skip to Main Content

Adalah Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang adil. Ialah sosok pemimpin yang menyejahterakan rakyatnya, hingga sulit mendapatkan rakyat tidak mampu yang berhak menerima zakat di masa pemerintahannya. ⁣

Kala sakit parah menjelang ajal, seorang stafnya yang bernama Maslamah bin Abdul Malik mengingatkan bahwa sang khalifah tidak meninggalkan harta yang banyak untuk kelanjutan hidup anak-anaknya. Maslamah mengkhawatirkan mereka, dan menawarkan diri untuk menangung biaya hidup anak-anak sang khalifah.⁣

Mendengar itu, Umar menjawab bahwa ia sudah mewasiatkan sesuatu untuk anak-anaknya. Yakni firman Allah, Qur’an Surat Al-A’raf ayat 196 yang berbunyi, ⁣

“Sesungguhnya pelindungku ialah yang telah menurunkan Al Kitab (Alquran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.”⁣

Ia pun mengatakan, bahwa anak Umar bin Abdul Aziz hanya satu di antara dua; saleh dan akan dicukupi Allah, atau sebaliknya. Maka tidak mungkin, jika ia menjadi orang pertama yang membantu kemaksiatan anak-anaknya.⁣

Lihatlah sebuah keyakinan yang luar biasa terhadap janji Allah. Sejarah mencatat, Umar hanya mewariskan setengah dan seperempat Dinar untuk setiap anak. Angka yang sangat kecil untuk ukuran warisan seorang anak khalifah. ⁣

Selanjutnya sejarah menyampaikan bahwa setiap anak Umar bin Abdul Aziz menjadi kaya raya dan dikagumi karena kesalehannya. Bahkan kelak satu dari putra Umar, menginfakkan 100.000 ekor kuda untuk jihad fisabilillah. Inilah buah kesalehan, karena kesalehan seorang ayah tak hanya untuknya pribadi, tapi juga kelak untuk anak-anaknya.⁣

Sumber: Buku Inspirasi dari Rumah Cahaya, karya Ustadz Budi Ashari, Lc @budiashariofficial

Untuk berwakaf kunjungi @wakafsalman.itb⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Hubungi Adah : +62 822-6087-8884⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top