<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Masjid Salman ITB</title>
	<atom:link href="http://salmanitb.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salmanitb.com</link>
	<description>Menuju Masyarakat Informasi Islami</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 06:40:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Lomba Syarhil Quran Antar Mahasiswa Perguruan Tinggi Se-Bandung Raya [25 Februari 2012]</title>
		<link>http://salmanitb.com/2012/02/lomba-syarhil-quran-antar-mahasiswa-perguruan-tinggi-se-bandung-raya-25-februari-2012/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2012/02/lomba-syarhil-quran-antar-mahasiswa-perguruan-tinggi-se-bandung-raya-25-februari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 05:51:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fery Adi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=11837</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ikuti ! Lomba Syarhil Quran Antar Mahasiswa Perguruan Tinggi Se-Bandung Raya GRATIS ! Total hadiah trophy dan uang tunai Rp 2.500.000,- Pelaksanaan : Hari        : Sabtu Tanggal : 25 Februari 2012 Waktu    :...</p><p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/lomba-syarhil-quran-antar-mahasiswa-perguruan-tinggi-se-bandung-raya-25-februari-2012/">Lomba Syarhil Quran Antar Mahasiswa Perguruan Tinggi Se-Bandung Raya [25 Februari 2012]</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11838" class="wp-caption alignleft" style="width: 247px"><a href="http://salmanitb.com/2012/02/lomba-syarhil-quran-antar-mahasiswa-perguruan-tinggi-se-bandung-raya-25-februari-2012/lomba-syarhil-quran/" rel="attachment wp-att-11838"><img class=" wp-image-11838" title="lomba syarhil quran" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/lomba-syarhil-quran-212x300.jpg" alt="" width="247" height="349" /></a>
<p class="wp-caption-text">Lomba Syarhil Quran</p>
</div>
<p>Ikuti !<br />
Lomba Syarhil Quran Antar Mahasiswa Perguruan Tinggi Se-Bandung Raya</p>
<p><strong>GRATIS !</strong><br />
<strong>Total hadiah trophy dan uang tunai Rp 2.500.000,-</strong></p>
<p><strong>Pelaksanaan :</strong></p>
<p>Hari        : Sabtu</p>
<p>Tanggal : 25 Februari 2012</p>
<p>Waktu    : 08.00 s.d. selesai</p>
<p>Tempat : Gedung Serba Guna, Komplek Masjid Salman ITB, Jl. Ganesha no. 7, Bandung</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ketentuan :</strong></p>
<p>1. Satu grup peserta lomba terdiri dari 3 orang,terdiri dari:</p>
<p>a. Pembaca/Tilawah &#8211; Qori Alquran</p>
<p>b. Sari Tilawah</p>
<p>c. Penceramah, penyampai kandungan ayat</p>
<p>2. Tema dan ayat Alquran ditentukan panitia lomba (Korps Dai Divisi Pelayanan dan Dakwah Salman ITB) dan diambil 2 hari sebelum lomba (Kamis, 23 Februari 2012) di kantor DPD Salman ITB.</p>
<p>3. Waktu Perlombaan 10 menit bagi tiap peserta</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Persyaratan :</strong></p>
<p>1. Mahasiswa PTN/Swasta S1/S2</p>
<p>2. Mengisi formulir pendaftaran</p>
<p>3. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa 2 lembar</p>
<p>4. Surat keterangan masih aktif kuliah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendaftaran terakhir tanggal 22 Februari 2012</p>
<p>Bagi anda yang ingin mengikuti kegiatan ini, dapat mendaftar langsung ke kantor Divisi Pelayanan dan Dakwah Salman ITB, Gedung Kayu Lt. 1, Komplek Masjid Salman ITB, Jalan Ganesha no. 7, Bandung.</p>
<p>Informasi lebih lengkap di nomor:</p>
<p>022 7092 6232/081 220 199 743</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/lomba-syarhil-quran-antar-mahasiswa-perguruan-tinggi-se-bandung-raya-25-februari-2012/">Lomba Syarhil Quran Antar Mahasiswa Perguruan Tinggi Se-Bandung Raya [25 Februari 2012]</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2012/02/lomba-syarhil-quran-antar-mahasiswa-perguruan-tinggi-se-bandung-raya-25-februari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berseterukah Islam dan Budaya Populer?</title>
		<link>http://salmanitb.com/2012/02/berseterukah-islam-dan-budaya-populer/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2012/02/berseterukah-islam-dan-budaya-populer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 05:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=11809</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dua orang kakak-beradik perempuan sedang asyik nonton televisi. Setelah tayangan sinetron yang ditontonnya selesai tayang, beberapa tayangan iklan muncul menghiasi layar televisi. Keduanya masih tetap tak beranjak dari depan televisi. Kedua mata yang sudah hampir...</p><p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/berseterukah-islam-dan-budaya-populer/">Berseterukah Islam dan Budaya Populer?</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 550px"><img src="http://www.youthradio.org/files/yr_media/00/00/00/00/05/75.jpg" alt="" width="550" height="300" />
<p class="wp-caption-text">(Foto: youthradio.org)</p>
</div>
<p style="text-align: left;">Dua orang kakak-beradik perempuan sedang asyik nonton televisi. Setelah tayangan sinetron yang ditontonnya selesai tayang, beberapa tayangan iklan muncul menghiasi layar televisi. Keduanya masih tetap tak beranjak dari depan televisi. Kedua mata yang sudah hampir memerah itu, tetap dipaksakan untuk setia memandang layar televisi dengan penuh penghayatan.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam tayangan iklan pertama di televisi itu, dihadirkan seorang perempuan cantik tersenyum manja. Gaun merah yang dikenakannya tampak sangat serasi dengan kulitnya yang putih bersih. Iklan berdurasi beberapa detik tersebut, menampilkan adegan perempuan tadi membersihkan bulu kakinya dengan krim yang ditawarkan. Di akhir tayangan iklan tersebut, perempuan itu berkata,”Kaki mulus, semua mata tertuju padamu &#8230;”</p>
