skip to Main Content

Sebagai manusia biasa, sering rasanya ketika kita dizalimi orang lain, kita ingin membalasnya dengan hal serupa, atau lebih dari itu. Tapi, tahukah Sahabat, bagaimana sikap Rasul saat ia dizalimi?⁣

Ada suatu kisah ketika Rasulullah berdakwah di Thaif. Ketika Rasul menyadari dakwahnya belum berhasil di sana, beliau memutuskan untuk pergi. ⁣

Tetapi penduduk Tha’if tidak membiarkan beliau keluar dengan aman, mereka terus mengganggunya dengan melempari batu dan kata-kata penuh ejekan. ⁣

Lemparan batu yang mengenai Nabi demikian hebat, sehingga tubuh beliau berlumuran darah.⁣

Allah memerintahkan malaikat-malaikat di gunung-gunung di sana untuk menaati perintah Rasul. Kata malaikat itu, jika Rasul berkenan, mereka mampu menabrakkan gunung-gunung tersebut lalu menimpa penduduk Tha’if yang zalim. ⁣

Mendengar tawaran malaikat itu, Rasulullah dengan sifat kasih sayangnya berkata, “Walaupun mereka menolak ajaran Islam, saya berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat nanti akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.”⁣

Begitu sabarnya Rasulullah dalam menerima perlakuan dari orang-orang zalim itu. Alih-alih menghukumnya, Rasul memilih untuk mendoakan kebaikan untuk mereka. Sabar tentu sulit, Sahabat. ⁣

Oleh karenanya, pahala sabar juga sangat besar di sisi Allah. Bahkan, dalam segala urusan kita, kita bisa mendapat pahala, lho. ⁣

Dalam suatu hadits, “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim).⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top