skip to Main Content

(Rumah Amal Salman, Bandung) – Pada tahun ini, Rumah Amal Salman melalui program Beasiswa Perintis berhasil meluluskan 116 peserta binaan ke Perguruan Tinggi di Indonesia, baik melalui jalur SNMPTN, UTBK/SBMPTN, serta berbagai seleksi mandiri. Sebanyak 89% peserta berhasil melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 11% sisanya ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Terdapat sejumlah 21 PTN yang berhasil ditembus oleh para peserta Beasiswa Perintis, di antaranya ITB (38 orang), UI (3 orang), UGM (3 orang), IPB (4 orang), UNPAD (5 orang), UPI (18 orang), dan lainnya.

Hasil ini merupakan buah dari perjuangan para peserta setelah mengikuti berbagai kegiatan pembinaan selama berbulan-bulan lamanya. Learning Camp I, Pembinaan 2 Pekanan, Latihan Soal Harian, serta Learning Camp 2 yang dilakukan secara online, telah mereka lalui dengan antusias sampai tuntas. Dengan perjuangan tersebut, akhirnya mereka dapat melalui ujian masuk perguruan tinggi dengan baik dan mendapatkan hasil terbaik.

Pelaksanaan Beasiswa Perintis tahun ini, memang kurang memenuhi target, meski di samping itu juga kami tetap bersyukur, sebab para peserta lulus ke perguruan-perguruan negeri terbaik. Setidaknya ada beberapa faktor yang menjadi penyebab, seperti adanya perubahan sistem UTBK. Kali ini, soal sains dan teknologi (saintek) juga sosial hukum (soshum) ditiadakan, dan peserta hanya mengerjakan soal tes potensi skolastik saja. Sehingga beberapa peserta yang memiliki kelebihan di bidang pengetahuan saintek dan soshum harus bersaing dengan cara yang baru. Sistem belajar bimbingan ilmu sainstek dan soshum yang biasanya mempelajari materi yang diajarkan, materi-materi praktek, perlu menggunakan metode baru.

Selain itu, kondisi pandemi memang menjadi kendala tersendiri, sebab pembinaan yang biasanya dilakukan secara langsung, harus dilakukan secara online.

“Kondisi pandemi membuat kami perlu mencari metode pembelajaran yang efektif bagi adik-adik terutama yang berada di daerah. Maklum saja, jaringan di daerah tidak begitu mendukung sistem pembelajaran secara online,” kata Ketua Program Beasiswa Perintis, Husnul Hayati.

Terlepas dari tantangan itu semua, Beasiswa Perintis tetap diproyeksikan sebagai program talent scouting SDM berkualitas di Jawa Barat. Bahkan, untuk tahun ini, kebermanfaatan Beasiswa Perintis akan dibuka secara nasional. Hal ini tentu membuka kesempatan bagi tim Beasiswa Perintis menemukan bibit-bibit unggul di seluruh penjuru Indonesia. Sehingga kebermanfaatan program bisa dirasakan secara lebih luas lagi. ***

______________________________________________________________________________

Beasiswa Perintis merupakan program pembinaan bagi siswa SLTA/ sederajat dari kalangan dhuafa untuk dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama. Keterbatasan fasilitas belajar, fasilitator, informasi perkuliahan, biaya, dan lainnya membuat sebagian lulusan SLTA/ sederajat dari kalangan dhuafa memilih untuk tidak melanjutkan studinya ke perguruan tinggi meskipun memiliki potensi akademik yang memadai. Beasiswa-beasiswa yang ada pun, umumnya diberikan justru setelah seseorang dinyatakan lulus ke perguruan tinggi. Padahal, pembinaan (meliputi akademik, mental, spiritual, motivasi, karakter, dan lainnya) dan fasilitasi (meliputi pendukung pembelajaran, akses informasi, biaya pendaftaran, dan lainnya) agar seseorang dapat melanjutkan studi adalah hal yang tidak kalah penting.

Beasiswa Perintis merupakan salah satu program yang didanai dari dana zakat yang masyarakat tunaikan. Beasiswa Perintis merupakan upaya dalam memutuskan rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Rumah Amal Salman adalah lembaga pengelola zakat, infak, sedekah dan lainnya yang berfokus pada pendidikan dan teknologi.

Alamat: Jalan Gelap Nyawang nomor 4, Bandung | Call Center +62 811-2228-333 |www.rumahamal.org| instagram.com/rumahamalsalman/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top