skip to Main Content

Melihat sayuran atau buah yang kita tanam tumbuh meninggi adalah kenikmatan tersendiri. Apalagi menikmati hasil panennya.

Kenikmatan inilah yang coba dibagi Tini Martini Tapran, alumni Bioter (Biologi Terapan) Salman ITB, bersama rekan-rekannya Rabu pagi kemarin (26/08).

Sebagai bagian gerakan Salman ITB Ramah Lingkungan (Si Ramli), Tini dibantu Bu Mumsi, Mang Uus (karyawan Salman), dan Lance (Muslim asal Sierra Leone Afrika Barat), mulai memanfaatkan sepetak lahan kecil Salman di pinggir Jl. Ciung Wanara. Di samping lahan yang sama sedang disiapkan pupuk kompos dari sisa daun, rumput dan sampah makanan di Salman.

Lance yang membantu Tini, mengaku berasal dari keluarga petani. “Ya ayah saya bertanam padi di Sierra Leone,” tuturnya. Ia mengaku senang belajar bercocok tanam hari itu.

Petak lahan tersebut ditanami kenikir, tomat, bawang, sosin dan beberapa jenis sayuran lain. Tini juga menanam kacang-kacangan untuk menyuburkan tanah.

Petak lahan beserta pengolahan kompos ini akan dikelola Tim Si Ramli dengan didukung Asrama Salman ITB.

“Akan sangat luar biasa jika anak-anak asrama mengonsumsi sayuran dan buah yang mereka tanam sendiri, yang dipupuk dengan sampah dari sisa-sisa makanan mereka. Jadi tidak ada materi yang keluar dari daur makanan,” tutur Tini.

Petak kebun mini ini adalah percobaan untuk melihat tantangan apa saja yang akan muncul dalam upaya bercocok tanam sekaligus memanfaatkan sampah organik di Salman. Jika berhasil, kebun mini di masjid diharapkan bisa menjadi model tempat belajar bertani sekaligus sarana melepas stres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top