skip to Main Content

⁣⁣
Siapa yang tak kenal Muhammad Al Fatih? Ialah sosok yang berhasil menaklukkan Konstantinopel pada usia 21 tahun. Siapa sangka, Al Fatih kecil bukanlah anak yang istimewa. Sang Ayah, Sultan Murad II justru mengeluh, karena anaknya tidak mau belajar. ⁣⁣
⁣⁣
Akhirnya Sultan Murad II mendengar tentang seorang ulama faqih dan bijak bernama Ahmad bin Ismail Al Kurani. Ulama tersebut pun dipanggil ke istana. Di akhir pembicaraan, Sultan menyerahkan satu pemukul kecil kepada sang guru untuk digunakan, seandainya Al Fatih tidak mau mendengarkan perintahnya. ⁣⁣

Pada hari pertama belajar, benar saja, Al Fatih bertingkah semaunya. Maka pelajaran pertamanya adalah merasakan sabetan sang guru, sesuai amanah ayahnya. ⁣⁣
⁣⁣
Dahsyat! Teguran itu membuatnya terkejut. Selama ini Al Fatih mengira tidak ada guru yang berani bersikap demikian padanya. Ia kira, ayahnya menyayanginya dan akan selalu menuruti keinginannya. Ia lupa, bahwa ayahnya adalah raja yang bijak sekaligus ayah yang bertanggung jawab. Setelah kejadian itu, Al Fatih pun selalu menuruti perintah sang guru. Ia juga tekun mempelajari setiap ilmu yang diberikan padanya.⁣⁣
⁣⁣
Inilah pelajaran besar untuk kita. Jika orangtua kesulitan mendidik anak, maka carilah guru yang berilmu dan bisa dipercaya. Itulah bentuk tawakkal kita pada Allah, demi masa depan anak-anak kita.⁣⁣
⁣⁣
Sumber: Buku Inspirasi dari Rumah Cahaya, karya Ustadz Budi Ashari, Lc⁣ @budiashariofficial
⁣⁣
Untuk berwakaf kunjungi @wakafsalman.itb⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Hubungi Adah : +62 822-6087-8884⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top