skip to Main Content

Ahad, (13/10) ustadz yang kerap disapa UAH atau Ustadz Adi Hidayat bersama jamaah Masjid Salman ITB berkumpul dalam majelis ilmu dalam rangka membedah buku terbarunya yang berjudul “Manusia Paripurna”. Buku ini mengupas seputar alasan dan tujuan penciptaan manusia. “Allah menciptakan suatu makhluk baru bukan dari bangsa jin atau malaikat, namun Allah menciptakan basyar (penamaan zat manusia). Allah pun menyuruh kita menggali, mempelajari dan memahami tujuan penciptaan diri kita”, terang Ustadz Adi.

Berawal dari segumpal daging, yang Allah tiupkan ruh sewaktu usia kandungan 4 bulan, itulah awal kehidupan seorang manusia. Untuk itu, para ibu hendaknya menjaga makanan minuman dengan sesuatu yang halal dan memperbanyak amal shaleh karena akan berpengaruh pada jabang bayi.

Setelah lahir ke dunia manusia akan menjalani hidupnya sendiri, dengan nafsu dan taqwa yang dibekali pada dirinya. Allah menitipkan nafsu pada diri kita bukan untuk mempersulit dan menjerumuskan kita pada kemaksiatan, melainkan sebagai tolak ukur. Apakah kita menurutinya atau menekannya sehingga taqwa menjadi tumbuh dan meningkat.

Dalam mengarungi kehidupan dunia manusia akan selalu dihadapkan dengan pancaran keburukan (fujr) dan pancaran kebaikan (fajr), manakah yang akan dipilih? Ingatlah selalu bahwa Allah selalu melihat perjuangan kita untuk beramal shaleh, yang pada akhirnya menempatkan tingkat derajat diri kita dihadapan-Nya kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top