<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Masjid Salman ITB</title>
	<atom:link href="http://salmanitb.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salmanitb.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 08:56:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
<image>
			<title>Masjid Salman ITB</title>
			<url>http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2009/07/logo-salman11.png</url>
			<link>http://salmanitb.com</link>
			<width>100</width>
			<height>100</height>
			<description></description>
		</image>		<item>
		<title>Internet, Solusi Arah Kiblat di Indonesia</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/09/internet-solusi-arah-kiblat-di-indonesia/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2010/09/internet-solusi-arah-kiblat-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 08:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tito Febrianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=3291</guid>
		<description><![CDATA[Banyak warga Indonesia yang masih bingung bagaimana cara menentukan arah kiblat sholat. Banyak masjid yang sudah benar arah kiblatnya, tetapi arah kiblatnya diubah lagi. Selain itu, keluhan dari masyarakat juga sering berdatangan terkait isu perubahan arah kiblat sholat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3292" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/kiblat.jpg"><img class="size-medium wp-image-3292 " src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/kiblat-300x248.jpg" alt="" width="300" height="248" /></a><p class="wp-caption-text">Foto: blogspot.com</p></div>
<p>Pro-kontra tentang penentuan arah kiblat terus terjadi. Banyak warga Indonesia yang masih bingung bagaimana cara menentukan arah kiblat sholat. Banyak masjid yang sudah benar arah kiblatnya, tetapi arah kiblatnya diubah lagi. Selain itu, keluhan dari masyarakat juga sering berdatangan terkait isu perubahan arah kiblat sholat. Masyarakat takut jika arah kiblatnya diubah, ibadah mereka sebelumnya sia-sia.</p>
<p>Jumat (3/9) diadakan seminar dan workshop tentang Penentuan Arah Kiblat Menggunakan Teknologi Internet oleh Prof. Dr. T. Djamaluddin (LAPAN). Bertempat di Ruang Utama Masjid Salman ITB, kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari guru, penyuluh, KUA, dan masyarakat lainnya.</p>
<p>Dalam seminar dan workshop ini dijelaskan cara menentukan arah kiblat melalui internet. Cara mengaksesnya dapat menggunakan Microsoft Encarta dan <a href="http://earth.google.com/">Google Earth</a>. Untuk mempermudah mencari lokasi, sebaiknya menggunakan Google Earth, karena aplikasi tersebut dapat menjangkau sampai atap rumah. Selain dengan internet, ada cara lain untuk menentukan arah kiblat, yaitu dengan cara melihat arah bayangan matahari.</p>
<p>Arah kiblat umat Islam untuk Indonesia adalah menghadap ke arah barat laut. Posisinya bervariasi sesuai dengan letak kawasan masing-masing. Ketentuan ini sesuai dengan fatwa ulama No.5 tahun 2010. Arah kiblat yang bervariasi ini menimbulkan kebingungan pada masyarakat. Untuk itu, masyarakat harus tahu bagaimana cara menentukan arah kiblatnya tersebut.</p>
<p>Di akhir seminar juga membahas tentang masalah waktu subuh dan penentuan awal bulan. Waktu subuh di Indonesia mengalami perdebatan. Hal ini karena, waktu subuh ketika matahari berada pada posisi -20<sup>0</sup>. Posisi ini sedikit lebih cepat jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah di negara lain, yaitu pada posisi -18<sup>0</sup>. Penentuan posisi ini didasarkan letak Indonesia berada di wilayah tropis. Pada daerah tropis, tebal lapisan litosfer sekitar 17 km, sedangkan pada daerah kutub hanya 10 km. Hal ini mengakibatkan waktu subuh di Indoneasia lebih awal.</p>
<p>Penentuan awal bulan juga banyak menimbulkan perdebatan. Hal ini dikarenakan cara untuk mentukan awal bulan berbeda-beda. Untuk tahun sekarang, awal bulan Ramadhan dan Syawal di Indonesia semuanya seragam. Namun untuk bulan Dzulhijah terdapat perbedaan tanggal awal bulan.</p>
<img src="http://salmanitb.com/?ak_action=api_record_view&id=3291&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2010/09/internet-solusi-arah-kiblat-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia Unggul dari Masyarakat Unggul</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/09/manusia-unggul-dari-masyarakat-unggul/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2010/09/manusia-unggul-dari-masyarakat-unggul/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 07:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yudha P Sunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=3212</guid>
		<description><![CDATA[Tiga syarat masyarakat yang unggul adalah, pertama, masyarakat yang memiliki teks orginal, yaitu Alquran dan Hadist. Kedua, teks tersebut dipahami sebagaimana generasi awal Islam memahaminya. Ketiga, teks tersebut dilaksanakan. Implikasi dari masyarakat yang unggul adalah memunculkan manusia yang unggul.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2821" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/07/Anak-Sekolah.jpg"><img class="size-full wp-image-2821" title="Anak Sekolah" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/07/Anak-Sekolah.jpg" alt="Foto: richarduhlhorn.com" width="300" height="226" /></a><p class="wp-caption-text">Foto: richarduhlhorn.com</p></div>
<p>Tiga syarat masyarakat yang unggul adalah, pertama, masyarakat yang memiliki teks orginal, yaitu Alquran dan Hadist. Kedua, teks tersebut dipahami sebagaimana generasi awal Islam memahaminya. Ketiga, teks tersebut dilaksanakan. Implikasi dari masyarakat yang unggul adalah memunculkan manusia yang unggul.</p>
