Tristia Riskawati

Lady Gaga pun Kalah Bergairah

Oleh karena pernah membaca penggalan esai Cak Nun “zaman purba” yang saya nukil di atas, maka ingatlah saya dengan Lady Gaga. Dan tentu saja, setelah itu dilanjutkan dengan saya yang terngiang kehebohan pro-kontra kehadirannya untuk menghentak panggung musik Indonesia. Adegannya dinilai beberapa kalangan terlalu vulgar.

(Foto: alivyaa.wordpress.com)

23 Episentrum: Bahan Bakarnya Cuma Satu, Cinta

Katakan, apa pekerjaan Anda sekarang? Mahasiswa Teknik Kimia kah? Pegawai Negeri Sipil? Atau koreografer barangkali? Pertanyaan selanjutnya, apakah Anda kini sedang menggeluti bidang yang Anda cintai? Atau, apakah Anda sedang berusaha untuk mencintai…

Alat Pancing Gurita, salah satu inovasi yang dibantu pengembangannya oleh yayasan INOTEK. (Foto: Tristia R.)

Sudah Zamannya Teknologi dan Kewirausahaan “Temenan”

Penelitian-penelitian buah karya anak negeri tak jarang mengalirkan inovasi brilian. Malangnya, delapan puluh persen dari penelitian tersebut nasibnya kandas di rak buku. Paling mentok-mentoknya nongol di jurnal nasional atau jurnal internasional– jika sedikit…

Salah Kaprah Biogas

Biogas disalahkaprahi. Begitu simpul Deden Zamzam Badzurrahman, menganggapi pemahaman awam masyarakat mengenai biogas. “Seolah biogas itu hanya proses yang menghasilkan gas saja. Padahal biogas merupakan sebagian kecil dari pengelolaan limbah. Hasil utamanya berupa…

Foto: Dokumen Kunto Adi Wibowo

Studia Humanika: Bahasa Menguasai Masyarakat*

Apa deskripsi Anda untuk gambar di atas? Mungkin dapat diringkas seperti ini; ratusan polisi di sebuah jalan ibu kota, lengkap dengan helm dan perisainya, mengintai secara awas. Kala itu, mahasiswa mengepung seluruh jalan…

soekarno

Studia Humanika: Wacana Tak Sekedar Rencana*

Apa yang terkesiap di benak Anda tatkala mendengar kata “wacana”? Mungkin Anda kemudian akan menerjemahkan wacana sebagai rencana belaka. Mungkin kita acap kali berkata pada seorang teman, “Ah, kamu bisanya cuma berwacana doang,”…

husserl

Studia Humanika: Metode Reduksi dalam Fenomenologi Husserl*

Anggap terdapat pengemis memelas payah ketika Anda sedang melintasi jalanan kota. Tentu, dua pilihan lah yang dapat dilakukan. Memberi uang atau tidak sama sekali. Secara common sense, jika Anda memutuskan untuk memberi sang…

Zemarei Albakhin. Meski mengaku masih gay, tetap berusaha (Foto: facebook.com)

Meski Hasrat Gay, Tujuan Tetap Surga…

Dari balik jendela lantai dua gedung kayu, kami, segerombol penghuni sekre Aksara Salman ITB berebut mengintip ke bawah. Wow, ustad “g” itu menuju ke sini! Ke tempat dimana kami berada! Betapa kami dibanjiri…

Isi televisi tak ubahnya sampah. Hal tersebut yang coba diungkap dalam salah satu karya seni kontemporer di JAF ini. (Foto: Fery AP)

Pabrik Seni “Sok Iyey” Asli Jatiwangi

Ibu Negara marah besar. Demikian Aan Ansori menggambarkan kemurkaan sang istri. Marahnya sang istri cukup beralasan. Pria penduduk Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka ini lebih memilih menggeluti seni dibandingkan mencari pekerjaan tetap untuk menafkahi…

sumber gambar http://www.biografias-de.com/edmund-husserl

Studia Humanika: Jejak Awal Pemikiran Husserl

Dalam hampir setiap perbincangan mengenai fenomenologi, namanya kerap disebut. Bapak Fenomenologi merupakan julukan yang disematkan kepadanya. Adalah Edmund Husserl, sang penggagas sekolah studi fenomenologi pada awal abad 20. Pada saat zaman di mana…

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.