skip to Main Content
Herry Mardian.

Oleh: Herry Mardian (Freelance Writer)

BERAPA Rupiah harga seorang budak belian bernama Ruzbeh?

Seorang keturunan bangsawan dan pendeta terkemuka Persia, bernama Ruzbeh, selama perjalanannya mencari Tuhan, ia ditipu oleh rombongan kafilahnya dan malahan dijual sebagai seorang budak kepada seorang Yahudi di semenanjung Arabia.

Namun, dalam kondisinya yang telah menjadi budak itu, ia berhasil menemui sosok yang dicarinya: Sang Nabi terakhir yang dijanjikan, sebagaimana tertulis dalam tablet-tablet tanah liat agama lamanya Majusi—sebagaimana juga telah ditunjukkan ciri-cirinya oleh para guru-guru Nasraninya.

Setelah Ruzbeh menguji Sang Nabi sebanyak tiga kali, akhirnya ia menyatakan diri memeluk agama Sang Nabi. Nabi itu, Rasulullah Saw., menerima ke-islaman Ruzbeh, dan mengubah namanya menjadi Salman. Sejak saat itu, ia dipanggil Salman Si Persia, alias Salman Al-Farsi.

Status Salman yang masih menjadi budak seorang Yahudi membuatnya tidak dapat leluasa bergabung dengan para sahabat Rasulullah Saw. Ketika ada dua kali panggilan jihad untuk bertempur di perang Badar dan Uhud, statusnya ini membuatnya tidak dapat ikut serta membela Rasulullah Saw., Sang Nabi yang sangat dicintainya, yang telah dicarinya sepanjang usianya.

Ketika Salman menyampaikan ini kepada Rasulullah Saw., Beliau meminta Salman untuk menanyakan kepada tuannya, berapa harga yang diinginkan tuannya agar ia bisa menebus dirinya sendiri. Salman melakukannya.

Rasulullah Saw. juga memerintahkan agar perjanjian dengan tuannya tersebut dibuatnya tertulis, sesuai harga yang diinginkan tuannya. Perhatikan, bahwa Rasulullah Saw. tidak memerintahkan para sahabat untuk merampas Salman dari tuannya, atau membunuh si Yahudi untuk membebaskan Salman.

Majikan Salman menyebutkan harganya. Ia hanya bersedia membebaskan Salman jika ia memperoleh 300 pohon kurma subur yang telah ditanam di tanahnya, dan emas murni seberat 40 uqiyah. Mereka lalu menuliskan perjanjian mereka.

Salman menyampaikan hal ini kepada Rasulullah Saw., yang kemudian bersabda kepada para sahabat di sekelilingnya, “Bantulah saudaramu ini.” Lalu, para sahabat pun mengumpulkan apa yang bisa mereka kumpulkan dari kebun mereka masing-masing. Ada yang menyerahkan dua pohon, lima pohon, sepuluh pohon, dua puluh pohon, tiga puluh pohon, hingga akhirnya terkumpul tiga ratus pohon kurma kecil.

Rasulullah saw lalu memerintahkan mereka untuk menggali tiga ratus lubang pohon di kebun majikan Salman. Namun, Beliau menegaskan bahwa setelah mereka selesai menggali lubang, Beliau sendirilah yang akan menanam seluruh pohon kurma itu, dengan tangannya sendiri.

Mereka pun melakukannya, dan Rasulullah Saw. sendiri yang menanam seluruh pohon kurma untuk harga pembebasan Salman tersebut. Beberapa waktu berlalu, dan terlihat bahwa seluruh pohon kurma yang ditanam oleh tangan mulia Beliau seluruhnya tumbuh subur, dan tidak ada satu pun yang mati.

Salman menyerahkan kebun itu ke majikannya, dan majikannya menerimanya. Kini, setengah harga Salman membebaskan dirinya sudah terbayar. Tinggal setengahnya lagi: emas seberat 40 uqiyah.

Seorang sahabat membawa butir emas sebesar telur angsa kepada Rasulullah saw, yang ditemukannya ketika menggali parit untuk pertahanan kota Madinah. Ketika ditimbang, emas tersebut beratnya tidak sampai 40 uqiyah. Kemudian, menurut riwayat, Rasulullah saw memasukkan emas tersebut ke dalam mulut Beliau saw dan memutar-mutarnya dengan lidahnya, kemudian mengeluarkannya lagi. Beliau memerintahkan kepada Salman untuk menimbangnya. Kali ini, beratnya tepat 40 uqiyah.

Rasulullah saw menyerahkan emas itu kepada Salman, dan menyuruhnya untuk menyerahkannya pada tuannya. Salman melakukannya, dan ia pun bebas dari perbudakan menjadi orang merdeka.

: :

Sekarang, mungkin sedikit terbayang berapa luas lahan untuk menanam 300 pohon kurma. Tapi sebenarnya, 40 uqiyah itu berapa, ya? Kita mungkin membayangkan 40 koin emas. Apa benar? Berapa sih sebenarnya harga membebaskan seorang budak itu?

Uqiyah, adalah satuan berat kuno yang ketika itu umum dipakai di Romawi, Latin, dan Afrika. Dari kata ‘wakia’, di latin disebut ‘uncia’, dan kemudian menjadi kata bahasa Inggris, ‘ounce’. Berbeda dengan 1 ons kita yang 100 gram (dari satuan berat Bangsa Belanda), 1 ounce atau 1 uqiya ini setara dengan 31,7 gram.

Nah, 40 uqiyah adalah 31,7 g dikali 40, adalah 1.268 gram, atau 1,268 kilogram emas.

Berapa rupiah 1,268 kilogram emas? Jika dikonversi ke harga emas antam hari ini (Rp 1.014.000,- per gram), maka itu setara dengan Rp 1.285.752.000,-. Satu milyar, dua ratus delapan puluh lima juta, tujuh ratus lima puluh dua ribu rupiah. Itu harga seorang budak bernama Salman Al-Farsi (plus, 300 pohon kurma tanam).

Hampir 1,3 milyar rupiah.

Omong-omong, sebenarnya secara hukum kita juga kena denda membebaskan seorang budak, jika sengaja berhubungan suami istri di siang hari saat bulan Ramadhan. Artinya, dendanya kira-kira segitu. 1,3 milyar. Hahaha. Kaget? Makanya, jangan sembarangan.

*(Dikisahkan kembali oleh Herry Mardian dari berbagai sumber, dan dari satu bagian kajian tarikh oleh Muhammad Sigit Pramudya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top