skip to Main Content

Animasi dengan visi

Orang bilang, visi itu mahal. Where there is no vision, the people will perish. Alhamdulillah, Kamis siang (19/12) kami bertemu dengan kawan-kawan sevisi dari Studio Garis 10: Arie K. Untung, Tengku Wisnu dan Yuda (animator). Dua nama pertama sudah tenar sebagai selebriti. Visi mereka adalah melahirkan generasi yang bergairah menggali sains sekaligus Al-Qur’an lewat animasi. Sebelumnya Yuda dkk. telah membidani serial animasi Nussa-Rara. Kini Yuda menggandeng Arie dan Wisnu untuk proyek animasi “Riko”.

Hampir 2,5 jam, kami dari Salman ITB (Drs. Budhiana Kartawijaya, Dr. Moedji Raharto, Dr. Sony Heru Sumarsono, dan Salim Rusli) berdiskusi dengan kawan-kawan G10 yang berafiliasi dengan Kajian Musawarah. Kami sepakat bahwa kegemaran terhadap sains dan Al-Qur’an tersebut perlu mendapat konteks rasa syukur dan kecintaan pada negeri ini.

Kekayaan genetika, hidrokarbon, mineral belum lagi kultural negeri ini, bahkan mungkin banyak yang belum lagi kita ketahui sebelum terlanjur musnah. Dibutuhkan generasi-generasi baru saintis Muslim di masa depan, yang peka pada lingkungan sekitar dan kondisi bangsanya.

Untuk mengubah suatu generasi dibutuhkan strategi budaya, salah satunya lewat folklore, kisah-kisah. Amerika menggunakan karakter Popeye The Sailor Man untuk menanamkan visi kemaritiman (sekaligus kesukaan menyantap bayam) bagi anak-anaknya. Jepang menciptakan Doraemon yang mendongkrak jumlah paten negeri itu, juga Captain Tsubasa untuk menggeser kesukaan masyarakatnya pada baseball ke arah sepakbola yang lebih mudah dimonetisasi.

Episode-episode Riko dirancang berdurasi sekitar 5 menit. Tim Salman lewat Bid. Pengkajian & Penerbitan akan ambil bagian dalam bentuk usulan topik dan TOR, menyediakan dan mengelola narasumber, serta kurasi script sebelum produksi.

Insya Allah pertemuan ini akan dilanjutkan dengan penyusunan Nota Kesepahaman dan berikutnya perjanjian-perjanjian kerjasama. Semoga Allah meridhai dan membimbing pekerjaan besar ini.
Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqiir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top