skip to Main Content

Kajian Ustadz Nur Ihsan Jundulloh (Kang Abe)

Muhasabah Untuk Negeri (Sabtu, 31 Agustus 2019)

Dalam kandungan Q.S. Ibrahim : 5-6, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa a.s. untuk mengingatkan kaumnya tentang hari-hari Allah karena pada saat itulah ada tanda-tanda kekuasaan bagi orang yang bersabar dan bersyukur. Yang dimaksud dengan hari-hari Allah adalah hari dimana Allah memberikan nikmat saat membebaskan kaum Bani Israil dari penjajahan dan kekejaman Firaun serta bala bencana yang menimpa mereka. Di ayat selanjutnya Allah menyatakan bahwa jika kaumnya mensyukuri nikmat itu maka Allah akan menambahkannya, sedangkan bila kufur maka Allah akan menimpakan azab yang sangat pedih.

Bila dicermati, pada masa itu Nabi Musa a.s. berdiri diatas kebenaran dan Firaun berdiri diatas kekuatan yang sangat besar. Namun bila kebenaran bersebrangan dengan kemenangan yang terjadi adalah ujian dan bala yang berat. Hal tersebut juga terjadi dalam kisah nabi lain seperti saat Daud melawan Thalud, Ibrahim melawan Raja Namrud dan Rasul melawan kekuatan kaum kafir. Sekiranya bila kita berhadapan pada kondisi tersebut di dunia nyata diantara poros kebenaran dan kekuatan, poros mana yang akan kita pilih? Kalau mengikuti poros yang kuat tentu kebenaran akan “lemah”. Kalau mengikuti poros kebenaran kemungkinan kita yang akan tertindas dengan poros kekuatan.

Maka dari itu nikmat yang paling besar adalah seiramanya kekuatan dengan kebenaran. Namun Allah tetap menyuruh kita sebagai umat untuk tetap membangun kekuatan. Semangat hijrah rasul dalam membangun kekuatan diatas kebenaran merupakan ujian yang sangat besar. Dengan berhijrah kehidupan Rasul tidak langsung berubah menjadi nyaman justru perang-perang besar terjadi setelah Rasul hijrah, seperti perang Khandaq, perang Badar dan perang Uhud. Maka dari itu ada beberapa hikmah yang dapat diambil berkaitan dengan hal tersebut dan momentum tahun baru 1441 Hijriah pertama, ummat semoga semakin kuat diatas kebenaran, kedua, semakin menjaga keikhlasan niat dan terakhir jangan pernah hilang harapan karena harapan selalu ada bila kita bersama Allah Swt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top