<p>Demikian disampaikan oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, dalam diskusi usai tarawih di masjid Salman ITB pada Kamis (26/8) malam lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa dan jamaah Salman ITB yang kebetulan masih ingin berdiskusi dengan Ahmad Heryawan usai tarawih.</p>
<p>Lebih lanjut, Ahmad Heryawan juga menyampaikan bahwa masyarakat unggul biasanya memiliki materi yang unggul dan wajah nurani yang unggul pula. Hal ini pernah terjadi ketika Utsman bin Affan menjadi khalifah. Ketika itu, tidak ada seorang pun yang berhak menerima zakat karena keunggulan masyarakat dalam hal materi. Sedangkan dari segi keagamaan, semalas-malasnya masyarakat ketika itu, mampu membaca Alquran hingga 1 jus per harinya.</p>
<p><strong>Tingkatkan Partisipasi Pendidikan<br />
</strong></p>
<p>Dalam diskusi ini, Heryawan juga menyinggung perkembangan Jawa Barat dalam sektor pendidikan. Menurutnya, pemerintah Jawa Barat telah mampu menggratiskan pendidikan tingkat SD dan SMP sejak tahun 2009. Keberhasilan ini mampu meningkatkan partisipasi pendidikan SD di Jawa Barat dari 93 persen menjadi 95,6 persen, dan dari 89 persen menjadi 93,5 persen untuk tingkat SMP.</p>
<p>Sedangkan untuk tingkat SMA, terjadi peningkatan partisipasi dari 51 persen menjadi 57 persen. Peningkatan 6 persen ini mampu menyelamatkan 300 ribu pelajar di Jawa Barat.</p>
<p>Meskipun begitu, Heryawan belum mampu meningkatkan tingkat partisipasi tingkat SMA di Jawa Barat menjadi 70 persen. Alasannya, ruang kelas yang tersedia hanya mampu menampung SMA hingga angka partisipasi 60 persen.</p>
<p>Untuk itu, Heryawan menuturkan bahwa pihaknya akan menambah 9 ribu ruang kelas baru. Meskipun begitu, tidaklah mudah untuk mewujudkannya. Bila satu ruang kelas membutuhkan dana 100 juta Rupiah, dibutuhkan dana 900 milyar Rupiah untuk memiliki 9 ribu ruang kelas baru.</p>
<p>Namun, Heryawan optimis pihaknya mampu membangun ruang kelas sesuai dengan target. Pihaknya telah menyiapkan dana untuk membangun 6 ribu ruang kelas. Sedangkan 4 ribu sisanya, akan Heryawan coba mintakan ke dunia usaha. &#8220;Mudah-mudahan mereka mau kasih lebih dari 4 ribu ruang kelas,&#8221; harap Heryawan.</p>
<img src="http://salmanitb.com/?ak_action=api_record_view&id=3212&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2010/09/manusia-unggul-dari-masyarakat-unggul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penentuan Arah Kiblat dengan Internet [2-Habis]</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/09/penentuan-arah-kiblat-dengan-internet-2-habis/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2010/09/penentuan-arah-kiblat-dengan-internet-2-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 13:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syamril Al Bugishi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=3276</guid>
		<description><![CDATA[Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, salah satunya dengan pemanfaatan internet dalam kehidupan, telah memberikan kemudahan bagi manusia. Dengan menggunakan foto permukaan bumi dari satelit resolusi tinggi sejenis Ikonos, penentuan arah kiblat menjadi lebih mudah dan akurat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, salah satunya dengan pemanfaatan internet dalam kehidupan, telah memberikan kemudahan bagi manusia. Dengan menggunakan foto permukaan bumi dari satelit resolusi tinggi sejenis Ikonos, penentuan arah kiblat menjadi lebih mudah dan akurat.</p>
<p>Hal ini terfasilitasi di <a href="http://www.qiblalocator.com/">qiblalocator.com</a> yang menggunakan peta satelit google earth. Jika kita membuka situs tersebut dan pada <strong>locate</strong> kita tuliskan <strong>mecca</strong>, maka akan terlihat Ka’bah dan sebuah garis merah yang menunjukkan arah ka’bah dari titik lokasi tertentu.</p>
<div id="attachment_3277" class="wp-caption aligncenter" style="width: 331px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/mekah-dan-arah-kiblat.jpg"><img class="size-full wp-image-3277 " title="mekah dan arah kiblat" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/mekah-dan-arah-kiblat.jpg" alt="Mekkah dan arah kiblat dari posisi tertentu. Foto: qiblalocator.com" width="321" height="345" /></a><p class="wp-caption-text">Mekkah dan arah kiblat dari posisi tertentu. Foto: qiblalocator.com</p></div>
<p>Jika pada locate kita ganti dengan <strong>Bandung</strong><strong>, Indonesia</strong>, maka garis merah merupakan arah kiblat Kota Bandung. Seperti gambar di berikut, kiblat Bandung berada pada arah 295.16<sup>o </sup>N yang terlihat pada bagian <strong>Direction</strong> di sebelah bawah. Juga dapat diketahui jarak Bandung ke Mekah sejauh 8.039 Km pada bagian <strong>Distance</strong>.</p>
<div id="attachment_3278" class="wp-caption aligncenter" style="width: 554px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/arah-kiblat-kota-bandung.jpg"><img class="size-full wp-image-3278" title="arah kiblat kota bandung" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/arah-kiblat-kota-bandung.jpg" alt="Arah kiblat Kota Bandung. Foto: qiblalocator.com" width="544" height="345" /></a><p class="wp-caption-text">Arah kiblat Kota Bandung. Foto: qiblalocator.com</p></div>
<p>Hasil tampilan dapat juga diubah dalam bentuk peta dengan memilih menu <strong>Map </strong>yang terletak di pojok kanan gambar. Jika kita memilih <strong>Map</strong>, maka akan tampil hasil lengkap dengan nama jalan seperti gambar berikut:</p>
