skip to Main Content

Allah SWT telah menyebutkan dalam Al-Quran, tepatnya surat At-Taubah ayat 60, tentang mereka yang berhak menerima zakat atau asnaf zakat yang berjumlah 8 golongan.⁣

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”⁣

Jika kita perhatikan struktur kata pada penyebutan 8 asnaf tersebut, kata fuqaraa, masaakiin, aamiliin dan muallaf, terdapat huruf lam yang menyatakan kepemilikan. Sedangkan 4 golongan lain yaitu riqaab, gharimiin, sabiilillaah dan ibnu sabiil, disebutkan setelah huruf “fii”, yang menyatakan bahwa orang-orang tadi “berada dalam” keadaan tersebut.⁣

Dalam memahami ayat ini, para ulama sangat berhati-hati dan tidak sembarangan menafsirkan. Terhadap 4 asnaf yang pertama, mereka menyatakan bahwa zakat yang diberikan kepada mereka memang untuk dimiliki. Sedangkan untuk 4 asnaf selanjutnya, zakat tesebut bukan untuk dimiliki. ⁣

Misalnya, untuk membebaskan budak, artinya harta zakat itu dibayarkan kepada tuannya agar kemudian ia bebas dari perbudakan. Atau gharimiin (yang memiliki hutang), diberi zakat dengan maksud harta tersebut kemudian ia gunakan untuk melunasi hutangnya kepada pemberi hutang. Dan semua asnaf tersebut haruslah seorang muslim, begitu juga yang membayar zakat.⁣

Wallahua’lam bishshawaab. ⁣

Sumber: Pesan Islami Ramadhan oleh Ust. Fatchul Umam, MBA. (Dewan Syariah Rumah Amal Salman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top