<p style="text-align: left;">Sementara tayangan iklan lainnya menggambarkan tiga orang laki-laki berpetualang menjelajahi nusantara. Pembuat tayangan tersebut, sangat cerdas menampilkan tiga orang tersebut sebagai petualang sejati, yang tangkas dan maskulin. Diakhir tayangan iklan tersebut, ada ungkapan,”<em>My Life my adventure&#8230;”</em> padahal iklan tersebut, mempromosikan sebuah produk rokok.</p>
<p style="text-align: left;">Sekilas, kedua tayangan iklan tersebut tampak biasa saja. Tetapi disadari atau tidak, kedua tayangan iklan tersebut mempengaruhi kepribadian penonton. Kedua kaka-beradik tersebut secara tidak sadar, mengamini apa yang dikatakan dalam tayangan iklan tersebut; iklan pertama seolah mengajarkan perempuan untuk memamerkan auratnya. Dengan dalih,”Agar semua mata tertuju padamu&#8230;” seolah mengajarkan untuk memamerkan bentuk kaki yang halus tanpa bulu. Sementara iklan kedua mengajarkan bahwa merokok akan membuat seseorang menjadi tangguh, tangkas dan maskulin.</p>
<p style="text-align: left;">“Televisi disadari atau tidak, membentuk pribadi masyarakat dengan tayangan-tayangannya.”</p>
<p style="text-align: left;">Hal tersebut disampaikan oleh seorang filsuf kebudayaan sekaligus dosen FSRD ITB, Yasraf Amir Piliang dalam seminar dasar Islam bertajuk, “Kemarahan Alam dan Ketimpangan Sosial”.  Acara tersebut diselenggarakan Yayasan Salman di Ruang Utama Masjid Salman ITB, minggu (19/2). Acara ini dimulai pada pukul 09.00 hingga pukul 12.00. Selain Yasraf, acara tersebut juga menghadirkan seorang peneliti astromoni T.Djamaludin yang berbicara tentang penciptaan alam semesta. Sementara Bambang Q. Anees yang semula dijadwalkan mengisi acara tersebut berhalangan hadir.</p>
<p style="text-align: left;">Yasraf yang banyak berbicara soal budaya populer mengatakan, akhir-akhir ini media semakin gencar dalam mempromosikan budaya populer. Televisi dengan tayangan-tayangan yang ditampilkan, menjadi kiblat panutan masyarakat. Hingga pada akhirnya, disadari atau tidak, masyarakat Indonesia banyak terpengaruhi oleh budaya populer yang didapatkan dari tayangan televisi.</p>
<p style="text-align: left;">“Ada pertarungan antara agama, negara dan budaya populer dalam membentuk karakter masyarakat. Ketika agama masuk ke dalam budaya populer, cenderung akan kehilangan kesakralannya.” Tukas Yasraf menjelaskan. Menurutnya, budaya populer kini menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dari industrialisasi, kapitalisme dan konsumerisme.</p>
<p style="text-align: left;">Lebih lanjut Yasraf mengatakan, Umat Islam jangan terjebak dalam budaya populer, tapi bukan berarti menolaknya. Hanya saja, jangan sampai meninggalkan esensi keagamaan. Dalam konteks seperti itu, televisi, komoditi fashion, hiburan bertarung dengan agama untuk membentuk budaya dan pribadi masyarakat.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta seminar bertanya,”Apakah kita harus mengharamkan budaya populer? Dan bagaimana cara menyikapi masuknya budaya barat?”</p>
<p style="text-align: left;">Yasraf menjawab bahwa Islam adalah kultur budaya tinggi. Tetapi Islam memberi ruang untuk budaya populer. Tidak menolak, tapi dalam hal-hal tertentu diperbolehkan. Islam juga tidak mengharamkan, hanya harus berhati-hati. Supaya nilai-nilai agama tidak kehilangan kesakralannya.</p>
<p style="text-align: left;">Menyoal tentang cara menyikapi masuknya budaya barat, Yasraf mengatakan bahwa budaya sekuler barat harus dihindari. Tetapi bukan ditolak sepenuhnya. Tentu hal-hal yang baik dari budaya barat tetap kita ambil. Misalnya tentang budaya ilmiah. Masyarakat harus mengembangkan budaya ilmiah barat dan diisi dengan ruh-ruh keislaman. Bukankah memainkan musik jazz, tetapi diisi oleh ruh-ruh keislaman akan lebih menyenangkan?*** [ed: Tr]</p>
<p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/berseterukah-islam-dan-budaya-populer/">Berseterukah Islam dan Budaya Populer?</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2012/02/berseterukah-islam-dan-budaya-populer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [24 Februari 2012]</title>
		<link>http://salmanitb.com/2012/02/aksi-donor-darah-dan-infaq-transfusi-24-februari-2012/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2012/02/aksi-donor-darah-dan-infaq-transfusi-24-februari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 01:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fery Adi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=11816</guid>
		<description><![CDATA[<p>Rumah Amal Salman ITB bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung akan menggelar aksi donor darah. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada: Hari                  : Jumat Tanggal           :...</p><p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/aksi-donor-darah-dan-infaq-transfusi-24-februari-2012/">Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [24 Februari 2012]</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11829" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://salmanitb.com/2012/02/aksi-donor-darah-dan-infaq-transfusi-24-februari-2012/dordar-24-februari-2012/" rel="attachment wp-att-11829"><img class="size-medium wp-image-11829" title="DORDAR 24 Februari 2012" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/DORDAR-24-Februari-2012-210x300.png" alt="" width="210" height="300" /></a>
<p class="wp-caption-text">Poster Donor Darah 24 Februari 2012.</p>
</div>
<p>Rumah Amal Salman ITB bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung akan menggelar aksi donor darah. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada:</p>