<div id="attachment_3279" class="wp-caption aligncenter" style="width: 481px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/arah-kiblat-kota-bandung-dg-peta.jpg"><img class="size-full wp-image-3279" title="arah kiblat kota bandung dg peta" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/arah-kiblat-kota-bandung-dg-peta.jpg" alt="Arah kiblat Kota Bandung dengan tampilan peta. Foto: qiblalocator.com" width="471" height="296" /></a><p class="wp-caption-text">Arah kiblat Kota Bandung dengan tampilan peta. Foto: qiblalocator.com</p></div>
<p>Untuk melihat hasil tampilan berwujud foto udara pilih menu <strong>Satellite. </strong></p>
<div id="attachment_3280" class="wp-caption aligncenter" style="width: 554px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/arah-kiblat-kota-bandung-dg-foto-udara.jpg"><img class="size-full wp-image-3280" title="arah kiblat kota bandung dg foto udara" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/arah-kiblat-kota-bandung-dg-foto-udara.jpg" alt="Arah kiblat Kota Bandung dengan tampilan foto udara dari satelit. Foto: qiblalocator.com" width="544" height="345" /></a><p class="wp-caption-text">Arah kiblat Kota Bandung dengan tampilan foto udara dari satelit. Foto: qiblalocator.com</p></div>
<p>Keduanya juga bisa dipadukan dengan memilih menu <strong>hybrid</strong>, sehingga tampak bangunan atau benda. Tak hanya itu saja. Kita juga bisa mendapatkan keterangan nama lokasi atau jalan. Hasilnya seperti gambar berikut:</p>
<div id="attachment_3281" class="wp-caption aligncenter" style="width: 554px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-peta-jalan-hybrid.jpg"><img class="size-full wp-image-3281" title="tampilah foto udara &amp; peta jalan hybrid" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-peta-jalan-hybrid.jpg" alt="Tampilan foto udara dan peta jalan hybrid. Foto: qiblalocator.com" width="544" height="340" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan foto udara dan peta jalan hybrid. Foto: qiblalocator.com</p></div>
<p>Jika ingin mencari lokasi yang lebih spesifik, seperti Masjid Salman ITB di jalan Ganesha No. 7 Bandung, maka tuliskan di <strong>locate</strong> nama jalan tersebut. Contohnya, jika dituliskan <strong>jalan ganesha</strong>, maka diperoleh hasil gambar berikut:</p>
<div id="attachment_3282" class="wp-caption aligncenter" style="width: 519px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-peta-jalan-ganesha.jpg"><img class="size-full wp-image-3282" title="tampilah foto udara &amp; peta jalan ganesha" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-peta-jalan-ganesha.jpg" alt="Tampilan foto udara dan peta jalan Jalan Ganesha, Bandung. Foto: qiblalocator.com" width="509" height="319" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan foto udara dan peta jalan Jalan Ganesha, Bandung. Foto: qiblalocator.com</p></div>
<p>Selanjutnya dapat diperbesar dengan mengarahkan tanda panah pada kursor dan menekan menggunakan tetikus tanda plus (+) pada pojok kiri peta. Hasilnya, tampak Masjid Salman ITB dengan arah kiblat ditunjukkan oleh garis merah seperti gambar berikut:</p>
<div id="attachment_3283" class="wp-caption aligncenter" style="width: 504px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-arah-kiblat-salman.jpg"><img class="size-full wp-image-3283" title="tampilah foto udara &amp; arah kiblat salman" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-arah-kiblat-salman.jpg" alt="Tampilan foto udara dan arah kiblat masjid Salman ITB. Foto: qiblalocator.com" width="494" height="311" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan foto udara dan arah kiblat masjid Salman ITB. Foto: qiblalocator.com</p></div>
<p>Jika lokasi  yang kita cari telah tercatat di google earth, maka langsung saja tuliskan nama lokasinya. Contohnya “<strong>istiqlal Jakarta</strong>” atau “ <strong>masjid raya bandung</strong>”. Sehingga akan diperoleh gambar berikut:</p>
<div id="attachment_3284" class="wp-caption aligncenter" style="width: 449px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-arah-kiblat-istiqlal.jpg"><img class="size-full wp-image-3284" title="tampilah foto udara &amp; arah kiblat istiqlal" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-arah-kiblat-istiqlal.jpg" alt="Tampilan foto udara dan arah kiblat masjid Istiqlal. Foto: qiblalocator.com" width="439" height="442" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan foto udara dan arah kiblat masjid Istiqlal. Foto: qiblalocator.com</p></div>
<div id="attachment_3285" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-arah-kiblat-masjid-raya-bandung.jpg"><img class="size-full wp-image-3285" title="tampilah foto udara &amp; arah kiblat masjid raya bandung" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-arah-kiblat-masjid-raya-bandung.jpg" alt="Tampilan foto udara dan arah kiblat masjid Raya Bandung. Foto: qiblalocator.com" width="440" height="275" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan foto udara dan arah kiblat masjid Raya Bandung. Foto: qiblalocator.com</p></div>
<p>Selain itu, dengan menggunakan <a href="http://www.qiblalocator.com/">qiblalocator.com</a> kita juga dapat menentukan arah kiblat yang benar di rumah kita. Gambar di bawah ini menunjukkan arah kiblat rumah di jalan Golf No. 1, Bandung.</p>
<div id="attachment_3286" class="wp-caption aligncenter" style="width: 639px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-arah-kiblat-rumah-di-jalan-golf.jpg"><img class="size-full wp-image-3286" title="tampilah foto udara &amp; arah kiblat rumah di jalan golf" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/tampilah-foto-udara-arah-kiblat-rumah-di-jalan-golf.jpg" alt="Tampilan foto udara dan arah kiblat rumah di jalan Golf No. 1 Bandung. Foto: qiblalocator.com" width="629" height="394" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan foto udara dan arah kiblat rumah di jalan Golf No. 1 Bandung. Foto: qiblalocator.com</p></div>
