skip to Main Content



Jalaluddin Rumi, seorang Guru Besar Sufi yang lahir di Konya-Turki, karya-karyanya menjadi air mancur yang begitu menyejukkan bagi seluruh umat manusia. Tahun 1273, sebagai tahun dimana Rumi menderita sakit yang sangat serius, dokter-dokter yang datang untuk mengobati demamnya tak tahu apa penyebabnya, menyadari hal itu dokter-dokter kehilangan harapan, dan masyarakat yang ada di Konya hanya berharap pada sebuah keajaiban.⁣

Kematian bagi seorang Jalaluddin Rumi, bukanlah sebuah perpisahan yang meninggalkan semua hal yang telah dimiliki, akan tetapi kematian adalah pertemuan kembali dari segala kepunyaan yang sebelumnya tidak dimiliki. Oleh sebabnya itu, banyak orang yang mengistilahkan kematian sebagai “malam pertemuan kembali”.⁣

Dan sebelum wafat beliau memberi nasehat:⁣
“Aku harap kalian takut dengan Tuhan dimana pun kalian berada, makanlah sedikit saja, tidur sedikit, bicara sedikit, tahanlah diri kalian untuk melakukan kejahatan, tetaplah berdoa dan berpuasa, menerima tanpa mengeluh terhadap tingkah laku yang buruk dari orang lain. Orang terbaik adalah seseorang yang berbuat kepada semua orang, dan pembicaraan terbaik adalah pembicaraan yang sedikit dan ringkas, tapi komprehensif, dan semua pujian hanyalah milik Allah.”⁣

Sumber: www.kompasiana.com⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top