<p>Hari                  : Jumat</p>
<p>Tanggal           : 24 Februari 2012</p>
<p>Waktu              : Pukul 10.00-14.00 WIB</p>
<p>Tempat           : Komplek Masjid Salman ITB, Jl. Ganesha no. 7, Bandung</p>
<p>Bagi anda yang ingin mendonorkan darahnya, dapat mendaftar melalui SMS ke 0811 222 8333. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi Ani (0856 240 92 107).</p>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/aksi-donor-darah-dan-infaq-transfusi-24-februari-2012/">Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [24 Februari 2012]</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2012/02/aksi-donor-darah-dan-infaq-transfusi-24-februari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meredakan Amarah Alam dengan Memahami Peran Kita Sebagai Khalifah</title>
		<link>http://salmanitb.com/2012/02/meredakan-amarah-alam-dengan-memahami-peran-kita-sebagai-khalifah/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2012/02/meredakan-amarah-alam-dengan-memahami-peran-kita-sebagai-khalifah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 01:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raudika Lestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=11733</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sesuai dengan yang tercantum pada surat Al-Baqarah ayat 30, manusia diciptakan untuk jadi khalifah (pemimpin) di muka bumi. Nyatanya, manusia justru berbuat kerusakan di muka bumi. Tak terkecuali para muslim. Prihatin terhadap hal...</p><p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/meredakan-amarah-alam-dengan-memahami-peran-kita-sebagai-khalifah/">Meredakan Amarah Alam dengan Memahami Peran Kita Sebagai Khalifah</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11825" class="wp-caption alignleft" style="width: 300px"><a href="http://salmanitb.com/2012/02/meredakan-amarah-alam-dengan-memahami-peran-kita-sebagai-khalifah/sampah-di-sungai-citepus/" rel="attachment wp-att-11825"><img class="size-medium wp-image-11825" title="sampah di sungai citepus" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/sampah-di-sungai-citepus-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>
<p class="wp-caption-text">Sampah di sungai Citepus, anak sungai Citarum. Hasil karya manusia yang belum sadar pentingnya menjaga alam. (Foto: citarum.org)</p>
</div>
<p>Sesuai dengan yang tercantum pada surat Al-Baqarah ayat 30, manusia diciptakan untuk jadi <em>khalifah</em> (pemimpin) di muka bumi. Nyatanya, manusia justru berbuat kerusakan di muka bumi. Tak terkecuali para muslim.</p>
<p>Prihatin terhadap hal tersebut, Divisi Pelayanan dan Dakwah (DPD) Salman ITB menggelar Seminar Dasar Islam. Tema “Kemarahan Alam dan Ketimpangan Sosial” diusung dalam seminar kali ini. Tema tersebut diharapkan dapat menggugah kesadaran umat Islam, sebagai <em>khalifah</em> dan hamba Allah.</p>
<p>Dua pemateri hadir dalam acara yang diselenggarakan pada hari Ahad (19/2) tersebut. Mereka adalah Prof. Dr. Thomas Djamaludin dan  Dr. Yasraf Amir Piliang. Bergantian mereka menyampaikan materinya di hadapan 64 peserta yang berada di dalam ruang utama masjid Salman ITB.</p>
<p>Menurut mereka, kerusakan alam diakibatkan oleh ulah dan perbuatan manusia. Manusia tidak bisa menjaga lingkungannya. Manusia juga terjebak dalam budaya populer yang banal (dangkal-red).</p>
<p>Sementara itu, menurut Ustadz Zul, ketua panitia kegiatan ini, kita hendaknya memahami fungsi dan tujuan penciptaan manusia yang sesungguhnya. Sehingga, mudah-mudahan alam juga akan semakin ramah.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p>Maka untuk semakin memahami fungsi dan tujuan penciptaan manusia tersebut, DPD akan meluncurkan dua program lanjutan dari seminar ini. Program tersebut adalah ASASI (Alquran, Sains dan Spiritual) serta Kelas Dasar Islam.</p>
<p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/meredakan-amarah-alam-dengan-memahami-peran-kita-sebagai-khalifah/">Meredakan Amarah Alam dengan Memahami Peran Kita Sebagai Khalifah</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2012/02/meredakan-amarah-alam-dengan-memahami-peran-kita-sebagai-khalifah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Tentang Akar (Yusril Djalinus): Sosok Tengil Pekerja Keras</title>
		<link>http://salmanitb.com/2012/02/cerita-tentang-akar-yusril-djalinus-sosok-tengil-pekerja-keras/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2012/02/cerita-tentang-akar-yusril-djalinus-sosok-tengil-pekerja-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 22:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tristia Riskawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Literasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=11788</guid>
		<description><![CDATA[<p>Jika TEMPO sebuah akar, maka seorang Yusril Djalinus ibarat akarnya. Mendirikan TEMPO bersama Goenawan Mohammad, Bur Rasuanto, dan pegiat jurnalistik lain pada awal 1970-an, tidak membuat nama Yusril lantas mentereng. Yusril tak dikenal di kalangan luar Tempo. Ia tak memberikan pidato, tidak pernah ikut seminar-seminar di hotel, muncul dalam resepsi, dan sebagainya.</p><p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/cerita-tentang-akar-yusril-djalinus-sosok-tengil-pekerja-keras/">Cerita Tentang Akar (Yusril Djalinus): Sosok Tengil Pekerja Keras</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11795" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://salmanitb.com/2012/02/cerita-tentang-akar-yusril-djalinus-sosok-tengil-pekerja-keras/yusril/" rel="attachment wp-att-11795"><img class="size-large wp-image-11795" title="yusril" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/yusril-450x300.jpg" alt="" width="450" height="300" /></a>