<p>Caranya sangat mudah. Pada <strong>locate</strong> kita tuliskan “<strong>jalan golf 1 bandung</strong>”, kemudian pilih “<strong>hybrid</strong>”, sehingga tampak nama jalan dan foto udara lokasi. Lebih spesifik lagi, kita dapat mencari rumah dengan memindahkan garis merah penanda arah kiblat ke atas rumah kita.</p>
<p>Arahkan tanda panah tetikus ke ujung garis merah, lalu tarik ke atas jika ingin menggerakkan ke bawah, atau sebaliknya. Atau tarik ke kanan jika  ingin menggerakkan ke kiri, atau sebaliknya. Maka akan terlihat arah kiblat sebenarnya di rumah kita.</p>
<p>Pada gambar di atas, tampak arah kiblat rumah di jalan Golf I Blok II No. 2 Bandung yang miring ke kiri. Jadi, qiblalocator dapat membantu kita menentukan arah kiblat di rumah. Selamat Mencoba. <em><strong>[Habis]<br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: right;"><em>Penulis adalah alumni Teknik Fisika  ITB. Saat ini menjabat sebagai Manajer Eksekutif LPP Salman ITB. Aktif  juga sebagai Pengurus DKM Masjid Al Barru, Bandung.</em></p>
<img src="http://salmanitb.com/?ak_action=api_record_view&id=3276&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2010/09/penentuan-arah-kiblat-dengan-internet-2-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Darah Kala Ramadhan</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/09/berbagi-darah-kala-ramadhan/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2010/09/berbagi-darah-kala-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 04:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Solehudin Murpi</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=3273</guid>
		<description><![CDATA[“Saya baru pertama kali donor darah, mas. Jadi agak takut-takut dikit,” begitulah kata yang terlontar dari salah seorang peserta donor darah yang diselenggarakan Korps Relawan Salman (Korsa) ITB bersama Rumah Amal Salman ITB pada Jumat (27/8) malam. Para pendonor pemula yang sebagian besar mahasiswa ITB ini, mengaku ketakutan ketika akan mendaftar. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2039" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/04/Donor-Darah.jpg"><img class="size-full wp-image-2039" title="Donor Darah" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/04/Donor-Darah.jpg" alt="Foto: msnbcmedia3.msn.com" width="300" height="226" /></a><p class="wp-caption-text">Foto: msnbcmedia3.msn.com</p></div>
<p>“Saya baru pertama kali donor darah, mas. Jadi agak takut-takut dikit,” begitulah kata yang terlontar dari salah seorang peserta donor darah yang diselenggarakan Korps Relawan Salman (Korsa) ITB bersama Rumah Amal Salman ITB pada Jumat (27/8) malam. Para pendonor pemula yang sebagian besar mahasiswa ITB ini, mengaku ketakutan ketika akan mendaftar. Namun, karena penasaran ingin mencoba, mereka pun lantas memberanikan diri untuk mendonorkan darah mereka demi yang membutuhkan kelak.</p>
<p>Acara donor darah ini diselenggarakan oleh Korsa ITB dan Rumah Amal Salman ITB setiap sebulan sekali. Mereka bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung sebagai pihak melakukan teknis pengambilan darah.</p>
<p>Kegiatan hari itu, memang kegiatan donor darah yang spesial. Kegiatan ini bertepatan dengan bulan penuh keberkahan, Ramadhan. Dimulai selepas sholat isya berjamaah dan berakhir pada pukul 22. Sebenarnya kegiatan ini dijadwalkan berakhir pukul 21 malam. Namun karena animo pendonor yang besar, membuat penyelenggara memutuskan untuk menambah rentang waktu donor darah.</p>
<p>Hal istimewa lainnya, donor darah kali ini dilakukan pada malam hari setelah para pendonor membatalkan puasanya. Enuy, salah satu petugas PMI, menuturkan bahwa sebenarnya kegiatan ini bisa dilakukan pada siang hari saat para pendonor berpuasa. Namun hal tersebut dinilai terlalu riskan karena bisa membuat calon pendonor semakin lemas. Apalagi pendonor dinilai memiliki perawakan yang tidak terlalu besar, karena memang sebagian besar<br />
mahasiswa. Oleh karena itu, untuk menghindari tumbangnya pendonor, akhirnya kegiatan pun dilakukan malam hari.</p>
<img src="http://salmanitb.com/?ak_action=api_record_view&id=3273&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2010/09/berbagi-darah-kala-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Amal Luncurkan Riksa untuk Anak Jalanan</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/09/rumah-amal-luncurkan-riksa-untuk-anak-jalanan/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2010/09/rumah-amal-luncurkan-riksa-untuk-anak-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 03:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eko Sunarko</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=3268</guid>
		<description><![CDATA[Meski dalam keadaan ruangan yang gelap , syukuran rumah Rumah Inkubasi Keluarga Sayang Anak (RIKSA) tetap terlaksana pada Rabu (25/8) sore. Bertempat di Cisitu, Bandung, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Budi Hartono, direktur Rumah Amal Salman ITB.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3270" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/Bukber-Riksa.jpg"><img class="size-full wp-image-3270" title="Bukber Riksa" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/Bukber-Riksa.jpg" alt="Suasana buka bersama Riksa. (Foto: Dok. Rumah Amal Salman ITB)" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana buka bersama Riksa. (Foto: Dok. Rumah Amal Salman ITB)</p></div>
