Redaksi SalmanITB.com
Gedung Kayu Lantai 1
Komplek Masjid Salman ITB
Jl. Ganesha No. 7, Bandung – 40132
Telepon: 022 – 253 0708 ext 105
Email: media@salmanitb.com
Budhiana Kartawijaya (Penasehat Redaksi)
Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung ini, kini menjabat sebagai pemimpin redaksi di HU Pikiran Rakyat, Bandung. Mengawali aktivitasnya di Masjid Salman ITB, ketika masih duduk di bangku kuliah sebagai aktivis Karisma Salman.
Saat ini, bapak 2 anak ini, diamanahi ketua Divisi Pengkajian dan Penerbitan YPM Salman ITB.
[budhiana.kartawijaya@gmail.com]
Muhammad Sufyan (Penasehat Redaksi)
Aktivitas jurnalis yang satu ini tidak jauh-jauh dari gadget dan ICT. Kini lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung ini tercatat sebagai jurnalis di tabloid Hape Bandung dan Bisnis Indonesia. Aktivitas lainnya, mahasiswa S2 Manajemen Bisnis Institut Manajemen Telkom Bandung ini juga sering menulis buku dan dikenal sebagai peneliti di bidang ICT di Bandung.
Saat ini, bapak 1 anak ini, diamanahi wakil ketua Divisi Pengkajian dan Penerbitan YPM Salman ITB.
[muhammad.altafs@gmail.com]
Andrian Fauzi (Penasehat Redaksi)
Jurnalis asal Tegal, Jawa Tengah ini, kini bekerja di media online ternama di Indonesia, Detikcom kota Bandung dan Detikinet. Selain itu, dirinya juga dikenal dekat dengan komunitas-komunitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di kota Bandung seperti komunitas online dan Blogger.
Di masjid Salman ITB sendiri, beliau banyak membantu Divisi Pengkajian dan Penerbitan YPM Salman ITB serta situs SalmanITB.com.
[sitegil@gmail.com]
Salim Rusli (Penasehat Redaksi)
Lulusan Teknik Geofisika ITB ini senang mengelola media cetak sejak mulai kuliah tahun 2000 silam. Karena kegemarannya inilah, beliau sering diminta menjadi pembicara dalam pelatihan dan seminar yang berkaitan dengan pengelolaan media massa, jurnalistik, dan penulisan.
Kini, pembina unit literasi Aksara Salman ITB ini, diamanahi sebagai manajer Divisi Pengkajian dan Penerbitan (DPP) YPM Salman ITB.
[salimrusli@yahoo.com]
Yudha P Sunandar (Pemimpin Redaksi)
Mengawali kemampuan jurnalistiknya secara autodidak ketika masih duduk di bangku SMA. Sejak tahun 2007, tulisannya dimuat di beberapa media massa nasional seperti Pikiran Rakyat, Detik Bandung, dan Majalah Biskom. Sebagian besar tulisannya berkaitan dengan internet, blog, dan open source serta citizen journalism.
Saat ini, selain berprofesi sebagai jurnalis lepas dan penulis lepas, Yudha juga beraktivitas sebagai jurnalis di situs SalmanITB.com. Dia juga sering menjadi pembicara dalam pelatihan dan seminar mengenai online journalism dan blog.
[yudha@salmanitb.com]
Danar Astuti Dewirini (Redaksi)
Mahasiswa Teknik Planologi ITB angkatan 2005 ini telah aktif di dunia jurnalistik sejak di bangku SMA. Dia menggali potensi jurnalistiknya di Journalistik V, sebuah ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Negeri 5 Surabaya.
Ketika menjadi mahasiswa, dara kelahiran Malang ini langsung bergabung di Pers Mahasiswa ITB. Semasa berada di unit tersebut, dara kelahiran tahun 1987 ini bertugas sebagai editor dan reporter selama 3 tahun lamanya.
Pengalaman lainnya, dia pernah menjadi reporter untuk Unit Sumber Daya dan Informasi (USDI) ITB selama 11 bulan lamanya pada tahun 2008. Pada bulan September hingga Nopember 2009, dia pernah juga magang di The Jakarta Post sembari mengasah kemampuan meliput dan menulis berita.
Maya Dewi Mustika (Reporter)
Dara kelahiran Tasikmalaya tahun 1989 ini, sangat tertarik dengan dunia menulis dan fotografi. Bakatnya di bidang menulis telah muncul ketika karyanya terpilih dalam lomba Membuat Buku Sendiri yang diselenggarakan Majalah Bobo tahun 1998.
Kemampuan menulisnya semakin terasah ketika lulusan SMA Negeri 1 Tasikmalaya ini diterima di jurusan Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2007 silam. Karyanya beberapa kali menghiasi rubrik Saba Kampus di Koran Priangan.
Selain di bidang menulis, anggota unit kegiatan fotografi PERFORMA UPI ini juga menggeluti bidang sinematografi. Beberapa prestasinya antara lain Finalis proposal Ide Film Dokumenter Berprespektif Keberagaman dalam Festival Film Dokumenter tahun 2008 dan Juara III lomba Film Jogja Green Festival yang diselenggarakan Jendela Ekologi tahun 2009. Saat ini, dia tercatat sebagai anggota komunitas video SOCA Tasikmalaya.
