skip to Main Content

Demi menyesuaikan diri dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), ratusan ribu siswa kurang mampu di seluruh negeri harus rela meminjam ponsel genggam ke sana-sini. Bahkan, berjalan berkilo-kilometer jauhnya demi mendapatkan akses internet. Kendala yang sama pun dialami para guru, yang terpaksa memutar otak demi membuat dan menyebarkan alat ajar secara daring.

Atas dasar itu, Wakaf Salman, Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman ITB, dan Universitas Muhammadiyah Bandung berkolaborasi dalam program, Donasi & Wakaf 4in1 GARUDA (Gadget untuk guru Dan siswA). Mereka menargetkan penyaluran 750 unit ponsel, paket kuota, serta fasilitas pendidikan kepada guru dan siswa di Bandung Raya. Tidak sampai setengah hari, ribuan pesan Whatsapp berisi permohonan bantuan menyerbu.

Hal ini diceritakan oleh Asisten Manajer LPP Salman ITB, Palupi. Ia mengaku membagikan informasi pengajuan bantuan gawai dan kuota ke grup guru fisika Madrasah Aliyah se-Jawa Barat.

“Saya hanya share ke satu grup saja, ya intinya sudah mewakili satu provinsi lah ya, target kan satu provinsi. Makanya pakai nomor saya, untungnya saya buat alamat email baru juga. Sampai tadi sudah 1400 email masuk, dan pesan Whatsapp saya sudah ribuan,” ujarnya, Senin (3/8).

Satu email yang Palupi terima bisa mencakup pengajuan untuk 4-5 orang siswa. Sebagai verifikator, tentu ia memilah pengajuan mana saja yang dapat lolos verifikasi. Ia mengatakan, hanya pengajuan resmi dari sekolahlah yang akan diterima. “Kalau (pengajuan) sendiri atau dari orangtua saya tidak terima, supaya jelas verifikasinya,” lanjutnya.

Pengajuan yang berasal dari sekolah lebih jelas pertanggungjawabannya. Pasalnya, setiap sekolah dipercaya memiliki data lengkap siswa yang tidak mampu. Sehingga, penyaluran manfaat program ini pun akan tepat sasaran.

Pengajuan program donasi gadget untuk guru dan siswa ini ditutup sampai Kamis (6/8). Namun, melihat respon yang membludak, Palupi akan segera menutupnya. Di sisi lain, tim Wakaf Salman akan meninjau lebih lanjut situasi dan kondisi yang akan datang. Ada kemungkinan, kuota penerima manfaat yang mulanya dibatasi 10 orang per sekolah akan ditambah.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top