<p>Meski dalam keadaan ruangan yang gelap , syukuran rumah Rumah Inkubasi Keluarga Sayang Anak (RIKSA) tetap terlaksana pada Rabu (25/8) sore. Bertempat di Cisitu, Bandung, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Budi Hartono, direktur Rumah Amal Salman ITB.</p>
<p>Turut hadir ibu-ibu beserta anak-anak jalanan yang tengah mengikuti pembinaan di RIKSA selama beberapa bulan ke belakang. Diharapkan, rumah ini mampu menjadi pusat pembinaan bagi anak-anak jalanan dan keluarga di kawasan Cisitu dan sekitarnya.</p>
<p>Sebelumnya syukuran berlangsung, tim Korps Relawan Salman (Korsa) ITB beserta ibu-ibu dan anak jalanan mengadakan buka puasa bersama di masjid yang berada tak jauh di bawah lokasi rumah.</p>
<p>Menariknya, buka puasa dengan anak jalanan kali ini, tidak hanya berbuka bersama anak jalananannya saja, tetapi juga dengan ibu dari anak-anaknya juga. Tak hanya itu saja. Buka puasa yang biasanya selalu diselenggarakan dijalanan, kali ini berlangsung di masjid dekat tempat tinggal mereka.</p>
<p>Pada kesempatan ini, kegiatan buka puasa bersama ini juga bertepatan dengan ulang tahun penanggung jawab RIKSA, Yuli Astuti. Sehingga, bukan hanya mendoakan kebaikan RIKSA, hadirin juga mendoakan kebaikan bagi Upe, panggilan akrab Yuli.</p>
<img src="http://salmanitb.com/?ak_action=api_record_view&id=3268&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2010/09/rumah-amal-luncurkan-riksa-untuk-anak-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mentoring Tidak Melulu Ta’lim</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/09/mentoring-tidak-melulu-talim/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2010/09/mentoring-tidak-melulu-talim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 01:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardi Saputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=3262</guid>
		<description><![CDATA[Mentoring tidak melulu hanya diisi dengan ta’lim. Hal inilah yang tersirat dari program Lingkar Ukuwah Keluarga Remaja Islam Salman (Karisma) ITB pada Minggu (22/8). Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Sayap Selatan (GSS) Salman ITB.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3265" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/Mentoring-Karisma.jpg"><img class="size-full wp-image-3265" title="Mentoring Karisma" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/Mentoring-Karisma.jpg" alt="Suasana mentoring Karisma ITB. (Foto: Ardi S)" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana mentoring Karisma ITB. (Foto: Ardi S)</p></div>
<p>Mentoring tidak melulu hanya diisi dengan ta’lim. Hal inilah yang tersirat dari program Lingkar Ukuwah Keluarga Remaja Islam Salman (Karisma) ITB pada Minggu (22/8). Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Sayap Selatan (GSS) Salman ITB.</p>
<p>Program rutin divisi Mentoring Karisma ITB ini dimulai dengan Mentoring Garden. Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan ta’lim, tetapi juga simulasi dan training motivasi.</p>
<p>Acara yang juga merupakan kumpul perdana adik aksara, dari semua divisi ini, diawali dengan simulasi perkenalan dengan mengumpulkan tanda tangan sebanyak mungkin di balon perkenalan. Kegiatan kemudian diisi dengan ta’lim. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman tentang berkegiatan di Karisma yang mampu berimplikasi pada pengembangan karakter. Kegiatan diakhiri dengan training motivasi tentang kekuatan target.</p>
<p>Program ini dirancang untuk menarik minat siswa SMP dan SMA untuk mengikuti mentoring. Acara ini tidak hanya diperuntukkan bagi adik-adik Karisma yang termasuk dalam divisi mentoring, tetapi juga untuk divisi lainnya.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 30 adik-adik Karisma ITB. Sasmita, ketua panitia, menuturkan bahwa jumlah ini tidak sampai setengah dari yang konfirmasi untuk datang. Diharapkan, kegiatan ini mampu menjadi sarana publikasi untuk menarik lebih banyak lagi pelajar SMP dan SMA Kota Bandung untuk ikut berkegiatan di Karisma.</p>
<img src="http://salmanitb.com/?ak_action=api_record_view&id=3262&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2010/09/mentoring-tidak-melulu-talim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinabung Meletus, Korsa Pun Kirim Relawan</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/09/sinabung-meletus-korsa-pun-kirim-relawan/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2010/09/sinabung-meletus-korsa-pun-kirim-relawan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 00:48:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yudha P Sunandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=3255</guid>
		<description><![CDATA[Terkait meletusnya gunung Sinabung di Sumatera Utara, Korps Relawan Salman (Korsa) ITB memberangkatkan 2 relawannya ke Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (2/9) dini hari. Keberangkatan kedua anggota Korsa ITB ini untuk mensurvei kebutuhan pengungsi dan memasok bantuan dari Bandung.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3257" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/Letusan-Sinabung.jpg"><img class="size-full wp-image-3257" title="Letusan Sinabung" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/Letusan-Sinabung.jpg" alt="Suasana letusan gunung Sinabung, Sumut. Foto: Kompas.com" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana letusan gunung Sinabung, Sumut. Foto: Kompas.com</p></div>
<p>Terkait meletusnya gunung Sinabung di Sumatera Utara, Korps Relawan Salman (Korsa) ITB memberangkatkan 2 relawannya ke Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (2/9) dini hari. Keberangkatan kedua anggota Korsa ITB ini untuk mensurvei kebutuhan pengungsi dan memasok bantuan dari Bandung.</p>
