skip to Main Content


Abu Muslim Al-Khaulani hidup sezaman dengan Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam. Namun, termasuk golongan Tabi‘in karena beliau belum pernah bertemu dengannya. Memiliki pendirian Islam yang kuat, patuh dalam beribadah, walalupun Abu Muslim Al-Khaulani tinggal jauh di Yaman.⁣⁣
⁣⁣
Keteguhan hatinya teruji ketika mendapatkan ancaman pembakaran hidup-hidup dari pemimpin gerakan pemurtadan yang mengaku sebagai Nabi penerus Rasulullah SAW. Dengan mantap beliau tetap teguh meyakini bahwa Muhammad SAW. adalah Rasul terakhir. Qadarullah, Abu Muslim Al-Khaulani selamat dari ancaman.⁣⁣
⁣⁣
Abu Muslim Al-Khaulani sempat berusaha berangkat ke Madinah untuk bertemu Rasulullah SAW Namun, usahanya tidak berhasil karena Rasulullah SAW. lebih dahulu wafat. Meskipun demikian, beliau tetap tinggal di Madinah untuk memperdalam agama Islam dan memelihara keutuhan imannya. Abu Muslim hidup sampai zaman Muawwiyah dan menjadi pemberi nasihat terhadap pemimpinnya tersebut.⁣⁣
⁣⁣
Tatkala Muawiyyah mendapatkan sanjungan dan penghormatan yang berlebihan dari para pengikutnya, Abu Muslim tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut. Dengan ilmu yang dimilikinya, Abu Muslim datang sebagai seorang Ulama dan sengaja memanggil Muawwiyah dengan sebutan Ajiiral Mu’minin (Pegawai kaum mukmin). ⁣⁣
⁣⁣
Berbeda dengan rakyat dan pengikutnya yang memanggil Muawwiyah dengan Amiirul Mukminin (Pemimpin kaum mukmin). Ucapan demikian untuk tetap mengingatkan bahwa amanah kepemimpinan tak ubahnya seorang pegawai yang diangkat untuk melayani kaum mukmin, pegawai yang akan mendapatkan imbalan apabila bekerja dengan adil, dan akan dicabut amanah apabila kaum mukmin menginginkannya.⁣⁣
⁣⁣
Sumber: KH. E. Abdurrahman. Renungan Tarikh. 2005. Bandung: Sinarbaru Algensindo.⁣⁣
⁣⁣
Untuk berwakaf kunjungi @wakafsalman.itb⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Hubungi Adah : +62 822-6087-8884⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top