Pameran Seni Reuni Akbar Salman Hadirkan Nuansa Islami

Seorang pengunjung mengamati salah satu lukisan yang dipamerkan dalam pameran seni "Kalam, Melihat Seni" di Museum Nasional Sabtu (26/10) kemarin. Pameran seni ini diadakan dalam rangka penggalangan dana.  (Foto oleh Tristia R.)

Seorang pengunjung mengamati salah satu lukisan yang dipamerkan dalam pameran seni “Kalam, Melihat Seni” di Museum Nasional Sabtu (26/10) kemarin. Pameran seni ini diadakan dalam rangka penggalangan dana.
(Foto oleh Tristia R.)

Nuansa Islami dihadirkan dalam Pameran Seni yang bertajuk “Kalam, Melihat Seni”, salah satu rangkaian acara puncak Reuni Akbar Alumni Latihan Mujahid Dakwah (LMD) dan Keluarga Besar Masjid Salman ITB, Sabtu (26/10) lalu. Pameran yang berlokasi di gedung Museum Nasional (Museum Gajah) Jakarta ini diadakan dalam rangka penggalangan dana. Meski terlihat bernuansa Islami lewat beberapa karya kaligrafi, Heru Hikayat selaku kurator menampik adanya tema khusus dalam acara tersebut.

“Saya ngebayangin pameran ini ‘ngintip’. Jadi temen-temen keluarga besar Salman yang lagi reuni bisa sedikit menengok perkembangan seni rupa yang terbaru. Makanya saya mengusahakan karyanya seberagam mungkin. Nggak ada tema tertentu yang membatasi,” tutur seniman Bandung alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, yang aktif sebagai kurator ini.

Selain karya lukis, Heru juga menampilkan karya seni lain seperti seni ukir, seni bordir, serta seni lintas-media. Total ada 29 buah karya seni yang dihadirkan. Pameran ini tak hanya memamerkan karya-karya alumni Salman, tapi juga seniman-seniman besar. Salah satunya, lukisan karya Barli Samitawinata, Hanafi, dan Jeihan Sukmantoro.

Penggalangan dana lewat jual-beli karya seni telah beberapa kali dilakukan Salman. Menurut Imam Choirul Basri, Sekretaris YPM Salman, kegiatan serupa dilakukan kembali tahun ini karena kesuksesan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun 2000 itu kita ada penggalangan dana di Aula Barat ITB, saya menyumbang lima (lukisan), lima-limanya laku semua. Harganya nggak murah, 45 juta, 25 juta. (Tahun) 2005 diulang lagi di sini (Museum Nasional). Itu melibatkan lebih dari 100 lukisan, itu dapat 1 milyar,” kata pria yang aktif sebagai seniman kaligrafi itu.

Penggalangan dana untuk Salman melalui karya seni dirasa Imam sangat wajar. Bila melihat sejarah, hubungan Islam –khususnya Salman dengan seni dan seniman cukup erat. Oleh karena itu Imam berharap, produk-produk FSRD memiliki corak yang lebih beragam, khususnya yang dapat dikolaborasikan dengan seni Islami dan lokal. Imam sendiri menyumbangkan dua buah karya kaligrafi yang bertajuk “Kaligrafi Surat At-Thalaq ayat 2″ dan “Asma’ul Husna dalam Bidang Turquoise”.

 

*

*

Top