Menuju 50 Tahunan Salman, Dinding Masjid “Didandani”

Foto: Sari A. Rahmawati

Beberapa hari yang lalu (23/03) Masjid Salman ITB dikejutkan dengan perubahan cat yang ada di dinding luar bagian timur masjid. Pengecatan itu tentunya mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Selain sebagai perawatan, pengecatan ini juga sebagai bentuk penyambutan momentum Milad Emas Salman.

“Pengecatan terakhir dilakukan pada tahun 2003. Jadi wajar saja kalau sekarang dicat kembali, kan sudah 10 tahun,” cetus Imam Choirul Basri lulusan Desain Interior ini.

Berbicara tentang seni, tentunya sosok ini ahlinya. Mas Imam mempunyai jiwa seni yang tinggi. Terlebih pengalaman beliau di bidang melukis kaligrafi.

“Pak Ahmad Noe’man meminta saya membuat desain pola untuk pengecatan ulang dinding timur Masjid Salman ITB. Kemudian desain tersebut diajukan lagi ke Pak Ahmad Noe’man untuk di-acc,” kata Imam.

Desain yang ada di timur masjid itu membentuk gradasi warna hijau lumut. Makin ke tepi makin lebar dan makin memudar. Tidak ada filosofis tertentu dari warna dan pola ini, akan tetapi lebih diutamakan ke fungsinya saja yang indah. “Tapi yang sekarang itu belum selesai,” tegas Imam.

Ternyata dinding masjid akan ditimpal lagi sampai komposisi warnanya benar-benar bagus.  Bukan hanya timur masjid yang dicat, tapi semua bagian tembok masjid. Kantin pun akan dilakukan pengecatan yang ditargetkan selesai pada pertengahan Mei 2013.

“Harapannya Salman itu menjadi modal yang ideal bagi masjid lain. Kita mulai dari hal-hal kecil dulu seperti ini,” pungkas Imam.

Ke depan, rencana pengembangan Salman cukup banyak. Hal-hal tersebut meliputi pengadaan mesin daur ulang, taman, pemanfaatan solar energy sampai pada tempat wudhu berteknologi sensor. Semuanya dipersembahkan untuk melayani jamaah.[ed: Tr]

*

*

Top