skip to Main Content

Ibnu Jauzi seorang imam hadist, penasihat, ulama di bidang tafsir, hadist, fikih dan sejarah. Nasabnya berujung kepada khalifah pengganti Rasulullah, Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Terlahir di keluarga keturunan pedagang di Darb Habib di Baghdad sekitar tahun 511 H. Dia tumbuh dalam keadaan yatim diatas kebaikan dan kehormatan. Dalam asuhan bibinya ia dibawa kepada Syaikh Abul Fadhl Muhammad Bin Nashir untuk belajar, seorang ahli hadist, ahli fiqih, dan ahli Bahasa.

Ibnu Jauzi sejak kecil memang dikaruniai kecerdasan yang tinggi. Sejak usia 9 tahun Ibnul Jauzi sudah sibuk dengan majelis nasihat. Sedari kecil ia tidak pernah tertawa terbahak-bahak, tidak suka menonton sulap dan bermain di jalan seperti anak lainnya. Ia lebih memilih duduk terpisah dan duduk menghafalkan beberapa juz dari Al-Qur’an.

Ibnul Jauzi mempunyai daya ingat yang kuat, pikiran tajam bahkan nasihatnya sudah memiliki pengaruh. dirinya mulai menulis kitab sejak usia 13 tahun. Setiap hari ia menulis 4 buku kecil, sehingga setiap tahun dia menulis antara lima puluh jilid hingga enam puluh jilid kitab.

Karena kesibukannya mendalami ilmu dan menulis kitab, Ibnul Jauzi mampu mengumpulkan 10.000 hingga 15.000 orang peserta yang selalu mengikuti majelisnya. Ibnul Jauzi menjadi penyebar madzhab Hanbali di masanya.

Sumber : Hafalan Buyar Tanda Tak Pintar,
Ternyata Kekuatan Belajar Adalah Menghafal

Untuk berwakaf hubungi Adah : 082260878884⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top