skip to Main Content

(Rumah Amal Salman, Bandung) – Rumah Amal Salman bekerjasama dengan Pusat Halal Salman ITB serta Bidang Mahasiswa, Kaderisasi dan Alumni Salman ITB mengadakan online talkshow dengan tema “Menebar Dakwah di Negeri Sakura”. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2020. Hingga acara usai, acara ini dihadiri 190-an peserta yang tersebar dari berbagai kota di Indonesia bahkan terdaftar pula peserta yang berdomisili di Jepang dan Turki.

Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB atau 11.30 JST dan langsung dibuka oleh ketua YPM Salman Prof. Dr. Ir. Suwarno, MT. yang sekaligus memberikan pesan untuk mengambil hikmah dari saudara-saudara kita di Jepang dalam perjuangan ibadah maupun dakwahnya. Selain itu, beliau juga berharap acara serupa juga dapat dilakukan dengan narasumber muallaf dari negara lain.

Online talkshow kali ini menghadirkan dua orang muallaf asal Jepang, Kaiji “Kadir” Wada dan Tazuke Noriaki (Muhammad Zaki). Kedua narasumber yang hadir pada online talkshow kali ini merupakan muallaf yang dulunya juga sempat belajar dan beraktivitas di Masjid Salman ITB. Kisah menarik disuguhkan oleh kedua narasumber. Kaiji-san menuturkan ada tiga hal utama yang membuat dirinya memutuskan untuk masuk Islam setelah sebelumnya dia tidak memiliki agama. Tiga hal itu adalah mengenai tujuan hidup, kepentingan keluarga, serta adanya kepercayaan dunia akhirat. Sementara itu, Tazuke-san bercerita bahwa dirinya tertarik dengan Islam setelah dirinya banyak berinteraksi dengan teman perusahaannya berasal dari Indonesia dan beragama Islam. Disini dia melihat, meskipun banyak teman kerjanya yang usianya lebih muda, tetapi memiliki kebaikan dan kesabaran. Karena itulah, Tazuke-san tertarik untuk masuk Islam.

Proses masuknya mereka berdua ke dalam agama Islam tidak semulus yang dibayangkan. Selain karena pandangan masyarakat Jepang secara umum yang masih asing tentang muslim dan hanya terpapar dengan “terorisme” yang sering dikaitkan dengan muslim, ada pula hambatan dari keluarga atau orang terdekat. Ibu Kaiji-san yang tidak beragama bahkan menolak semua jenis agama. Namun, dengan pendekatan yang baik, Kaiji-san mampu membuat ibunya menerima keputusannya. Bahkan kini, tidak jarang ibunya mengirimkan daging halal kepada Kaiji-san. Begitu juga dengan Tazuke-san, latar belakang keluarganya yang beragama Shinto pun membuat keluarganya sempat bertanya-tanya mengapa pada akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Namun, setelah Tazuke-san sudah menikah, keluarganya pun Kembali bersikap baik kepadanya.

Dalam acara ini pun diceritakan bagaimana mereka berdua mengenalkan agama Islam, dan mendakwahkannya dengan cara mereka masing-masing. Di akhir sesi, disampaikan hikmah yang disampaikan oleh 2 peserta. Hikmah yang disampaikan berkaitan dengan bagaimana kita bersikap sebagai duta muslim di tempat tinggal kita sehingga Islam tidak terlihat seperti apa yang banyak di media. *

(Ahmad M. Anwar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top