skip to Main Content

⁣Dalam sebuah hadits dari Abu Musa, Nabi SAW bersabda, “Tiap Muslim wajib bersedekah.” Sahabat bertanya, “Jika tidak dapat?” Nabi menjawab, “Bekerjalah dengan tangannya yang berguna bagi dirinya dan ia dapat bersedekah.” ⁣

Sahabat bertanya lagi, “Jika tidak dapat,” jawab Nabi, “Membantu orang yang sangat membutuhkan.” ⁣

Sahabat bertanya lagi, “Jika tidak dapat?” Jawab Nabi, “Menganjurkan kebaikan.” ⁣

Sahabat bertanya lagi, “Jika tidak dapat?” Nabi menjawab, “Menahan diri dari kejahatan, maka itu sedekah untuk dirinya sendiri.”⁣

Dari hadits di atas, dapat kita simpulkan bahwa sedekah ada berbagai macam tingkatan.⁣

Pertama, bersedekah dengan harta atau keuntungan yang dihasilkan dari pekerjaan kita. Seorang muslim tentu akan lebih kuat dan mampu untuk bersedekah jika kuat secara ekonomi.⁣

Kedua, kita dapat bersedekah dengan membantu orang lain yang membutuhkan bantuan, tidak harus secara harta. Tenaga, waktu, jasa, dapat kita gunakan untuk membantu orang lain.⁣

Ketiga, jika tidak mampu melakukan dua tingkat di atas, kita dapat menganjurkan kebaikan kepada orang lain. Mengajak shalat berjamaah, atau mengajak mereka yang memiliki harta untuk bersedekah, misalnya.⁣

Yang keempat atau tingkatan terakhir berdasarkan hadits tersebut, adalah menahan diri dari berbuat maksiat. Jika kita tidak dapat mengajak orang lain melakukan kebaikan, tahanlah diri kita untuk melakukan kemungkaran, itu termasuk sedekah.⁣

Semoga kita selalu dimampukan oleh Allah dalam melakukan kebaikan ya, Sahabat. Termasuk untuk bersedekah. Karena pahala sedekah, terutama sedekah jariyah, pahalanya akan tetap mengalir walaupun kita sudah tiada. Maasyaa Allah.⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top