<p class="wp-caption-text">&quot;Catatan Tentang Akar&quot; (Foto: Tristia R.)</p>
</div>
<p><strong><em>Kepala Proyek: Bina Bektiati</em></strong></p>
<p><strong><em>Jumlah Halaman: 150 + viii</em></strong></p>
<p><strong><em>Penerbit: Pusat Data dan Analisa Tempo</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Apa jadinya pohon tanpa  akar? Padahal, elemen pohon ini adalah organ vital di mana suplai nutrisi tanah bermula. Akar pun dapat menjadi penopang kehidupan sebatang pohon.</p>
<p>Jika <em>Tempo</em> sebuah akar, maka seorang Yusril Djalinus ibarat akarnya. Mendirikan<em> Tempo</em> bersama Goenawan Mohammad, Bur Rasuanto, dan pegiat jurnalistik lain pada awal 1970-an, tidak membuat nama Yusril lantas mentereng. Yusril tak dikenal di kalangan luar <em>Tempo</em>. Ia tak memberikan pidato, tidak pernah ikut seminar-seminar di hotel, muncul dalam resepsi, dan sebagainya.</p>
<p>Namun, Yusril adalah sebilah penunjang kokoh. Kiprahnya di “bawah tanah”-lah yang membuat arah pertumbuhan redaksi <em>Tempo </em>berubah. Jasanya di ranah manajemen amat inovatif. Ia mengembangkan sistem yang rasional mengenai penilaian wartawan. Jadinya, penilaian yang bergantung pada personifikasi pimpinan puncak pun minim terjadi.</p>
<p>Begitu awal mula mengapa kata ‘akar’, dalam judul buku <em>Cerita dalam Akar</em> dicantumkan. <em>Cerita dalam Akar</em> merupakan serangkai mozaik kenangan 49 rekan Yusril tentangnya dalam bentuk tulisan. Dalam buku, sosok Yusril dipermanai melalui kacamata perspektif yang berbeda satu sama lainnya. Pemberi perspektif pun pemilik karakter beragam.</p>
<p>Sang istri, Nunung Nurjanah, tak alpa diberi kesempatan untuk mengungkapkan bagaimana dirinya dan suami rela tidur beralaskan tikar pada awal pernikahan. Seorang guru bahasa Inggris di Purwakarta berkata, Yusril memiliki semangat enggan padam untuk mengajar Bahasa Inggris pada anak-anak. Iwan Abdurachman sang pencipta tembang berpamor tinggi, “Mentari”, menceritakan bahwa seniornya di Wanadri tersebut sungguh kepalang pemberani.</p>
<p>Sedangkan rekan-rekan Yusril di <em>Tempo </em>memiliki penilaian yang jamak. Kawan-kawan dekatnya yang sebaya, seperti Bambang Halintar, mengenang Yusril sebagai sosok yang suka ngerjain orang. Begitu pun wartawan Putu Setia, Bambang Bujono, dan Toeti Kakialatoe. Salah satu insiden lucu antara Yusril dan Putu Setia adalah ketika mereka sedang bermain tenis.</p>
<blockquote><p>“Tinggal di satu kompleks, saya sering diajak pergi. Terutama pagi-pagi, saya dijemput diajak bermain tenis. Saya kikuk dengan permainan asing ini. Suatu ketika, Susanto Pudjomartono bergurau agar saya menjadi pemungut bula dulu, baru bisa memukul bola. Kebetulan hari  itu pemungut bola (ball boy) absen. Saya pun mau saja disuruh-suruh, lumayan bisa berlari kecil.</p>
<p>Saat istirahat, ketika saya ada di sebelah Mas Santo, seorang lelaki yang belum saya kenal—padahal sudah dua kali saya temui di lapangan—menegur saya, “Kamu ball boy baru ya? Tinggal di mana, kok bisa sama Yusril?” Mas Santo keburu tertawa dan lelaki itu kembali bertanya dengan penasaran: “Kamu ball boy, bukan?” Saya jawab terus terang, “Saya wartawan <em>Tempo</em>”. Lelaki itu langsung mengumpat ke arah Yusril: “Monyet&#8230;” Semuanya tertawa.</p></blockquote>
<p>Lain hal dengan Karni Ilyas. Direktur Pemberitaan dan Olahraga <em>TVOne</em> ini memandang Yusril sebagai “Koordinator reporter yang dingin, pelit senyum, dan selalu menetapkan standar tinggi.”A. Margana, mantan wartawan<em> Tempo</em> mengenang Yusril tidak memiliki kamus dengan kata gagal atas penugasan yang diberikannya. Lantaran sikap yang keras dan tegas terhadap reporter, banyak reporter  yang tidak tahan, dan ada pula yang mengalami stres berat.</p>
<p>Masih banyak keajaiban sifat-sifat Yusril yang dapat ditelusuri lewat pemaparan 49 penulis di buku ini. Yusril, pada kenyataannya telah wafat pada tanggal 2 Februari 2009. Sayang, buku ini tidak bebas dijual secara umum. Padahal, sistem keredaksian Yusril, etos kerja, serta sisi humanistis dari Yusril Djalinus dikemas secara menggigit dan inspiratif.</p>
<p>Semenggigit kekeluargaan dan profesionalisme dalam <em>Tempo yang </em>seolah dapat berjalan beriringan di bawah sistem yang saklek. Semenggigit momen Yusril memarahi anak-anaknya, kemudian pada pagi keesokan harinya mencium anak dan berbisik, “Maafkan Ayah karena sudah marah-marah kemarin&#8230;”***</p>
<p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/cerita-tentang-akar-yusril-djalinus-sosok-tengil-pekerja-keras/">Cerita Tentang Akar (Yusril Djalinus): Sosok Tengil Pekerja Keras</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2012/02/cerita-tentang-akar-yusril-djalinus-sosok-tengil-pekerja-keras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Studia Humanika: Jalan Tengah Fenomenologi Milik Stumpf*</title>
		<link>http://salmanitb.com/2012/02/studia-humanika-jalan-tengah-fenomenologi-milik-stumpf/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2012/02/studia-humanika-jalan-tengah-fenomenologi-milik-stumpf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 07:54:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tristia Riskawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=11742</guid>