<p>Adalah Septian Firmansyah dan Ahmad Yahya, keduanya dijadwalkan tiba desa Sigaranggarang, kaki gunung Sinabung, kabupaten Karo, Kamis sore hari yang sama.</p>
<p>&#8220;Kami ingin berbagi kebahagiaan dan membawa kesenangan ke sana,&#8221; tutur Septian, koordinator Korsa ITB, ditemui menjelang keberangkatannya. Rencananya, Septian dan Yahya akan lebih banyak fokus kepada pemulihan psikologis pengungsi meletusnya gunung Sinabung. Tak heran bila pihaknya membawa infokus dan persediaan film secukupnya untuk ditonton bersama-sama pengungsi.</p>
<p>&#8220;Kami ingin melihat potensi membuka bioskop d Sumut,&#8221; canda Yahya, disambut tawa oleh Septian. &#8220;Bila dibilang trauma (psikologis), tidak juga, karena trauma efeknya jangka panjang. Sedangkan bencana ini bukan trauma. Ini adalah respon psikologis yang wajar,&#8221; papar alumni Elektro ITB yang kini sedang melanjutkan kuliah di jurusan Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN), Bandung.</p>
<p>Rencananya, Yahya dan Septian bakal ada di lokasi selama 1 minggu. Mereka akan lebih banyak mengumpulkan data kebutuhan pengungsi. &#8220;Sekarang belum apa-apa. (Fokusnya) lebih ke survei,&#8221; papar Septian. Mereka juga akan menjadi pintu masuk bantuan yang dikumpulkan oleh kawan-kawan Korsa ITB di Bandung. &#8220;Bantuan akan ditransfer ke kami nantinya,&#8221; lanjut Septian.</p>
<p>Disinggung mengenai keberadaan kontak mereka di Sumut, Septian mengaku belum memiliki kontak di lapangan. Alumni Penerbangan ITB ini kesulitan mengontak posko bencana yang ada di lokasi. Sehingga informasi yang didapatnya masih sangat terbatas.</p>
<p><strong>Salurkan Bantuan Gempa Padang</strong></p>
<p>Kepergian kedua relawan Korsa ITB ke Sumut kali ini juga dalam rangka menyalurkan bantuan gempa Padang yang terjadi beberapa waktu silam. Mereka berdua rencananya akan menyerahkan sisa bantuan sebesar 20 juta Rupiah yang berhasil dihimpun Korsa di Bandung beberapa waktu silam.</p>
<p>Ditanya waktu pemberian bantuan yang berjarak cukup jauh dari waktu bencana, Septian mengaku pihaknya kesulitan mengirimkan bantuan ketika itu. Keterbatasan akses ATM dan mahalnya pengiriman bantuan, dinilai Septian sebagai kendala yang membuat pihaknya tidak memungkinkan mengirimkan bantuannya. &#8220;Sekarang, sekalian ke sana (Sumut), sekalian diserahkan,&#8221; tutur Septian.</p>
<p>Mahasiswa S2 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB ini mengharapkan doa dan dukungannya selama dirinya turun ke daerah bencana di Sumut. &#8220;Mohon doa dan dukungannya, yah,&#8221; pamit Septian sembari beranjak pergi ke Jakarta untuk selanjutnya terbang ke Sumut.</p>
<img src="http://salmanitb.com/?ak_action=api_record_view&id=3255&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2010/09/sinabung-meletus-korsa-pun-kirim-relawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Visi, Kemitraan Strategis Rumah Amal dan Masyarakat</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/09/rumah-visi-kemitraan-strategis-rumah-amal-dan-masyarakat/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2010/09/rumah-visi-kemitraan-strategis-rumah-amal-dan-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 19:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danar Astuti Dewirini</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=3251</guid>
		<description><![CDATA[Rumah Amal Salman ITB meresmikan salah satu program unggulannya, Rumah Visi, asrama untuk para penerima Beasiswa Pelopor. Di tengah padatnya agenda Rumah Amal, acara ini terlaksana di dua lokasi dan dua kesempatan berbeda. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3252" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/Peresmian-Rumah-Visi.jpg"><img class="size-full wp-image-3252" title="Peresmian Rumah Visi" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/09/Peresmian-Rumah-Visi.jpg" alt="Perwakilan masyarakat didampingi Johansyah secara simbolis memotong pita sebagai tanda peresmian Rumah Visi. (Foto: Yudha PS)" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Perwakilan masyarakat didampingi Johansyah secara simbolis memotong pita sebagai tanda peresmian Rumah Visi. (Foto: Yudha PS)</p></div>
<p>Rumah Amal Salman ITB meresmikan salah satu program unggulannya, Rumah Visi, asrama untuk para penerima Beasiswa Pelopor. Di tengah padatnya agenda Rumah Amal, acara ini terlaksana di dua lokasi dan dua kesempatan berbeda. Rumah Visi Putra di Sido Mukti diluncurkan pada Sabtu sore (28/8) sedangkan Rumah Visi Putri di Sadang Sari menyusul sehari setelahnya, Minggu (29/8).</p>
<p>Acara ini dihadiri oleh para penghuni Rumah Visi, donatur, penerima beasiswa Anak Bangsa Ceria dan Kader Cinta Masjid, serta tokoh masyarakat sekitar seperti Ketua RW, Ketua RT, Pengurus Masjid. Dari pihak Salman ITB, hadir Johansyah, Sekretaris I Pengurus YPM Salman ITB dan Helmi Oky Purnama, Manajer penghimpunan Rumah Amal Salman ITB untuk membuka dan memberi sambutan. Peresmian Rumah Visi sendiri ditandai dengan pemotongan pita di pintu rumah oleh perwakilan pihak Salman ITB dan perwakilan masyarakat.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Berkontribusi Aktif<br />
</strong></p>
<p>Anggota asrama Rumah Visi Rumah Amal Salman ITB diharapkan mampu berkontribusi aktif dan positif untuk lingkungan sekitar. Demikian harapan Kunrad, Ketua RW 14 Sadang Sari. Lebih lanjut, Kunrad mencontohkan dengan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dan Karang Taruna di wilayahnya. Kedua organisasi tersebut dapat dijadikan wadah untuk menuangkan kontribusi anggota Rumah Visi.</p>
