skip to Main Content
Foto: Dok. Rumah Amal Salman

Sebagaimana kita tahu di masa ini, banyak sektor yang terdampak penyebaran infeksi virus COVID-19. Sejak pandemi, beberapa kebijakan pemerintah untuk menjaga kesehatan masyarakat cukup ketat diberlakukan. Anjuran social distancing, physical distancing, termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa waktu lalu, juga memberikan dampak bagi Palang Merah Indonesia (PMI), sehingga ketersediaan darah di sana juga berkurang.

Dilansir dari beberapa pemberitaan media, kegiatan donor banyak diberhentikan. Ditambah lagi munculnya informasi terkait bahayanya donor darah di saat pandemi. Padahal banyak penderita penyakit tertentu seperti demam berdarah dan thalasemia yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.

Oleh karenanya, untuk mematahkan kekhawatiran masyarakat, PMI membuat aturan protokol kesehatan terkait pelaksanaan donor darah di masa pandemi. Mulai dari pemeriksaan suhu, mengisi formulir seleksi donor COVID-19, serta wawancara terkait kemungkinan tertular COVID-19.

Pada kesempatan kemarin, Kamis, 19 November 2020, untuk memenuhi stok darah di PMI, Fakultas Teknik Mesin dan Digantara (FTMD ITB) berkolaborasi dengan Rumah Amal Salman, YPM Salman ITB dan juga Badan Wakaf Salman untuk mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Salman ITB dari pagi hingga tengah hari. Kegiatan ini juga merupakan usulan kebaikan dari Prof. Wiranto Arismunandar (FTMD ITB), bertepatan dengan hari jadinya yang ke 87 tahun.

Di sisi lain, antusiasme masyarakat ternyata cukup baik. Dari 69 pendaftar, alhamdulillah terkumpul sebanyak 44 labu darah. Salah satu pendonor bernama Muhamad Daris Al Husna menyampaikan bahwa dirinya tidak merasa khawatir melakukan donor darah di masa pandemi, sebab kegiatan ini tetap memerhatikan protokol kesehatan.

“Selama masa pandemi saya sudah melaksanakan donor darah sebanyak 2 kali. Pertama di PMI, dan sekarang di Salman. Saya tidak merasa khawatir sebab para pendonor melaksanakan protokoler kesehatan. Seperti kegiatan kita di 14 hari sebelumnya dicek, begitupun kesehatan fisik kita”, ucap Daris.

Pada dasarnya, donor darah di masa pandemi tidak dilarang, selama dilakukan sesuai protokol Covid-19. Sebagaimana redaksi awal, justru donor darah di masa pandemi ini sangat membantu dan menjadi sesuatu yang berharga bagi pasien di luar sana.

“Kami berterima kasih atas terselenggaranya donor darah di Salman. Terima kasih juga sebab kegiatannya dilaksanakan sesuai protokol, semua jaga jarak, sehingga kegiatan berjalan terkendali,” tutur dr. Triwenda Putri.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top