		<description><![CDATA[<p>Menentang fenomenologi yang terlalu dibubuhi psikologi, namun menentang fenomenologi yang terlampau anti-psikologi pula.  Pemikiran berseberangan ini dapat Anda temukan dalam hasil peras otak Carl Stumpf. Lahir pada 21 April 1848 (Wiesentheid, Jerman), Stumpf...</p><p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/studia-humanika-jalan-tengah-fenomenologi-milik-stumpf/">Studia Humanika: Jalan Tengah Fenomenologi Milik Stumpf*</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><img src="http://www.sammlungen.hu-berlin.de/media2/sammlung/dokument/0000/0000/0000/0000/0000/0002/5302/content.800.jpg" alt="" width="480" height="316" />
<p class="wp-caption-text">(Foto: sammlungen.hu-berlin.de)</p>
</div>
<p>Menentang fenomenologi yang terlalu dibubuhi psikologi, namun menentang fenomenologi yang terlampau anti-psikologi pula.  Pemikiran berseberangan ini dapat Anda temukan dalam hasil peras otak Carl Stumpf.</p>
<p>Lahir pada 21 April 1848 (Wiesentheid, Jerman), Stumpf berasal dari keluarga terpelajar. Ayahnya merupakan dokter kalangan bangsawan, sedangkan kakeknya mempelajari Sastra Prancis dan filosofi Immanuel Kant. Stumpf muda memiliki ketertarikan yang besar terhadap musik. Ia mulai mempelajari biola pada usia tujuh tahun dan lima instrumen musik pada usia sepuluh tahun.</p>
<p>Stumpf bertemu dengan Franz Brentano pada semester ketiganya berkuliah. Brentano mengenalkan Stumpf pada empirisme. Brentano juga mengarahkan Stumpf agar mempelajari ilmu pengetahuan alam. Bagi Brentano, substansi dan metode ilmiah yang terdapat di ilmu pengetahuan alam penting diadopsi ke dalam ilmu filsafat. Pertemuannya dengan Brentano menstimulasi Stumpf untuk mengembangkan konsep<em> fenomenologi ekspreimental.</em></p>
<p>Dalam filsafat, Stumpf ingin agar segala sesuatunya bersifat <em>scientific. </em>Baginya, pola penelitian fenomenologi adalah pola penelitian ilmiah. Stumpf menganggap fenomena adalah suatu kesatuan yang bersifat holistik. Pendekatan fenomenologi Stumpf mengacu pada pemikiran <em>the gestaltists </em>(Köhler, Wertheimer, Koffka), <em>the group dynamic movement</em> (Kurt Lewin), dan secara tidak langsung&#8211; pada konsep psikologi fenomenologi baru milik Donald Snygg dan Arthur W Combs.</p>
<p>Stumpf berpendapat, filsafat jangan menolak positivistik secara murni. Masa depan filsafat menurutnya bergantung pada kemampuan mengadopsi metode sains kealaman. Pada awalnya, Stumpf tidak memiliki ambisi untuk menciptakan sistem filsafat yang final. Namun, lambat laun hal tersebut menjadi penting baginya. Dalam survey otobiografinya, Stumpf  mengutip pemaparan koleganya, Wilhelm Dithley:</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>&#8220;Kami memandang rendah konstruksi, cinta investigasi, dan skeptis terhadap sistem mekanis&#8230;. Kami merasa penuh ketika pada akhir  hidup kami, kami telah melakukan riset ilmiah yang telah memandu kami pada kedalaman suatu hal&#8230;&#8221;</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Stumpf menyebut dirinya adalah seorang <em>empiricist</em> seperti layaknya Brentano. Pemikiran filsuf seperti John Locke dan Gottfried Leibniz banyak ia gali. Stumpf mengkritik pemikiran David Hume. Ia menilai empirisme versi Hume tidak cukup digunakan dalam observasi dan mendeskripsikan. Hume, baginya, mengabaikan fenomena seperti hubungan antar impresi&#8211; tepatnya mengabaikan kesatuan antar substansi yang menciptakan ketergantungan sebab dan akibat.</p>
<p>Namun, kontras dengan Brentano, Stumpf mengiyakan pengetahuan yang didapatkan secara apriori, atau pengetahuan yang tidak memerlukan observasi fakta untuk mendapatkannya. Baginya, ilmu pengetahuan tidak semuanya harus disarikan dari pengalaman. Pengetahuan dapat disarikan dari analisis bahan-bahan yang didapatkan secara empiris, tetapi bukan dari konsepnya. Dalam menganalisis materi, Stumpf berusaha untuk menemukan koneksi struktural antar elemen. Untuk menemukan koneksi tersebut, diperlukan imajinasi.</p>
<p>Secara spesifik, Stumpf ingin agar fenomena tidak dipandang secara pasif oleh subjek. Adapun yang Stumpf inginkan adalah eksplorasi aktif dari satu set operasi mental.</p>
<p>Stumpf menentang pemikiran &#8220;psychologism&#8221;. <em>Psychologism</em> ia pahami sebagai reduksi dari hal-hal yang terkait dengan reduksi filosofis&#8211; terutama epistemologi darinya&#8211; agar mengarah pada pendekatan psikologis. Namun pada saat yang sama, Stumpf juga menentang aliran anti-psychologism, yang berupaya menghapus akar-akar psikologi dari filsafat. Bagi Stumpf, seyogyianya tidak ada pemisah antara ilmu alam dan filsafat.</p>
<p>Berkat kecintaannya pada dunia musik sejak dini, Stumpf pun gemar mempelajari fenomena-fenomena yang berkaitan dengan musik. Ia dikenal sebagai salah satu pelopor <em>ethnomusicology</em>. <em>Ethnomusicology</em> sendiri adalah  studi mengenai aspek sosial dan budaya dari musik. Stumpf juga mempelajari mengenai fenomena warna berdasarkan substansi dan atribusinya (penamaan &#8220;merah&#8221;, &#8220;biru&#8221;, dll.)***</p>
<p style="text-align: right;"><em>*Disarikan dari kuliah Studia Humanika Pengantar Fenomenologi <strong>Pertemuan 2: Fase Pratanda Kelahiran Fenomenologi II</strong><br />
<strong>Posisi Stumpf dalam sejarah fenomenologi: Fenomenologi eksperimental</strong>) pada Kamis, 9 Februari 2012 di GSS E Masjid Salman ITB.</em></p>
<p style="text-align: right;"><em>Pemateri dalam kuliah ini adalah Dr. Irawan,SPd., M.Hum. (Penulis buku </em><strong>Animal Ambiguitatis: Memahami Manusia Melalui Pemikiran Maurice Merleau-Ponty dan Jacques Lacan</strong><em>).</em></p>
<p><em>Untuk mengetahui lebih lanjut pemikiran Carl Stumpf, Anda dapat membaca </em><strong>The Psychological Movement</strong><em> karya Herbert Spiegelberg.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/studia-humanika-jalan-tengah-fenomenologi-milik-stumpf/">Studia Humanika: Jalan Tengah Fenomenologi Milik Stumpf*</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2012/02/studia-humanika-jalan-tengah-fenomenologi-milik-stumpf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Bahasa Arab Untuk Memahami Alquran</title>
