skip to Main Content

“Wahai manusia sekalian, perhatikanlah kata-kataku ini! Aku tidak tahu, kalau-kalau sesudah tahun ini, dalam keadaan seperti ini, aku tidak akan bertemu lagi dengan kamu sekalian.” ⁣

Kalimat itu disabdakan Nabi Muhammad saat berkhutbah di hadapan sekitar 144 ribu manusia dalam pelaksanaan haji wada’ atau haji perpisahan pada tahun ke-10 Hijriah.⁣

Tak lama sesudah itu, turunlah firman Allah yang berbunyi, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridai Islam sebagai agama bagimu” (Al-Maidah:3)⁣

Pecahlah tangis para sahabat, termasuk Abu Bakar dan Umar. Mereka menyadari bahwa tidak lama lagi Rasulullah akan menghadap Sang Khaliq. Risalah ini telah selesai.⁣

Kemudian Rasulullah sakit selama berhari-hari, dan selama itu beliau mewasiatkan beberapa hal, di antaranya, beliau berpesan untuk berpegang teguh dengan Al-Quran, berwasiat agar berbuat baik kepada orang-orang Anshar, juga berwasiat agar menjaga shalat dan berbuat baik kepada para budak. ⁣

Akhirnya, pada hari senin, bulan Rabiul Awal tahun 11 H, Nabi wafat. Hari itu adalah waktu dhuha yang penuh kesedihan. Bumi ini kehilangan manusia terbaiknya. Sang Nabi telah menyelesaikan tugas mulianya, dan kembali ke pangkuan Sang Khaliq.⁣

Satu hal yang harus kita ingat, di akhir hayatnya, Rasul bahkan berkali-kali menyeru “ummatii… ummati… (umatku…)”, khawatir di akhirat nanti ada ummatnya yang tidak bersamanya di surga. Semoga kita dapat menjaga iman kita agar dapat bertemu dengannya kelak. ⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top