skip to Main Content

Kisah ini adalah salah satu bukti terbesar kesabaran Baginda Rasulullah, Muhammad SAW. Kisah yang diceritakan dari masa ke masa dan tak jarang membuat kita menitikkan air mata. ⁣⁣
⁣⁣
Kepergian orang-orang terkasih Rasul, Khadijah sang istri dan Abu Thalib sang paman merupakan suatu ujian yang besar bagi Rasul, di samping itu, tekanan dakwah semakin meningkat. Rasul lalu memutuskan untuk keluar dari Kota Makkah, sembari mencari tempat yang kira-kira dapat menerimanya, kaum muslimin, dan dakwah sendiri. ⁣⁣
⁣⁣
Pilihan Nabi SAW jatuh ke sebuah kota pegunungan, Thaif namanya. Bersama Zaid bin Haritsah, Rasulullah pergi ke sana, menemui pemimpin Thaif dan menyatakan maksudnya untuk berdakwah. Namun, penolakan lah yang Rasul terima. Rasulullah dan Zaid diusir.

Tak hanya itu, pembesar-pembesar Thaif justru memerintahkan anak-anak dan para budak untuk melempari mereka dengan batu. Darah segar mengalir dari tubuh Sang Rasul, Zaid dengan mulia berusaha melindunginya. Sungguh, ujian dalam dakwah sangatlah besar, bahkan bagi seorang nabi sekalipun.⁣⁣
⁣⁣
Bayangkan jika Rasulullah tidak memaafkan penduduk Thaif, membiarkan malaikat menimpa mereka dengan gunung-gunung dan meluluhlantakkan kota itu. Maka Islam tak akan melebarkan syiarnya ke negeri-negeri mana pun, bahkan seluruh kota Makkah sekali pun.

Kesabaran Rasulullah menjadi teladan dan pengingat bagi kita semua, bahwa setiap ujian yang Allah beri, tak akan melebihi batas kemampuan kita. Cukup sabar dan shalat sebagai senjata.⁣⁣
⁣⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top