<p>Tak jauh berbeda, Parimun, Ketua DKM Ulul Albab Sido Mukti, berharap mahasiswa penghuni Rumah Visi dapat menjalin silaturahim dengan masyarakat sekitar dan bersama mengembangkan Sido Mukti menjadi lingkungan yang semakin baik.</p>
<p>Rumah Visi tidak hanya berfungsi sebagai asrama tempat tinggal mahasiswa. Namun, Rumah Visi juga akan menjadi community support center dan layanan penerimaan zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) di lingkungan yang jauh dari kantor pusat Rumah Amal Salman ITB.</p>
<p>Demikian disampaikan Helmi Oky Purnama, Manajer penghimpunan Rumah Amal Salman ITB, dalam sambutannya. Lebih lanjut, Helmi menuturkan dalam hal Community Support Center, Rumah Visi diharapkan dapat membangun koordinasi antara stakeholder di kawasan Sido Mukti maupun Sadang Sari dengan Rumah Amal Salman ITB yang berlokasi di masjid Salman ITB, jalan Ganesha 7, Bandung.</p>
<p>Dengan sinergisasi ini, Rumah Amal dan masyarakat diharapkan mampu membangun umat dengan lebih baik.</p>
<p>Sedangkan dalam hal pusat pelayanan ZIS, Helmi memaparkan bahwa Rumah Visi diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik dan dekat dengan masyarakat. Donatur yang biasa memberikan ZIS ke Rumah Amal Salman ITB, kini bisa lebih mudah menyalurkan donasinya melalui Rumah Visi terdekat.</p>
<p><strong>Beasiswa ABC &amp; Kader Cinta Masjid<br />
</strong><br />
Selain meresmikan Rumah Visi, dalam kesempatan itu juga Rumah Amal Salman ITB secara simbolis memberikan beasiswa untuk Kader Cinta Masjid dan Anak Bangsa Ceria (ABC) di lingkungan Sido Mukti dan Sadang Sari. Total terdapat 20 beasiswa ABC dan 7 beasiswa Kader Cinta Masjid yang diserahkan.</p>
<p>Kader Cinta Masjid sendiri merupakan program Rumah Amal Salman ITB untuk membantu menyokong penghidupan orang-orang yang berdedikasi memakmurkan masjid. Sedangkan program beasiswa ABC, merupakan program untuk membantu pendidikan anak-anak kurang mampu. Hingga saat ini, program ini sudah mencakup kampung-kampung di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Barat. Jangkauan terjauh program ini adalah kampung-kampung di Kabupaten Garut.</p>
<p>Peresmian Rumah Visi, pemberian Beasiswa Kader Cinta Masjid dan Anak Bangsa Ceria ini merupakan perwujudan visi bahwa pendidikan untuk semua. “Pendidikan dapat dinikmati semua kalangan. Selama orang tersebut memiliki  kemampuan intelektual, jangan jadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan,&#8221; tegas Johansyah, Sekretaris Yayasan Pembina Masjid Salman ITB, dalam pidato pembukaan Peresmian Rumah Visi Sido Mukti dan Sadang Sari.</p>
<img src="http://salmanitb.com/?ak_action=api_record_view&id=3251&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2010/09/rumah-visi-kemitraan-strategis-rumah-amal-dan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Delapan Puluh Persen Rakyat Indonesia Miskin</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/09/delapan-puluh-persen-rakyat-indonesia-miskin/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2010/09/delapan-puluh-persen-rakyat-indonesia-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 19:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tristia Riskawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=3208</guid>
		<description><![CDATA[Dua puluh dinar per tahun atau 76.000 Rupiah per harinya! Itulah batas minimum yang ditetapkan Islam dalam menentukan batas kesejahteraan warganya. Di bawah itu, statusnya miskin. Jika ukuran kesejahteraan Islam tersebut diperhitungkan di Indonesia, 80 persen rakyat Indonesia dapat disimpulkan sebagai orang miskin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3248" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/08/Samsoe-Basaroedin.jpg"><img class="size-full wp-image-3248" title="Samsoe Basaroedin" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/08/Samsoe-Basaroedin.jpg" alt="Samsoe Basaroedin. Foto: hizbut-tahrir.or.id" width="300" height="226" /></a><p class="wp-caption-text">Samsoe Basaroedin. Foto: hizbut-tahrir.or.id</p></div>
<p>Dua puluh dinar per tahun atau 76.000 Rupiah per harinya! Itulah batas minimum yang ditetapkan Islam dalam menentukan batas kesejahteraan warganya. Di bawah itu, statusnya miskin. Jika ukuran kesejahteraan Islam tersebut diperhitungkan di Indonesia, 80 persen rakyat Indonesia dapat disimpulkan sebagai orang miskin.</p>
<p>Demikian disampaikan Samsoe Basaroedin dalam dialog bertajuk Model Optimalisasi Zakat untuk Mengatasi Kemiskinan Kota. Bertempat di Aula Redaksi Pikiran Rakyat, acara ini diadakan pada Kamis lalu (26/04). Dialog ini terselenggara berkat kerjasama antara Rumah Amal Salman ITB dengan Redaksi Harian Umum Pikiran Rakyat.</p>
<p>Samsoe juga lanjut mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin mengoptimalkan zakat. Pertama, konsep dan norma. Kedua, hijrah dari<em> badawah </em>(kemiskinan) kepada <em>madaniyyah</em> (masyarakat madani). Ketiga, belajar dari berbagai kisah sukses yang berhubungan dengan zakat.</p>
<p>&#8220;Salah satu desa di daerah Dieng berhasil mengoptimalkan penggunaan zakat. Orang yang berkecukupan ditekankan untuk menunaikan zakat oleh kepala desanya. Yang terjadi ialah harta yang terdistribusi merata,&#8221; ujar Samsoe.</p>
<p>&#8220;Bahkan hasil panen di desa itu, secara ajaib bebas dari hama wereng. Mungkin inilah yang dinamakan perlindungan spiritual dari Allah,&#8221; lanjutnya.</p>
<p><strong>Satu Amil Zakat untuk Satu Gubernur</strong></p>
<p>Dalam paparannya, Samsoe seringkali membandingkan keadaan ekonomi pada zaman Rasulullah dengan keadaan ekonomi masa kini.</p>