		<link>http://salmanitb.com/2012/02/belajar-bahasa-arab-untuk-memahami-al-quran/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2012/02/belajar-bahasa-arab-untuk-memahami-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 05:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raudika Lestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=11617</guid>
		<description><![CDATA[<p>Divisi Pelayanan dan Dakwah (DPD) Salman ITB, Sabtu (18/02) mengadakan acara pembukaan kelas reguler bahasa Arab angkatan ke-12 di ruang Utsman. Acara pembukaan kelas bahasa Arab tersebut dibawakan oleh Ustd. Ahmad selaku ketua...</p><p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/belajar-bahasa-arab-untuk-memahami-al-quran/">Belajar Bahasa Arab Untuk Memahami Alquran</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/Photo1212.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-11731" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/Photo1212-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Divisi Pelayanan dan Dakwah (DPD) Salman ITB, Sabtu (18/02) mengadakan acara pembukaan kelas reguler bahasa Arab angkatan ke-12 di ruang Utsman. Acara pembukaan kelas bahasa Arab tersebut dibawakan oleh Ustd. Ahmad selaku ketua program kelas Bahasa Arab.</p>
<p>Acara dihadari oleh 18 peserta. Namun sebenarnya, menurut pengurus administrasi Ustd Dudi, peserta yang terdaftar adalah 35 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 13 peserta laki-laki dan 22 peserta perempuan.</p>
<p>Dalam pengantarnya, Ustd. Ahmad mengenalkan seluk-beluk program Kelas Bahasa Arab Salman ITB. Kelas bahasa Arab memilik dua program, yaitu program insidental dan rutin. Program insidental contohnya seperti lomba dan seminar bahasa Arab. Sementara program rutin contohnya seperti program reguler, program untuk jama’ah haji dan untuk TKW. Selain itu, Ustd. Ahmad juga menerangkan sekilas tentang metode dan pendekatan mengajar, serta fasilitas yang diberikan.</p>
<p>Acara kemudian dilanjutkan dengan<em> ta’aruf</em> (perkenalan) peserta. <em>Ta’aruf</em> tentu saja dilakukan dalam bahasa arab. Setelah <em>ta’aruf</em> peserta diminta menceritakan motivasi belajar bahasa arab. Ternyata, peserta yang berasal dari berbagai macam kalangan ini rata-rata ingin belajar bahasa Arab untuk bisa memahami Alquran.</p>
<p>Hal tersebut sejalan dengan tujuan dibukanya kelas bahasa Arab ini. Menurut Ustd. Ahmad, kelas bahasa Arab dibuka untuk mewadahi dan melayani jamaah Salman yang ingin belajar bahasa Arab. “Tujuannya untuk memahami Alquran dan Al-hadits,” tegasnya.</p>
<p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/belajar-bahasa-arab-untuk-memahami-al-quran/">Belajar Bahasa Arab Untuk Memahami Alquran</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2012/02/belajar-bahasa-arab-untuk-memahami-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Quran Salman Buka Kelas Tahsin</title>
		<link>http://salmanitb.com/2012/02/rumah-quran-salman-buka-kelas-tahsin/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2012/02/rumah-quran-salman-buka-kelas-tahsin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 01:50:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aulia Mulya Dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Tahsin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=11746</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tatkala kita akan menyelami ilmu agama, maka ilmu yg terlebih dahulu kita pelajari adalah ilmu Alquran. Namun, banyak orang yang bisa membaca Alquran hanya sampai kerongkongan saja. Artinya tidak sampai benar dan paham...</p><p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/rumah-quran-salman-buka-kelas-tahsin/">Rumah Quran Salman Buka Kelas Tahsin</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11748" class="wp-caption alignleft" style="width: 300px"><a href="http://salmanitb.com/2012/02/rumah-quran-salman-buka-kelas-tahsin/dsc00030/" rel="attachment wp-att-11748"><img class="size-medium wp-image-11748" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/DSC00030-300x203.jpg" alt="" width="300" height="203" /></a>
<p class="wp-caption-text">Ustad Asep Kurniawan Sedang memberikan motivasi kepada peserta Tahsin (Foto: Aulia)</p>
</div>
<p>Tatkala kita akan menyelami ilmu agama, maka ilmu yg terlebih dahulu kita pelajari adalah ilmu Alquran. Namun, banyak orang yang bisa membaca Alquran hanya sampai kerongkongan saja. Artinya tidak sampai benar dan paham betul makna dari yang dibacanya.</p>
<p>Divisi Pelayanan dan Dakwah (DPD) Salman ITB membuka kelas <em>Tahsin</em> melalui program Rumah Quran. Lantunan Surat Al-Qiyamah oleh Ustad Toyyib Iskandar menjadi pembuka acara tersebut pada Sabtu (18/2). Bertempat di ruang Ustman Salman, tercatat 10 peserta yang akan mengikuti program ini. Dalam sambutannya, Ustad Asep Kurniawan, pengajar <em>tahsin</em>, memberikan motivasi agar peserta kelas <em>tahsin</em> ini semangat dalam memperbaiki bacaan Alquran ini sampai 16 pertemuan selanjutnya.</p>
<p>Metode yang digunakan dalam kelas <em>tahsin</em> ini adalah metode <em>Asy-Syaro</em>, yaitu 10 pertemuan bisa membaca Alquran. Metode tersebut diadopsi dari buku karya Yudi Imana. Tidak banyak teori, namun praktek yang lebih di tekankan. Kendati begitu, metode yang digunakan tidak menjadikan suatu tekanan atau beban. Sehingga tidak membuat stres oleh ujian-ujian <em>tahsin </em>yang terpenting adalah prakteknya.</p>
