skip to Main Content

Pada tahun 6 Hijriyah atau 6 tahun setelah peristiwa hijrahnya Rasulullah ke Madinah, Rasulullah beserta 1400 kaum muslimin berangkat ke Makkah untuk berhaji. Semuanya menggunakan pakaian ihram, menandakan bahwa mereka hendak berhaji, bukan mengajak berperang. Mereka hanya membawa pedang di pinggang, serta 70 ekor unta untuk disembelih setelah berhaji.⁣

Mendengar kabar ini, kaum Quraisy sangat khawatir. Mereka berpendapat bahwa ini hanyalah taktik Muhammad untuk menyerang mereka.⁣

Maka orang-orang Quraisy mengutus Khalid bin Walid beserta 200 orang pasukan berkuda untuk menghalangi kaum muslimin. Sementara itu di daerah Usfan, Rasulullah dan rombongannya bertemu dengan seseorang dari bani Kaab. ⁣

Ia memberi tahu Rasulullah bahwa orang Quraisy telah mendengar kabar perjalanan Rasul, dan mengirim pasukan yang menunggu di daerah Kira Al-Ghamim. Untuk menunjukkan bahwa mereka tidak ingin berperang, Rasulullah meminta seorang pemandu untuk memimpin perjalanan di pegunungan yang berliku untuk menghindari pasukan Khalid bin Walid.⁣

Kaum Quraisy akhirnya mengirim beberapa utusan secara bergantian ke perkemahan kaum muslimin, untuk berunding sekaligus mengetahui kekuatan lawan. Sekembalinya salah satu utusan kepada Quraisy, ia berkisah,⁣
“Aku pernah menemui Kaisar dari kisra. Demi Allah tidak pernah kulihat seorang raja yang diperlakukan para sahabat seperti Muhammad, mengagungkannya. ⁣

Setiap kali Muhammad berwudhu para sahabat berebut menyediakan airnya. Setiap ada helai rambut Muhammad jatuh mereka akan mengambilnya dan tidak akan diserahkan kepada orang lain walau harus mati. Terimalah tawaran Muhammad.”⁣

#PesanIslamiRamadhan
#rumahamalsalman

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top