<p>&#8220;Pada saat Rasul dan pengikut-pengikutnya hijrah ke Madinah, betapa mulianya kaum Anshar (penduduk Madinah asli)! Sampai mereka membagi dua hartanya untuk kaum Muhajirin (pendatang),&#8221; ujar pria yang pernah berkuliah di Teknik Elektro ITB ini.</p>
<p>Harta yang kaum Muhajirin dapatkan dari kaum Anshar tentu tak sembarang digunakan. Kaum muhajirin menggunakannya sebagai modal berjualan. Mereka juga menggunakan harta tersebut untuk menanamkan saham di industri pertanian.</p>
<p>Hasilnya sungguh luar biasa. Kaum muhajirin mendulang keuntungan besar dengan pemanfaatan harta yang mereka gunakan. Keuntungan yang kaum Muhajirin hasilkan akhirnya mereka bagi dengan kaum Anshar. Ya, kaum Muhajirin tidak lagi menjadi kaum mustahiq lagi (penerima zakat).</p>
<p>Para amil zakat (pengurus zakat) pada zaman Nabi pun diatur agar masing-masing mendampingi gubernur-gubernur yang ada dalam jangkauan Kekhalifahan Islam.  Satu amil zakat untuk satu gubernur.</p>
<p><strong>Perjelas Visi dan Misi Kota</strong></p>
<p>Selain Samsoe, hadir pula Dr. Ir. Jehansyah Siregar sebagai pembicara. Jehansyah menyimpulkan, bahwa kemiskinan kota bukanlah sekedar kemiskinan yang tempatnya di kota. Kemiskinan kota ialah kemiskinan yang terbentuk dari tatanan kota.</p>
<p>&#8220;Sejauh manakah kota berhasil mensejahterakan warganya?&#8221; tanya Jehansyah retoris. Lanjut, Jehansyah berpendapat, visi dan misi kota haruslah jelas. Hal ini akan berdampak terhadap penanggulangan kemiskinan dalam kota tersebut.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai jargon-jargon kota hanya sekedar gaung belaka, tidak diimplementasikan. Seperti misal <em>Jakarta: City for All</em>,&#8221; simpul dosen Arsitektur ITB ini.</p>
<img src="http://salmanitb.com/?ak_action=api_record_view&id=3208&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2010/09/delapan-puluh-persen-rakyat-indonesia-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zakat Itu Ibarat “Racun”!</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/09/zakat-itu-ibarat-%e2%80%9cracun%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://salmanitb.com/2010/09/zakat-itu-ibarat-%e2%80%9cracun%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 18:45:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tristia Riskawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=3217</guid>
		<description><![CDATA["Zakat itu ibarat 'racun' bagi orang-orang yang mampu, apabila tidak dikeluarkan nantinya akan menabung dosa saja." Sepenggal kalimat itulah yang diucapkan Helmi Oky Purnama dalam acara peresmian Rumah Visi Jatinangor pada Selasa (31/08) lalu. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_913" class="wp-caption alignleft" style="width: 343px"><a href="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2009/10/zakat.jpg"><img class="size-full wp-image-913 " title="zakat" src="http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2009/10/zakat.jpg" alt="Foto: ramadanonline.de" width="333" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Foto: ramadanonline.de</p></div>
<p>&#8220;Zakat itu ibarat &#8216;racun&#8217; bagi orang-orang yang mampu, apabila tidak dikeluarkan nantinya akan menabung dosa.&#8221; Sepenggal kalimat itulah yang diucapkan Helmi Oky Purnama dalam acara peresmian Rumah Visi Jatinangor pada Selasa (31/08) lalu. Dihadiri oleh puluhan ibu dan bapak dari wilayah Desa Cikeruh, acara peresmian tersebut diadakan di lahan seberang jalan Rumah Visi yang beralamat di Jalan Raya Jatinangor no.192, Sumedang.</p>
<p>Manajer penghimpunan Rumah Amal Salman ini lanjut memaparkan tentang Rumah Visi yang esensinya merupakan sebuah asrama untuk mengakomodasi hidup mahasiswa. Mahasiswa yang akan tinggal di Rumah Visi selama setahun ini, merupakan mahasiswa yang memiliki potensi tetapi memiliki kendala di bidang ekonomi.</p>
<p>&#8220;Sudah ada beberapa Rumah Visi yang tersebar di berbagai wilayah di kota Bandung. Namun, khusus Rumah Visi Jatinangor ini, belum ada yang menempati,&#8221; papar pria lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) ini.</p>
<p>Tidak hanya sekedar mengakomodasi mahasiswa saja, Rumah Visi juga dibentuk sebagai tonggak pembangunan bagi wilayah sekitarnya. Diharapkan, program-program lain seperti Anak Bangsa Ceria dan Cinta Masjid, bisa berkembang di lingkungan sekitar Rumah Visi.</p>
<p>Helmi berharap, agar dirinya beserta seluruh jajaran karyawan Rumah Amal Salman, tidak dianggap asing. Inginnya, lembaga-lembaga di sekitar Jatinangor ke depannya dapat bekerja sama secara optimal bersama Rumah Amal Salman ITB.</p>
<p>&#8220;Dengan kerja sama yang terjalin secara baik dengan pihak lain, kami berharap pemanfaatan Rumah Visi ini dapat menghasilkan output yang berkualitas,&#8221; ujar Helmy berharap.</p>
<p>&#8220;Putra-putri binaan Rumah Amal diharapkan tidak berkecimpung di industri perkotaan ketika lulus kuliah, tetapi kembali ke daerah asalnya untuk memajukan lingkungan tempat mereka dibesarkan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Acara peresmian Rumah Visi Jatinangor yang diawali dengan penampilan grup shalawatan Majelis Ta&#8217;lim Miftahul Iman ini, mulai berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga adzan Maghrib berkumandang. Rumah Amal Salman ITB sendiri berencana menjaring mahasiswa dari Unpad dalam waktu dekat.</p>
<img src="http://salmanitb.com/?ak_action=api_record_view&id=3217&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salmanitb.com/2010/09/zakat-itu-ibarat-%e2%80%9cracun%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
