skip to Main Content
Foto: Antara

Hingga sebelum pandemi COVID-19, Indonesia belum mampu memproduksi ventilator sendiri. Rumah sakit mencukupi kebutuhan ventilatornya dari impor, sehingga harganya dapat mencapai ratusan juta. Padahal, di tengah pandemi ini, rumah sakit harus menyediakan ventilator dalam jumlah banyak. Dengan hadirnya Vent-I hasil kreasi ITB, Unpad, dan YPM Salman ITB, kini rumah sakit bisa mendapatkan ventilator secara gratis. Lantas, bagaimanakah ventilator karya anak bangsa ini bisa sampai pada pasien?

Vent-I dapat membantu banyak pasien di seluruh Indonesia berkat tim distribusi yang diketuai oleh Ir. Hari Kartono Utomo. Hingga Kamis (25/06), sudah ada sebanyak 264 unit Vent-I yang didistribusikan di seluruh Indonesia, tepatnya di Provinsi Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Distribusi Vent-I masih terkonsentrasi di Pulau Jawa karena merupakan episentrum penyebaran COVID-19, terutama Jakarta dan Jawa Timur. Untuk ke depannya, distribusi Vent-I akan dilakukan dengan lebih merata di seluruh Indonesia.

“Banyak yang berdonasi, baik dari pihak perusahaan maupun individu karena Vent-I ini sangat bermanfaat. Covid ini berbahaya dan menular sangat cepat. Karena itu, mereka ingin membantu,” Demikian papar Hari yang menjelaskan bagaimana Vent-I dapat tersalurkan secara gratis. Donasi yang ditampung hingga saat ini telah mencapai angka di atas Rp10 milyar. Dengan pendanaan sebesar itu, sebanyak 900 unit Vent-I siap untuk diproduksi.

Tim distribusi mengurusi proses dari sterilisasi alat, pendataan rumah sakit, pengemasan, pengiriman, sampai follow up pihak rumah sakit yang telah menerimanya. Sterilisasi diperlukan untuk menjaga Vent-I bebas virus dan bakteri. “Jangan sampai Vent-I ini malah membawa virus baru kepada pasien,” kata Fajar Siddiq, anggota tim distribusi. Selanjutnya, dilakukan pengemasan untuk menjaga Vent-I tetap aman selama pengiriman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top