skip to Main Content

Mengapa tidak boleh membayar zakat dengan piutang? Misal A berutang kepada B sebesar X. Utang senilai X tersebut telah jatuh tempo. Tetapi A belum bisa membayar utangnya kepada B, dan B berniat untuk membayar zakat. ⁣

Bagaimana hukumnya bila B ingin membayar zakat ke Lembaga Zakat dengan menggunakan piutang sejumlah X tersebut?⁣

Pihak B tidak diperbolehkan membayar zakat dengan piutang, alasannya:⁣

1. Dilarang membayar zakat dengan harta yang bermutu rendah. Bila pihak B merubah terhadap piutangnya yang ada di A menjadi dana zakat harta, juga dianggap tidak memenuhi syarat, karena uang yang menjadi utang A tersebut ketika diserahkan adalah sebagai utang piutang, dalam hal ini menjadi al-qardl al-hasan, bukan niat membayar zakat. Sedangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 267, Allah memerintahkan kita untuk membayar zakat dengan harta yang baik.⁣

2. Tidak ada penyerahan pembayaran yang legal. Karena piutang tersebut tidak diketahui kapan cairnya, tidak diketahui kapan si A bisa membayarnya, sedangkan zakat harus ditunaikan ketika sudah masuk haul. ⁣

3. Ketika menyerahkan uang ke A adalah sebagai utang, bukan niat bayar zakat.⁣

Wallahu a’lam bishshawaab.⁣

Sumber: Pesan Islami Ramadhan Tentang Zakat Oleh Ust. Fatchul Umam, MBA. (Dewan Syariah Rumah Amal Salman). ⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top