skip to Main Content

Sebelum Rasulullah Saw. diutus membawa risalah Islam, Salman Al-Farisi dibesarkan di daerah Asbahan, Persia, untuk membaktikan diri sebagai seorang Majusi. Ayahnya menjadikan Salman penjaga api yang bertanggung jawab atas nyalanya api.⁣⁣

Pada satu kesempatan, Salman melewati sebuah gereja Nashrani dan melihat peribadahan mereka. Dia berkeyakinan bahwa ibadah yang dilihatnya ini lebih baik dari apa yang selama ini dia kerjakan. ⁣⁣
⁣⁣
Setelah mengetahui bahwa ajaran ibadah tersebut berasal dari Syam, Salman memutuskan untuk keluar dari lingkungannya bahkan meninggalkan ayahnya untuk mencari kebenaran.⁣⁣

Kecintaan akan agama yang baru dikenalnya ini membuat dia rela tinggal di Syam, bersama pemuka agama yang dikenal kezuhudannya, mencintai akhirat, dan senantiasa beribadah siang dan malam. Salman mengajarkan bahwa untuk dapat mencapai ilmu dan kualitas ibadah adalah dengan senantiasa bersama orang berilmu dan ahli ibadah.⁣⁣
⁣⁣
Ketika pemuka agama ini meninggal, Salman tidak lantas berhenti mencari dan belajar. Salman menjalani perjalanan keagamaan yang panjang dimulai dari, Persia, untuk tinggal dan berguru dari satu orang dengan keyakinan sama ke guru lainnya di Syam, kemudian ke Irak, Turki, sampai Romawi; dalam keadaan merdeka bahkan sampai menjadi hamba sahaya. ⁣⁣
⁣⁣
Hingga, pendeta terakhir yang tinggal bersamanya mengabari bahwa telah dekat waktunya kemunculan Nabi terakhir yang diutus membawa ajaran Nabi Ibrahim as.⁣⁣ Ketika tiba kabar ke-Rasul-an Muhammad Saw., berbekal ciri-ciri kenabian yang didapatinya, pada suatu sore Salman menuju ke tempat Rasulullah Saw., untuk membuktikan ciri-ciri kenabiaan tersebut.

Ketika Salman berhasil membuktikan tanda khatam nubuwwah dan yakin bahwa beliau adalah seorang Nabi, Salman telungkup di hadapan Nabi Muhammad Saw. dan memeluknya seraya menangis.⁣⁣
⁣⁣
Dengan umurnya yang panjang dan perjalanan kerohanian yang panjang pula, kini Salman telah sampai di persinggahan agama bersama Rasul terakhir dengan segala kemuliaannya. Meskipun, saat bertemu dengan Rasulullah Saw, Salman masih dalam status seorang hamba sahaya.⁣⁣

Referensi:
Imam Ahmad, Musnad Ahmad, 23737
Muhammad Abdul Tausikal. Inilah Follower Sejati (Kisah Salman Al-Farisi Masuk Islam). 2009 (melalui: https://rumaysho.com/22210-inilah-follower-sejati-kisah-salman-al-farisi-masuk-islam.html)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top