<p>“Rasulullah sangat mencintai orang yang senang baca Alquran, orang yang bacaan Alqurannya bagus ibarat sebuah bunga yang harum,” ujar Asep Kurniawan<em>,</em> saat memberikan motivasi kepada peserta Kelas Tahsin.</p>
<p>Selanjutnya pertemuan Kelas Tahsin akan diadakan pada hari Selasa dan Kamis pukul 16.00-17.30, sedangkan pada hari Sabtu pukul 10.00-11.30.</p>
<p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/rumah-quran-salman-buka-kelas-tahsin/">Rumah Quran Salman Buka Kelas Tahsin</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2012/02/rumah-quran-salman-buka-kelas-tahsin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Pendidikan: &#8220;Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia&#8221; [28 Februari 2012]</title>
		<link>http://salmanitb.com/2012/02/seminar-pendidikan-menjadi-manusia-yang-berkarakter-juara-dan-bahagia-28-februari-2012/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2012/02/seminar-pendidikan-menjadi-manusia-yang-berkarakter-juara-dan-bahagia-28-februari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 01:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maya Dewi Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Yogo Pratomo]]></category>
		<category><![CDATA[Munif Chatib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=11417</guid>
		<description><![CDATA[<p>SEMINAR PENDIDIKAN : &#8220;Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia&#8221; Pembicara: Munif Chatib Trainer, Pemerhati Dunia Pendidikan, Praktisi Multiple Intelligence Indonesia, Penulis buku  &#8220;Gurunya Manusia&#8221; dan  &#8220;Sekolahnya Manusia&#8221;. Dr. Dewi Yogo Pratomo, MHt...</p><p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/seminar-pendidikan-menjadi-manusia-yang-berkarakter-juara-dan-bahagia-28-februari-2012/">Seminar Pendidikan: &#8220;Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia&#8221; [28 Februari 2012]</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/340230_3124018710091_1553337255_2931094_732637610_o.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11418" title="340230_3124018710091_1553337255_2931094_732637610_o" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/340230_3124018710091_1553337255_2931094_732637610_o-214x300.jpg" alt="" width="214" height="300" /></a>SEMINAR PENDIDIKAN :<br />
&#8220;Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia&#8221;</p>
<p><strong>Pembicara:</strong></p>
<ul>
<li><em><strong>Munif Chatib</strong></em><br />
Trainer, Pemerhati Dunia Pendidikan, Praktisi <em>Multiple Intelligence</em> Indonesia, Penulis buku  &#8220;Gurunya Manusia&#8221; dan  &#8220;Sekolahnya Manusia&#8221;.</li>
<li><em><strong>Dr. Dewi Yogo Pratomo, MHt</strong></em><br />
Kepala Asosiasi Hypnotherapis Indonesia Sehati, Penulis buku &#8220;Hypnoparenting&#8221;.</li>
</ul>
<p><strong>Waktu dan Tempat Pelaksanaan:</strong></p>
<p>Selasa, 28 Februari 2012<br />
Pukul 09.00-15.00 WIB<br />
SABUGA Convention Hall &#8211; Tamansari Bandung</p>
<p><strong> Investasi:</strong><br />
Early bird 28 Januari &#8211; 20 Februari 2012 : Rp 150.000,-<br />
21 Februari &#8211; 28 Februari 2012 : Rp 200.000,-</p>
<p><strong>Materi Seminar:</strong></p>
<ul>
<li>Menjadi sosok orangtua atau guru yang menyenangkan bagi anak didik</li>
<li>Meraih gelombang alfa anak didik</li>
<li>Menjadi guru menjadi semakin kreatif dengan lesson plan-nya</li>
<li>Mengubah orangtua menjadi semakin memahami anak-anaknya</li>
<li>Membiasakan diri memberikan sugesti positif pada buah hati tercinta</li>
<li>Membentuk kepribadian buah hati yang lebih kuat dan penuh percaya diri, dan tumbuh menjadi anak juara yang sehat, cerdas, bahagia dan berprestasi</li>
</ul>
<p><strong>Fasilitas Peserta:</strong></p>
<ul>
<li>Goodybag</li>
<li>Sertifikat Seminar</li>
<li>Makan siang</li>
<li>Snack</li>
<li>Pin/tanda peserta</li>
<li>Buku Hypnoparenting/Sekolahnya Manusia * (tentatif, sesuai ketersediaan judul)</li>
</ul>
<p><strong>Informasi dan Pendaftaran:</strong><br />
<a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1553337255">Rani</a> / Mizan Dian Semesta &#8211; (022) 70417255/085624821929<br />
Pembayaran :<br />
Transfer Rek. BCA cab A. Yani 437.301.8581<br />
a/n Mizan Dian Semesta</p>
<p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/seminar-pendidikan-menjadi-manusia-yang-berkarakter-juara-dan-bahagia-28-februari-2012/">Seminar Pendidikan: &#8220;Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia&#8221; [28 Februari 2012]</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2012/02/seminar-pendidikan-menjadi-manusia-yang-berkarakter-juara-dan-bahagia-28-februari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lewat Radio, Warga Mandalamekar Kian Berpengetahuan</title>
		<link>http://salmanitb.com/2012/02/lewat-radio-warga-mandalamekar-kian-berpengetahuan/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2012/02/lewat-radio-warga-mandalamekar-kian-berpengetahuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 10:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tristia Riskawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=11720</guid>
		<description><![CDATA[<p>Berseragam bukan berarti pelayan. Seragam yang mereka pakai menandai identitas diri tidak biasa-- setidaknya bagi warga pedesaan umum. Berbordir tulisan "leuweung nangteung kaca nunggal" di punggung sang pemakai, seragam tersebut seolah berbicara, pekenalkan, mereka yang memakai saya inilah para primadona udara kampung!</p><p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/lewat-radio-warga-mandalamekar-kian-berpengetahuan/">Lewat Radio, Warga Mandalamekar Kian Berpengetahuan</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11722" class="wp-caption aligncenter" style="width: 449px"><a href="http://salmanitb.com/2012/02/lewat-radio-warga-mandalamekar-kian-berpengetahuan/ruyuk-fm/" rel="attachment wp-att-11722"><img class="size-large wp-image-11722 " title="ruyuk fm" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/ruyuk-fm-449x300.jpg" alt="" width="449" height="300" /></a>
