skip to Main Content

Sinergi Masjid dan Komunitas dalam Membangun Kemandirian Bangsa Menghadapi Dunia Pasca Pandemi

Perpanjangan Deadline Abstrak

Deadline (batas waktu) pengumpulan abstrak untuk Webinar Ilmiah Masjid II tahun 1442 H/2020 M, kami perpanjang hingga Kamis, 15 Oktober 2020. Bagi para calon peserta yang berminat, silakan mengirimkan abstrak ke tautan berikut: http://bit.ly/WebinarIlmiahMasjid-2.

A. Latar Belakang

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia sekaligus menjadi negara dengan jumlah masjid terbanyak. Diperkirakan jumlah masjid (termasuk langgar, surau dan mushalla) saat ini di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 1 juta. Masjid bukan saja muncul di permukiman baik di kota maupun desa, melainkan juga di pusat-pusat aktivitas masyarakat seperti kampus, sekolah, pusat kota/alun-alun, pusat perbelanjaan, perkantoran, maupun pabrik/industri.

Jumlah masjid yang demikian banyak, memunculkan pertanyaan: sudahkah masjid-masjid tersebut makmur, dan lebih penting lagi memakmurkan masyarakat di sekelilingnya? Kemakmuran masjid seringkali diidentikkan orang dengan ramainya jamaah, berjalannya beragam kegiatan, dan bangunan masjid yang terawat dengan baik. Kemakmuran masyarakat di sisi lain sebenarnya juga tidak jauh berbeda dari gambaran tersebut. Masyarakat yang makmur adalah yang tatanan sosialnya terawat, fungsi-fungsi pemenuhan kebutuhan warganya berjalan, dan anggotanya terus berkembang menghasilkan aneka karya dan aktivitas. Dengan kata lain, masyarakat yang makmur adalah masyarakat yang tumbuh dan maju. 

Di tengah upaya menjawab tantangan memakmurkan masjid sekaligus masyarakat di sekitarnya, bangsa Indonesia beserta masyarakat dunia diterpa ujian dahsyat berupa pandemi COVID-19. Pandemi ini tidak saja mengancam kesehatan miliaran penduduk dunia, akan tetapi juga berbagai aspek tatanan kehidupan. Ancaman kesehatan akibat wabah membatasi berbagai aktivitas di tempat umum, dan pada gilirannya menimbulkan ancaman-ancaman berikutnya dalam bentuk resesi ekonomi, kelangkaan pangan, terhalangnya kegiatan beribadah, mandeknya layanan pendidikan dan kesehatan, percekcokan keluarga bahkan perceraian, dan masih banyak lagi.

Disamping mengancam, wabah juga membongkar berbagai aspek tatanan kehidupan yang telah disinggung di atas. Cara kita beribadah, bekerja, berbelanja, belajar dan mengajar, makan-minum, berolahraga dan bahkan berekreasi telah dan akan terus berubah drastis ke depan. Sejumlah proyeksi dan prediksi telah dikemukakan para analis dan pemikir mengenai dunia pasca pandemi di masa depan. Dunia pasca pandemi adalah tantangan bagi segenap elemen bangsa termasuk para aktivis dan pengurus masjid.   

Beragam ancaman dan tantangan yang muncul akibat pandemi COVID-19 sekaligus membuka mata akan besarnya ketergantungan kita kepada bangsa-bangsa lain. Mulai dari alat-alat dan perlengkapan kesehatan yang sangat vital di tengah wabah, bahan-bahan pangan, hingga teknologi informasi yang kita gunakan untuk tetap beraktivitas di tengah pandemi, sebagian besar diperoleh dari impor. Munculnya wabah, memaksa kita untuk kembali memikirkan kemandirian bangsa. 

Dari uraian di atas, upaya-upaya untuk memakmurkan masjid sekaligus masyarakat sekitarnya, kini tidak dapat dilepaskan dari pembangunan kemandirian bangsa dalam konteks menghadapi tantangan dunia pasca pandemi ke depan. Karena itu, kiranya para aktivis, pengurus masjid maupun para cendekiawan Muslim di Indonesia perlu memikirkan, menggulirkan dan menyebarkan gagasan maupun aktivitas-aktivitas kemasjidan yang mendorong kemandirian bangsa ke depan.

Demi mensistematiskan penghimpunan, pengkajian serta publikasi aneka gagasan dan aktivitas tersebut, YPM Salman ITB bekerjasama dengan AMKI menggulirkan program Webinar Ilmiah Masjid II. Program Seminar Ilmiah Masjid I telah dilaksanakan sebelumnya pada tahun 2019 dengan menghadirkan 31 pembicara dan pemakalah serta total 146 peserta.

Pada tahun 2020 ini, menyikapi kondisi persebaran COVID-19 yang masih mengancam, acara akan dilakukan dalam format webinar. Event ini adalah bagian dari rangkaian Bulan Ilmiah Masjid sepanjang November 2020, yang antara lain juga akan diisi dengan Webinar Adiwidya Pascasarjana ITB dan  Kompetisi Teknologi Inventra Salman ITB. Webinar Ilmiah Masjid sendiri akan diisi dengan pemaparan dan diskusi mengenai hasil kajian maupun model-model program masjid di bawah tema besar: “Sinergi Masjid dan Komunitas dalam Membangun Kemandirian Bangsa Menghadapi Dunia Pasca Pandemi”.

B. Waktu dan Platform

Sabtu-Ahad, 14-15 November 2020 pkl. 08.00-16.00 WIB via Zoom.

C. Agenda Penting

  1. Batas pendaftaran abstrak makalah: 25 September 2020 15 Oktober 2020
  2. Batas penyerahan makalah lengkap: 05 November 2020
  3. Pengumuman makalah terpilih untuk presentasi: 06 November 2020
  4. Presentasi makalah: 14-15 November 2020

D. Kelompok Tema Bahasan

  1. Menyiapkan Pemimpin dari Masjid Menyongsong Dunia Pasca Pandemi
  2. Peran Masjid dan Komunitas dalam Membangun Kemandirian Teknologi
  3. Gerakan Ekonomi Berbasis Masjid dan Komunitas untuk Membangun Kemandirian
  4. Membangun Kemandirian Pangan dari Masjid dan Komunitas
  5. Pendidikan yang Memerdekakan lewat Masjid dan Komunitas
  6. Peluang dan Tantangan Gaya Hidup Halal di Dunia Pasca Pandemi
  7. Kontribusi Masjid dan Komunitas dalam Membangun Masyarakat Tangguh Wabah dan Bencana 
  8. Manajemen Masjid Modern yang Memakmurkan dan Dimakmurkan Jamaah
  9. Perancangan dan Pengelolaan Fasilitas Masjid yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan
  10. Pembinaan Keluarga Berbasis Masjid dan Komunitas untuk Melahirkan Generasi Berdikari

E. Format Abstrak & Makalah

Format abstrak makalah untuk webinar ini, dapat dilihat sebagai berikut:

Adapun Panduan Makalah dapat diunduh pada tautan berikut ini:

F. Pendaftaran

Daftarkan abstrak makalah Anda segera lewat link berikut (sebelum Jumat, 25 September 2020):

http://bit.ly/WebinarIlmiahMasjid-2

Peserta yang makalahnya lolos review terpilih untuk presentasi (dimuat di prosiding) akan dikenakan infak Rp 300 ribu per judul makalah, dengan fasilitas mendapatkan prosiding cetak (ISSN: 2686-5513) dan sertifikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top