skip to Main Content

Ahad (8/9) lalu, Ustadz Abdul Somad (UAS) hadir di Masjid Salman ITB dalam rangka bedah buku “35 Kisah Saat Maut Menjemput”. Di dalam buku ini diceritakan tentang kisah seputar maut para nabi, imam-imam dan orang shaleh. “Kehidupan kita ibarat masuk ke pusat perbelanjaan, kedatangan kita ke dunia banyak disambut orang namun ketika kematian kita, banyak yang tidak menghiraukan”, ujar UAS.

Bertindak sebagai moderator Dr. Yedi Purwanto, MA (Ketua Bidang Dakwah Salman ITB) memimpin kupas buku tersebut. Pesan-pesan yang tersirat di saat-saat akhir kehidupan biasanya memiliki makna mendalam. Salah satu contoh pesan yang dapat kita ambil adalah kisah sebelum maut menjemput Nabi Musa.


Sebelum wafat beliau meminta maaf kepada ibundanya, hal itu mengingatkan, janganlah kita mati sebelum meminta maaf kepada orang tua yang telah membesarkan diri kita. Di saat maut menjemput, istri Nabi Musa berdoa agar tetap dipersatukan di surga, yang mengingatkan kita agar terus berdoa agar berkumpul kembali di surga dengan keluarga-keluarga kita. Kepada anak-anak perempuannya beliau berpesan untuk memakan makanan dari sumber halal walau sederhana. Pesan ini bila diamalkan oleh anak keturunan akan menghasilkan pahala yang terus mengalir.


Kehidupan begitu singkat dan maut pun tidak mengenal usia. Untuk itu persiapkan diri agar mencapai khusnul khatimah dengan selalu istiqamah beriman, menuntut ilmu, ikuti teman-teman atau komunitas yang membawa kepada kebaikan dan selalu berdoa agar mendapat khusnul khatimah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top