Rahardini Nurina Herwahyuningtyas (Reporter)
Gadis asal Surabaya ini, sangat menyukai segala hal yang berhubungan dengan menulis dan bahasa. Tak heran, ketika duduk di bangku SMA Negeri 5 Surabaya, dara kelahiran 1988 ini aktif berkecimpung di ekstrakurikuler Jurnalistik SMAN 5 Surabaya.
Selama berkegiatan di Jurnalistik SMAN 5 Surabaya, dia pernah diamanahi tugas sebagai editor majalah sekolah, redaktur majalah sekolah, dan ketua divisi majalah dinding.
Namun, aktivitas jurnalistiknya terhenti ketika mahasiswa Teknik Industri ITB angkatan 2006 ini mulai duduk di bangku kuliah. Dirinya lebih senang beraktivitas di Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa (PSTK) ITB. Meskipun begitu, dilatarbelakangi keinginannya untuk kembali terjun ke bidang tulis-menulis, dara yang akrab disapa Tyas ini akhirnya bergabung sebagai Repoter di SalmanITB.com.
Tristia Riskawati (Redaksi)
Lulusan SMA 3 Bandung ini memulai aktivitas jurnalistiknya ketika duduk di bangku SMA. Ketika itu, dara kelahiran Bandung ini bertugas sebagai redaktur buletin sekolah Jalan Tol selama 2 tahun lamanya.
Lantaran memiliki minat yang cukup besar di bidang jurnalistik, penghobi hiking ini akhirnya melanjutkan kuliahnya di Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung.
Di samping itu, pemilik blog kalengikansarden.tumblr.com ini pun aktif sebagai kolumnis buletin sekolah Siluet dan redaktur buletin Future Keluarga Remaja Islam Salman (Karisma) ITB sejak tahun 2009.
Febi Mutia (Penerjemah)
Bahasa Inggris adalah bidang yang sudah tidak asing lagi bagi dara kelahiran Aceh tahun 1987 ini. Dia dan keluarga, pernah tinggal di Amerika selama 8 bulan ketika dirinya berusia 6 tahun. Ibunya pun seorang guru Bahasa Inggris di sebuah SMA Negeri di Aceh. Sehingga, Bahasa Inggris adalah bahasa yang cukup dekat bagi dia dan keluarganya.
Menginjak bangku SMA, alumni Tambang ITB ini pernah menjuarai lomba debat Bahasa Inggris di Aceh. Dia pun pernah menjadi perwakilan Aceh untuk lomba mengarang tingkat nasional.


*Terima Kasih Pejuang Salman, dan Saya Mencari 3 Pejuang 1988*
Ketika saya masih kuliah di UI Jakarta,sekitar akhir 1988 (lupa persisnya) saya sering ke masjid Salman dan berdiskusi dengan teman-teman aktivis dakwah di masjid Salman.
Setelah diskusi panjang, saya mengajak 3 teman aktivis dakwah yang saat itu masih mahasiswa, untuk berkunjung ke medan dakwah yang jauh dari Bandung, tepatnya di kampung Purwosari, desa Jurangjero, kecamatan Karangmalang, kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Waktu itu saya tidak bisa ikut ke kampung halaman saya itu, karena saya sakit di Bandung di rumah mertua. Saya menikah sebelum lulus kuliah
. Alhamdulillah 3 teman kita berhasil datang ke Sragen dan tinggal bersama keluarga saya di kampung Purwosari. Orang tua dan teman-teman di kampung saya sangat berterima kasih karena dikunjungi dan diberi ilmu serta motivasi berdakwah. Meskipun hanya sekitar 2 hari di kampung, kami merasakan besar manfaatnya sehingga sekarang kampung saya cukup meju dakwahnya, padahal dulu (sebelum 1988) merupakan kampung yg jauh dari Islam.
Saya ingin sekali sekadar mengucapkan terima kasih dan ingin tahu di mana sekarang teman-teman kita itu (sayang sekali saya lupa semua nama ketiganya.)
Mohon kalau bisa meneruskan cerita saya ini ke milis alumni Salman ITB atau yang sejenis, agar teman yang pernah berkunjung ke sebuah kampung di Sragen yang waktu itu belum ada listrik, belum ada telepon, apalagi internet, bisa menghubungi saya di email rus at nurulfikri.com.
Saya semakin suka buka website Salman ini. Terimakasih atas upaya tim redaksi salmanitb.com
Terima kasih banyak atas kesetiaan dan apresiasinya terhadap situs SalmanITB.com, mas Irfan. Semoga situs ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Amin.
Kepada ysh. Pengurus Masjid Salman ITB
Assalamu’alykum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah saya hampir tiap hari Jum’at shalat Jum’at di Masjid Salman ITB kalau hari Jum’at tidak libur. Biasanya sebelum Adzan dikumandangkan disampaikan pengumuman terlebih dahulu dan kadang ada pengumuman seseorang yang sakit minta didoakan untuk sembuh. Ada satu hal yang menurut saya sebaiknya tidak perlu diumumkan Rumah Sakitnya terutama Rumah Sakit yang nonmuslim, cukup dikatakan “sedang dirawat di Rumah Sakit saja” kecuali bagi pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum atau Rumah Sakit Islam.
Semoga email ini bisa bisa sebagai masukan, terima kasih.
Wassalamu’alykum warahmatullahi wabarakatuh
Budiyono
Terima kasih atas masukannya, mas Budiyono. Akan kami pertimbangkan lebih lanjut.
Kapankah pasar Islam akan diadakan kembali? Saya sudah nabung dirham nih buat belanja. Di manakah saya dapat mendapatkan informasinya? Terima kasih.