Beginilah aksi para peserta peragaan busana. Gaya mereka tak jarang membuat penonton terpingkal. (Foto: Fery AP)
Pagi itu, Mauliza (5) naik ke panggung dengan nomor urut 6. Ia tampil percaya diri tanpa ragu sedikitpun. Sorot matanya tajam layaknya seorang model. Kostum merahnya yang bersepuh warna emas berkilau tertimpa sinar matahari. Selaras dengan baju muslimnya, ia bergaya bak dai cilik.
Sesekali ia turun dari panggung yang ditempatkan di area paving block Salman tersebut, untuk menyapa para penonton. Penampilan peserta lain juga tak kalah menarik. Aneka warna dan rupa jilbab membalut anak-anak tersebut.
Kombinasi tersebut memukau para juri dan tak henti membuat penonton terpingkal. Namun, pada akhirnya Mauliza mendapat nilai tertinggi dari dewan juri.
Mauliza tak dapat menyembunyikan rasa senangnya. Pasalnya, ia berhasil menyabet gelar juara lomba peragaan busana yang diadakan oleh Panitia Pelaksana Program Ramadan (P3R) Salman ITB. Ia menyisihkan 10 kontestan lain yang turut berpartisipasi dalam lomba yang diadakan Rabu pagi (1/8) tersebut.
Sang Ibu pun bangga, “Alhamdulillah,” ucapnya singkat. Tak sia-sia upayanya mendukung anaknya. Apalagi, tahun sebelumnya ia juga ikut lomba yang sama, namun belum meraih gelar juara.
Lomba peragaan busana tersebut diselenggarakan P3R bekerja sama dengan Pembinaan Anak-anak Salman (PAS ITB) dalam rangkaian kegiatan Gebyar Ramadhan. Selain lomba tersebut, untuk anak-anak P3R juga mengadakan lomba menggambar, mewarnai, serta marawis. Tujuannya, buat suasana Ramadan kian meriah.


















