Opini
Dai_Cilik

Pildacil, Perlukah?

Perlu! Mungkin itu yang akan banyak orang yang katakan kalau ada yang menanyakan apakah Pildacil alias Pemilihan Da’i Cilik itu perlu diadakan, bahkan dikembangkan. Mengapa? Tidak sedikit lho, orang-orang yang terbuka hati dan…

Foto ilustrasi: http://fuckyeahillustrativeart.tumblr.com/

Selamat Datang di Negeri Banyak Cobaan!

Di Bandung saya hampir selalu melihat anak-anak jalanan. Mereka mengamen menyanyikan lagu cinta. Lebih parah lagi: minta-minta! Jika saya sedang naik Bus Damri lalu anak-anak kecil itu datang mengamen, saya tidak pernah bisa menatap mereka. Aduh, bukan saya jijik lihat mereka, saya cuma tak tega. Kalau sudah begitu saya jadi berpikir, apa yang bisa saya lakukan? Saya tidak bisa apa-apa. Memberi beberapa keping uang receh bukan pemecahan masalah. Itu tidak mendidik. Tidak memberi apalagi.

quran kecil

Ramadhan Kemarin Saya Marah-Marah

Jika Anda tanya kepada saya mengenai pengalaman berkesan Ramadhan kemarin, maka saya akan cerita ini. Suatu hari pada Ramadhan 1431 Hijriah, dengan gegabahnya saya pasang status kontroversial di facebook. Isinya menyoal tentang ketidaksukaan saya terhadap aktivitas mengaji Alquran yang “kayak ngejar setoran”.

Foto: Tristia Riskawati

Sebuah Mazhab Berjuluk Pragmatisme

Telah terjadi kerumitan dalam kepala. Yang jadi biang keladi ialah sebuah mahzab filsafat berjuluk pragmatisme. Pragmatisme menegaskan bahwa segala sesuatunya haruslah bernilai benar, apabila membawa manfaat secara praktis bagi manusia.

Gambar diambil dari http://the15project.wordpress.com/2011/07/08/cheat-codes/

Menu Akademis Tahunan Itu Bernama “Curang”

Orang-orang menganggap, sistem pendidikan kita bobrok. Tak dapat dinafikan, sistem pendidikan kita memudahkan kapitalisme terus bergulir. Soal bocoran yang diperjualbelikan, biaya kuliah yang makin meninggi, sogok-menyogok untuk masuk sekolah favorit, seakan menjadi menu yang senantiasa eksis di tiap tahunnya.

(foto: http://alankrenzzz.wordpress.com/)

Pantaskah Kita? Renungan Mahalnya Biaya di Perguruan Tinggi Negeri

Senin, 18 juli 2011, tidak pernah di duga akan ada kejadian seperti ini di depan mata sendiri. Saya diminta menjadi wali salah seorang calon mahasiswa untuk mengajukan pembebasan biaya karena dia tidak didampingi oleh orangtuanya. Pembebasan biaya tersebut karena ketidaksanggupannya untuk membayar uang masuk Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebesar 10.8 juta Rupiah. Angka yang sangat besar untuk golongan kita.

(foto: http://www.softmyhard.com/)

Radio 2.0: From OnAir to OnLine

Ketika kemunculannya pertama kali pada 1920, media massa penyiaran radio langsung menjadi primadona di masyarakat. Pasalnya, media ini menawarkan penyebaran informasi yang lebih luas, lebih cepat, lebih interaktif, dan lebih menghibur. Sebuah penawaran yang tidak mampu disuguhkan koran dan media massa cetak lainnya ketika itu.

Mahasiswa baru tengah menjalani orientasi (foto: Wildaini Shalihah)

Dinamika Mahasiswa Baru

Oleh: Wildaini Shalihah, mahasiswi Jurnalistik UIN SGD Bandung Seorang mahasiswa biasanya masih dianggap sebagai mahasiswa baru kalau belum genap satu tahun berkuliah. Definisi sederhana ini tentu yang terbuka untuk direvisi. Yang sulit justru…

Pengumuman SNMPTN salah seorang siswa. (snmptn.ui.ac.id)

Lulus SNMPTN, Tanggung Jawab Menanti di Depan Mata

30 Juni lalu, mungkin jadi salah satu hari paling dramatis yang pernah saya saksikan sepanjang tahun ini. Beragam emosi tersaji menyentuh hati, di hari pengumuman SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) jalur…

(Foto: theicarusproject.net)

Radikal, Dengan Senang Hati!

Apa jadinya jika saya memperkenalkan diri, lalu saya bilang jika saya Islam Radikal? Mungkin jika tampang saya tidak terlalu serius, Anda akan menganggap saya berguyon saja. Namun apa jadinya jika raut muka saya…

Timeline

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.