skip to Main Content

Kekuasaan dan kewenangan yang diberikan oleh Khalifah Umar bin Khaththab kepadanya sebagai seorang Gubernur, dapat menjadi sarana yang baik untuk melampiaskan nafsu apabila dia menghendakinya.

Makmurnya wilayah yang dipimpinnya menjadikan kekayaan melimah ruah di ujung jarinya, kekuasaan dan kewenangan pun dapat menghindarkan dirinya dari segala macam tuntutan atau gangguan orang lain. Iman yang telah membaja telah menjadi benteng kokoh yang tidak mungkin dapat dihancurkan oleh nafsunya.⁣⁣
⁣⁣
Numan bin Muqarrin menyadari dia harus senantiasa memelihara keutuhan imannya dalam menghadapi godaan-godaan yang terbuka lebar. Disebabkan beliau khawatir imannya tidak dapat membendung kemaksiatan dan kedurhakaan yang mungkin timbul, Beliua memutuskan untuk mengembalikan mandat kepemimpinannya kepada Khalifa umar bin Khaththab.⁣⁣
⁣⁣
Nu’man bin Muqarrin berkirim surat kepada Khalifah untuk kembali ditugaskan sebagai prajurit di medan perang seperti sebelumnya, untuk dapat menjauhi kekuasaan di wilayah yang dipimpinnya. Beliau lebih memilih kembali berjuang di lapangan sebagai mujahid aksi yang tak kenal lelah, demi kebersihan dirinya.⁣⁣
⁣⁣
Nu’man pun kembali mendapatkan tugas untuk berjihad ke Nahawand mempimpin umat Islam meng-counter orang-orang Persia. Dalam kondisi terluka selepas pertempuran, beliau sempai menitipkan pesan untuk disampaikan kepada Khalifah bahwa Islam mendapatkan kejayaannya. Dalam tugas itu pula lah, di akhir perjuangan, darah syuhada Nu’man mengalir. ⁣⁣
⁣⁣
Dirangkum: Dhanyawan Haflah⁣⁣
Sumber: KH. E. Abdurrahman. Renungan Tarikh. 2005. Bandung: Sinarbaru Algensindo.⁣⁣
⁣⁣
Untuk berwakaf kunjungi @wakafsalman.itb⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Hubungi Adah : +62 822-6087-8884⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top