skip to Main Content

Ibadah puasa identik dengan kata sabar. Sabar dalam menahan lapar dan dahaga, menahan dan mengendalikan amarah, atau menahan diri dari berbuat maksiat. ⁣

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin, shaum itu setengah dari kesabaran, atau seperempat dari keimanan.⁣

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah : 153).⁣

Lalu, apakah sabar ada batasnya? ⁣
Secara garis besar, sabar ada 3 macam:⁣
1. Sabar berada dalam ketaatan⁣
2. Sabar menahan diri dari maksiat⁣
3. Sabar ketika tertimpa musibah.⁣

Ketiga jenis sabar tersebut sungguh membutuhkan perjuangan yang tiada batas, karena kewajiban untuk taat, menjauhkan diri dari maksiat, dan sabar dalam menghadapi musibah tidak pernah ada habisnya. ⁣

Ramadhan kali ini, kita semua diuji tidak hanya oleh rasa lapar, dahaga, dan amarah, tetapi oleh wabah yang sedang menimpa Bumi kita ini. ⁣

Kita semua diuji, apakah dengan ditutupnya masjid-masjid kita masih mendirikan shalat di rumah masing-masing? Apakah dengan krisis ekonomi yang juga muncul, kita tetap menunaikan zakat dan berinfaq di jalan-Nya? ⁣

Sungguh, beruntung orang-orang yang beriman, yang dapat menjadikan musibah ini sebagai kebaikan karena kesabarannya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang sabar.⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top