skip to Main Content

(Rumah Amal Salman, Bandung) – Puncak proyek akhir Beasiswa Aktivis Salman 2019/2020 tinggal menghitung hari. Untuk melecut semangat beswan, Rumah Amal Salman kembali menggelar pembinaan rutin, Ahad (25/10). Mengusung tema “Keringat Terakhir Menuju Garis Finish”, para beswan antusias menyampaikan perkembangan karyanya via Zoom.

Hadir dalam kegiatan kali ini, para pengurus Internal Rumah Amal Salman, di antaranya General Manajer Agis Nurholis, S.T., Manajer Program Agus Eka Prasetyo, S.Si, dan Kepala Program Beasiswa Aktivis Salman Sinta Nurhia Dewi, S.Si.

Mengawali acara, Agis Nurholis memantik semangat dengan memutarkan dua video. Video pertama berisi motivasi tentang tujuan, prestasi, dan talkative power.

“Saya teringat pesan Mas Hari pimpinan Rumah Amal Salman, bahwa sebuah momen itu tidak akan berulang sama, maka pastikan memberikan momen terbaik!” ucap Kang Agis.

Kang Agis lantas menuturkan tentang perjalanan proyek akhir Beasiswa Aktivis Salman 2019/2020 ini ibarat ‘Summit Attack’. Istilah ini mengacu pada perjuangan para pendaki gunung ketika hendak mencapai puncak. Menurutnya, sebelum mencapai puncak gunung, ada anggota yang merasakan semakin semangat, ada yang memilih menyerah dan berhenti karena tertatih-tatih di jalan.

“Itulah ujian kita sekarang. Boleh jadi ketika sampai garis finish, kita butuh kekuatan kolektif agar bareng-bareng sampai puncak,” tuturnya dengan penuh keyakinan.

Untuk menguatkan pendapatnya, Kang Agis memutarkan video kedua tentang pentingnya kekuatan kolektif. Video itu menampilkan kumpulan penguin yang berhasil mengalahkan hiu karena kompak merapat satu tim. Video itu juga menampilkan beragam hewan kecil lainnnya yang mampu mengalahkan predator karena kompak bersatu.

Sebagai penutup sambutan, Kang Agis mengingatkan bahwa dana untuk Beasiswa Aktivis Salman tidak lain bersumber dari dana zakat dan infaq. Untuk itu, Kang Agis mengingatkan kembali tentang tujuh nilai leading figure yaitu Unggul, Visioner, Ambisius, Empati, Influencer, Kreatif dan Karya Nyata, serta Rahmatan Lil ‘Alamin.

“Bicara nilai Ambisius, berkaitan dengan peran tentang tugas dan amanah. (Katakan) Saya harus ambisius karena momen ini tidak akan berulang!”, ulasnya mencontohkan penjabaran nilai.

Selanjutnya, pembinaan diisi oleh Romi Hardiansyah selaku Manajer Marketing Rumah Amal Salman yang memaparkan materi seputar zakat dan dilanjutkan dengan kuis untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan zakat para beswan aktivis.

Kegiatan pembinaan semakin seru ketika Dewan Pengurus Pusat proyek yang bernama BAS Sinema, serta dua sekutu yang bertarung memaparkan progres akhir karya nyata mereka, sesuai dengan tema yang diusung “Keringat Terakhir Menuju Garis Finish”. Karya nyata kedua sekutu akan segera selesai dan disalurkan kepada sasaran manfaatnya. Progres karya sekutu utara mencapai 72,44% dan sekutu selatan mencapai 75,93%. Hasil karya mereka dapat disaksikan dalam film yang akan tayang perdana secara live di youtube pada bulan November 2020.

Senada dengan hal tersebut, Mas Agus Eka Prasetyo selaku Manajer Program Rumah Amal Salman menyampaikan pentingnya menjadi orang dengan ‘Billionaire Mind Set’.

“Nomor satu, mereka itu selalu bertanya, hal besar apa yang sedang dihadapi hari ini?” Katanya kepada 67 beswan yang hadir menyimak. Sebagai informasi, ada 71 penerima aktif Beasiswa Aktivis Salman hingga Oktober 2020. Namun 4 beswan berhalangan hadir karena sakit.

Agus meneruskan bahwa mindset kedua ialah mereka, para Billionaire mindset itu membayangkan untuk menghadapi nomor satu, jika mereka bisa menyelesaikan masalah itu, akan jadi expert apa mereka di masa depan.

Oleh karenanya, para beswan diharapkan untuk selalu siap menghadapi setiap masalah yang ada di proyek karya angkatan, karena dari sekian cerita dan sekian keringat akan menghasilkan karya yang bermanfaat untuk masa depan.

Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi wisuda 7 beswan Aktivis Salman yang telah menyelesaikan studinya dari universitas masing-masing pada bulan Oktober 2020.

“Ketika pembinaan Bulan September Mas Agus bertanya kepada saya “Apasih real benefit yang saya dapatkan selama menjadi beswan BAS?” Nah, saat itu entah mungkin karena gugup, saya hanya menjawab bahwa BAS sangat menginspirasi saya. Jika boleh dikoreksi benefit yang saya dapatkan di BAS itu tidak terhitung, saya merasakan banyak sekali perubahan dalam diri saya semenjak bergabung dengan BAS,” ungkap salah satu wisudawan Tazkia Alby, A.Md., Jaminan Mutu Pangan 2017 – Institut Pertanian Bogor.

Semoga gelar dan ilmu yang diperoleh berkah, selalu berkontribusi untuk umat serta menjadi Leading Figure masa depan sesuai dengan jargon andalan Beasiswa Aktivis Salman. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top