<p class="wp-caption-text">Ruyuk FM, &quot;leuweung nganteung kaca nunggal&quot;. (Foto: Tristia R.)</p>
</div>
<p>Hidangan tengah dipersiapkan di Balai Desa Mandalamekar. Tamu pegiat IT (Information Technology) dari berbagai desa hampir mau rehat dari seminar mengenai Sistem Informasi Desa (SID) saat itu. Inilah saatnya dimana pasukan ibu-ibu berseragam kemeja hitam-kuning sibuk lalu-lalang di dalam. Memastikan agar sajian dapat siap santap adalah tugas mereka. Hidangan demi hidangan mereka taruh di meja prasmanan. Ayam&#8230; Bihun&#8230; Semur jengkol&#8230; Sangat khas perdesaan.</p>
<p>Berseragam bukan berarti pelayan. Seragam yang mereka pakai menandai identitas diri tidak biasa&#8211; setidaknya bagi warga pedesaan umum. Berbordir tulisan &#8220;leuweung nganteng kaca nunggal&#8221; di punggung sang pemakai, seragam tersebut seolah berbicara, pekenalkan, mereka yang memakai saya inilah para primadona udara kampung!</p>
<p>Ibu-ibu penyedia  hidangan tersebut rupanya tercatat sebagai penyiar Ruyuk FM, sebuah radio desa komunitas di Mandalamekar. Berfrekuensi 107,8 FM, Ruyuk FM beroperasi sesuai dengan pola hidup masyarakat desa. Irman Meilandi, tokoh Mandalamekar menyebut rekan-rekan sedesanya sebagai <em>jalmi peuting</em> (manusia malam).</p>
<p>&#8220;Soalnya, pada pagi hari mereka (warga desa) pergi mengurus ladang mereka. Baru sore warga desa itu pulang,&#8221; papar sang pemeneng <em>Seacology Prize</em> 2011 ini.</p>
<p>Ruyuk FM mulai beroperasi dari pukul 18.00 hingga pukul 23.00. Acara-acara yang disiarkan berkisar soal informasi desa, pendidikan, dan hiburan.</p>
<p>Ida Rosidah, salah satu ibu-ibu berseragam tersebut membawakan acara Hariring Peuting tiap malam Rabu. Dalam acara siaran tersebut, pendengar dapat berkomunikasi secara interaktif dengan penyiar lewat sambungan telepon atau SMS. Pihak Ruyuk pun menerima permintaan putar lagu.</p>
<p>&#8220;Lagunya beragam. Sunda bisa, Indonesia bisa, dangdut bisa, barat luar negeri juga bisa,&#8221; ujar Ida bangga.</p>
<p>Perempuan yang memiliki nama udara &#8220;Putri Kumala&#8221; ini mengungkapkan, tiap minggunya terdapat tema tertentu. Seperti misalnya, Selasa minggu ini adalah saatnya berbicara mengenai pertanian. Narasumber dari pakar pun didatangkan. Atau dapat juga diinfokan mengenai seberapa penting menjaga kelestarian hutan di Mandalamekar.</p>
<p>&#8220;Lembaga pelestarian alam di sini, Mitra Alam Munggaran, memang berkaitan erat dengan Ruyuk FM. Ruyuk FM dibentuk untuk menunjang aktivitas Mitra Alam Munggaran yang fokus pada pelestarian hutan,&#8221; papar Ida.</p>
<p>Yana Noviadi dan Irman Meilandi lah yang menggagas keberadaan radio ini. Mereka sadar betul, untuk menanamkan sikap cinta lingkungan pada penduduk desa, perlu diadakan sebuah komunitas informasi yang dapat menunjang.</p>
<p>Selain info pertanian dan pelestarian hutan, tema-tema mengenai kesehatan, religi, dan herbal kerap mewarnai siaran rutin Ruyuk FM. Siaran mengenai pembelajaran menggunakan Basa Sunda secara baik dan benar pun ada di Ruyuk FM. Dibawakan oleh Ambu Pohaci, acara siaran tersebut bertajuk &#8220;Ngabumbang&#8221; (ngarumat bahasa budaya urang).</p>
<p>&#8220;Sekarang, penggunaan Basa Sunda makin tidak pada tempatnya. Baik anak muda maupun yang tua sudah makin luntur pengaplikasian bahasa mereka dengan menggunakan undak-unduk basa (tingkatan bahasa),&#8221; ujar Ambu Pohaci.</p>
<p>Ambu Pohaci mencontohkan, biasanya orang-orang Sunda sekarang menggunakan kalimat &#8220;Abdi nuju tuang&#8221; (Saya sedang makan). Padahal, kata &#8220;tuang&#8221; (makan) ditujukan ketika seseorang membicarakan orang lain, seperti &#8220;Pun Bapa nuju tuang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Yang tepat  bagi diri sendiri adalah kata &#8216;neda&#8217;. Jadinya, &#8220;Abdi nuju neda,&#8221; paparnya.</p>
<p>Ruyuk FM tidak melulu soal informasi dan pendidikan. Terdapat pula unsur hiburan menyelingi tiap siaran yang mengudara. Seperti pada malam Minggu, semua penyiar Ruyuk siaran bersama sembari melayani <em>request</em> karaoke lagu dari pendengar.</p>
<p>&#8220;Jadi sistemnya, pendengar minta kita membawakan lagu apapun. Kita harus siap dapat bernyanyi walaupun tidak menguasai lagunya,&#8221; ujar Ida.</p>
<p>Kebanyakan penyiar Ruyuk menggunakan nama &#8220;panggung&#8221; ketika bersiaran. Seperti Putri Kumala (Ida Rosida), Teh Rinrin (Ermayanti), Ummi Salmah (Momoh Salamah), dan Ajeng Ratu (Ira Sumirah).</p>
<p>Kelakar Ira Sumirah, salah satu penyiar Ruyuk, &#8220;Nama saya dulu Ajeng Daging karena ukuran tubuh saya. Tapi karena suami nggak suka, dikasih nama sama dia jadi &#8216;Ajeng Ratu&#8217;&#8221; ungkapnya. &#8220;Walau punya nama panggung, tapi saya mah tetap menghargai nama pemberian orang tua saya.&#8221;</p>
<p>Keberadaan Ruyuk, bisa jadi salah satu faktor penghantar Irman Meilandi meraih <em>Seacology Prize 2011, p</em>enghargaan internasional dalam bidang konservasi lingkungan.</p>
<p><a href="http://salmanitb.com/2012/02/lewat-radio-warga-mandalamekar-kian-berpengetahuan/">Lewat Radio, Warga Mandalamekar Kian Berpengetahuan</a> from <a href="http://salmanitb.com">Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2012/02/lewat-radio-warga-mandalamekar-kian-berpengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced

Served from: salmanitb.com @ 2012-02-23 06:00:17 -->
