuk mencintai mereka yang mencintai kita, sehingga tidak tersisa waktu untuk membenci mereka yang membenci kita.

Demikian pandangan pribadi saya. 

Bandung, 06 Januari 2021

-SH-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top