Narahubung: 085210347872 (Kang Irman)

Sasaran: umum (terutama dhuafa)

Layanan pengurusan jenazah di masjid memang sudah lumrah. Namun, di antara masjid-masjid kampus, boleh dibilang masjid Salman ITB lah yang pertama dalam urusan ini. Sebenarnya wacana penyediaan layanan ini sudah ada sejak lama, tetapi baru benar-benar terealisasi pada 2010 lalu atas prakarsa Dr. Syarif Hidayat, Ketua Pengurus YPM Salman ITB.

Wacana pengadaan layanan pengurusan jenazah ini muncul karena tidak adanya layanan sejenis di area kampus ITB. Padahal, kematian bisa terjadi di mana saja, tak terkecuali di sekitar kampus. Sementara itu, pengurusan jenazah harus dilakukan sesegera mungkin. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah:

Bersegeralah kalian menyelesaikan penyelenggaraan jenazah. Karena bila jenazah itu orang saleh, maka berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya. Dan jika dia bukan orang saleh, maka berarti kalian telah menyingkirkan kejelekan dari pundak kalian.”
HR. Al-Bukhari no. 1315 dan Muslim no. 944

Meskipun layanan ini belum genap satu tahun, boleh dibilang fasilitasnya cukup lengkap. Pengurusan jenazah di Masjid Salman ITB meliputi pemandian jenazah, shalat jenazah, hingga pemakaman, termasuk ambulans. Bahkan jika jenazah harus dibawa ke luar kota pun, Masjid Salman ITB bersedia untuk mengantarkannya.

Jasa layanan jenazah di Salman ITB bukan hanya untuk kalangan kampus ITB atau jamaah saja, melainkan untuk semua kalangan.

Waktu: Setiap bulan

Sasaran: Pemuda

Narahubung: 085722507840 (Abduh)

Pelatihan ini memberikan skill dan kemampuan relawan BP2M agar lebih siap menghadapi masyarakat. Selain itu, Korps Relawan Salman (KORSA) dapat memberikan bantuan pelatihan kerelawanan dan penanganan bencana untuk mahasiswa. Melalui Korsa Training Center (KTC), unit ini mengkhususkan diri memberikan layanan outbond, pelatihan medis, dan survival untuk mahasiswa.

Waktu: Dua minggu sekali padai hari Jumat

Lokasi: Selasar Hijau Masjid Salman ITB

Narahubung: 081572942323

Sasaran: Umum

Kegiatan donor darah Salman dilakukan rutin setiap dua minggu sekali pada hari Jumat. Pelaksanaannya dari pukul 10 pagi hingga pukul 2 siang di Selasar Hijau Salman. Bagi anda yang ingin rutin mendonor darah, anda dapat mendonorkan darah setiap 70 hari sekali. Dalam jangka waktu tersebut, umur dan jumlah sel darah merah telah kembali seperti semula.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar kita bisa mendonorkan darah. Calon pendonor  tidak sedang haid dan hamil (bagi perempuan), ataupun dalam masa pengobatan. Mereka yang mengidap penyakit jantung, ataupun memiliki penyakit yang dapat ditularkan melalui darah seperti hepatitis juga tidak diizinkan mendonorkan darahnya.

Calon pendonor juga sebaiknya sudah makan pagi serta tidak kurang tidur, agar tidak lemas usai mendonorkan darahnya. Calon pendonor pun harus memiliki berat badan minimal 47 kg. Hal-hal tersebut dimaksudkan untuk melindungi pendonor dari keluhan-keluhan seperti pusing, lemas dan mual saat mendonor.

Narahubung: 082115507540 (Kang Yandi)

Sasaran : Masyarakat di kampung binaan

Program Kampoeng Bangkit mulai berjalan pada tahun 2008. Program ini membidik 1000 kampung untuk dibina secara komprehenif atau menyeluruh dengan basis Islam. Mulai dari segi sosial, lingkungan, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Kegiatan-kegiatannya di antaranya Anak Bangsa Ceria (ABC) di segi pendidikan, Cinta Lingkungan untuk segi lingkungan, Sahabat Bunda di segi kesehatan, dan pengembangan lembaga keuangan mikro untuk segi ekonomi. Intinya Kampoeng Bangkit fokus agar masyarakat pedesaan terbina serta memperoleh ilmu di berbagai sisi.

Terhitung sudah ada 14 desa yang berada di bawah binaan Kampoeng Bangkit. Kampung-kampung tersebut kebanyakan berada di wilayah Jawa Barat. Dan tak hanya kampung, daerah kumuh di perkotaan juga sudah terjangkau, seperti Pademangan di Jakarta Utara dan Halim di Jakarta Timur. BP2M juga mengadakan monitoring dan evaluasi secara rutin di setiap kampung.

Daerah-daerah tersebut bukannya terpilih secara random. Sebelumnya tim melakukan survey untuk melihat apakah desa atau daerah itu memenuhi kriteria. Apakah rumah-rumah penduduk layak untuk ditinggali? Apakah sisi kesehatan mereka terperhatikan dengan baik? Tim juga melihat tingkat pendidikan dan letak geografis, mudah atau tidaknya akses jalan menuju lokasi. Saat kriteria-kriteria tadi terpenuhi, tim akan mengajukan izin ke instansi-instansi pemerintah terkait, seperti pihak kecamatan dan kelurahan.

Kebanyakan daerah memiliki masalah yang sama. Pemuda-pemudanya banyak yang putus sekolah, suka mabuk-mabukan, dan tidak peduli akan masa depan mereka dan desa mereka. Tayangan televisi yang menjadi hiburan masyarakat dinilai hanya memberikan dampak negatif. Penduduk desa “terinspirasi” untuk mengikuti gaya “kekota-kotaan” yang mereka lihat di layar kaca.

Kondisi tersebut diperparah dengan para stakeholder (pemangku kepentingan) yang tidak memberikan masukkan ilmu, terutama ilmu agama. Lewat Kampoeng Bangkit, diharapkan masyarakat tersadarkan untuk kembali ke masjid.